alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Pandemi Covid-19 Jadi Ujian Sekaligus Tantangan

BEGITU dilantik pada Februari 2021, Yuhronur-Abdul Rouf langsung melakukan pemetaan terhadap perubahan permasalahan yang terjadi, dan bertindak cepat menerapkan kebijakan strategis. Pelan namun pasti upaya yang dilakukannya membuahkan hasil.
Langkah awal yang dilakukannya adalah menyamakan persepsi, semangat, kebersamaan, ide dan gagasan dengan forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, untuk menangani Pandemi Covid-19. Secara bersamaan dikerahkan seluruh sumberdaya kesehatan dengan didukung TNI/Polri serta berbagai elemen ormas, parpol, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lain. Sebagai figur panutan, Bupati Yes dan Wabup Abdul Rouf bersama-sama forkopimda tiada hari tanpa turun ke lapangan untuk mengecek penanganan di bawah sekaligus memberi semangat masyarakat. Apalagi Lamongan menjadi salah satu daerah yang dikhawatirkan menjadi sentra pandemi, karena masyarakatnya dikenal sebagai perantau yang bisa membawa masuk virus ke kampung halamannya.
Upaya keras yang dilakukan Bupati Yes membuahkan hasil. Kabupaten Lamongan menjadi daerah pertama di Jawa-Bali yang berstatus level 1 sesuai asesmen Kementerian Kesehatan RI. Yakni level daerah paling rendah sebaran Covid-19. Bahkan dikoreksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang pertama level 1 di Indonesia, saat peresmian RS NU Babat.
Bupati Yes juga fokus menguatkan mental masyarakat dan membangkitkan perekonomian. Yakni dengan bekerja keras mendorong masyarakat mulai membuka usaha dan menciptakan kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi. Antara lain, digerakkannya Pasar Online Lamongan (POL) dan pelayanan online lainnya. Secara bersamaan juga digelorakan gerakan moral dan ajakan, seperti “Ayo ditumbasi”, “Ayo Nguliner”, “Ayo Dolan ek Lamongan” dan “Ayo beli produk Lamongan” serta memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk melakukan pentas seni dan upacara adat. ‘’Semua itu untuk membangkitkan semangat dan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi,’’ terang Bupati Yes.
Bupati Yes juga tetap berupaya menjaga berbagai sektor pembangunan lain agar tidak terdampak. Misalnya, bidang pertanian, perikanan, dan peternakan produksinya tidak mengalami penurunan. Yakni dengan memberi berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian, perikanan dan peternakan. Pemkab Lamongan juga memfasilitasi produk UMKM bisa masuk toko ritel modern. Bersamaan dengan Lamongan jadi pilot project Penanganan Kemiskinan Ektrem oleh Pemerintah Pusat, Pak Yes memunculkan inovasi program unggulan Home Care Service (HCS) yakni program gropyokan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengintervensi masalah keluarga rawan atau rentan memiliki resiko tinggi terhadap permasalahan di bidang kesehatan, sosial maupun ekonomi. Bahkan Menteri Kesehatan menganugerahkan penghargaan Swasti Saba Wistara dan Sanitasi Totalnya Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan.
Sedangkan bantuan akses air bersih dengan diresmikannya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Mojokerto Lamongan Gresik menjadi penanda diperhatikannya kebutuhan air bersih untuk Lamongan wilayah selatan. Peningkatan kualitas layanan Pendidikan di era pandemic juga bisa dirasakan oleh masyarakat melalui sekolah Tangguh dan sekolah digital. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan iklim investasi.
Keterbatasan yang ada tak mengurangi kinerja aparatur pemerintah daerah, tahun ini mendapat predikat A selama tiga tahun bertuut-turut pada penilaian Standar Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) serta Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut untuk Laporan Keuangan Tahun 2020.
Meski berbagai anggaran dan sumberdaya terkonsentrasi menangani Covid-19, Bupati Yes juga berusaha memberi perhatian pada permasalahan lain. Misalnya, banjir menjadi prioritas, misalnya dengan mengerahkan pompa banjir. Karena masalah banjir terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia akibat peningkatan intensitas hujan oleh adanya la lina. Banjir berdampak sektor lain, misalnya mempercepat kerusakan jalan. ‘’Mudah-mudahan pandemi Covid-19 bisa segera selesai, sehingga penanganan sektor lain bisa lebih fokus dan cepat,’’ terang Bupati Yes.

Baca Juga :  JASMINE BOUTIQUE : Promo Diskon 10% Berlaku hingga Besok

BEGITU dilantik pada Februari 2021, Yuhronur-Abdul Rouf langsung melakukan pemetaan terhadap perubahan permasalahan yang terjadi, dan bertindak cepat menerapkan kebijakan strategis. Pelan namun pasti upaya yang dilakukannya membuahkan hasil.
Langkah awal yang dilakukannya adalah menyamakan persepsi, semangat, kebersamaan, ide dan gagasan dengan forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, untuk menangani Pandemi Covid-19. Secara bersamaan dikerahkan seluruh sumberdaya kesehatan dengan didukung TNI/Polri serta berbagai elemen ormas, parpol, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lain. Sebagai figur panutan, Bupati Yes dan Wabup Abdul Rouf bersama-sama forkopimda tiada hari tanpa turun ke lapangan untuk mengecek penanganan di bawah sekaligus memberi semangat masyarakat. Apalagi Lamongan menjadi salah satu daerah yang dikhawatirkan menjadi sentra pandemi, karena masyarakatnya dikenal sebagai perantau yang bisa membawa masuk virus ke kampung halamannya.
Upaya keras yang dilakukan Bupati Yes membuahkan hasil. Kabupaten Lamongan menjadi daerah pertama di Jawa-Bali yang berstatus level 1 sesuai asesmen Kementerian Kesehatan RI. Yakni level daerah paling rendah sebaran Covid-19. Bahkan dikoreksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang pertama level 1 di Indonesia, saat peresmian RS NU Babat.
Bupati Yes juga fokus menguatkan mental masyarakat dan membangkitkan perekonomian. Yakni dengan bekerja keras mendorong masyarakat mulai membuka usaha dan menciptakan kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi. Antara lain, digerakkannya Pasar Online Lamongan (POL) dan pelayanan online lainnya. Secara bersamaan juga digelorakan gerakan moral dan ajakan, seperti “Ayo ditumbasi”, “Ayo Nguliner”, “Ayo Dolan ek Lamongan” dan “Ayo beli produk Lamongan” serta memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk melakukan pentas seni dan upacara adat. ‘’Semua itu untuk membangkitkan semangat dan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi,’’ terang Bupati Yes.
Bupati Yes juga tetap berupaya menjaga berbagai sektor pembangunan lain agar tidak terdampak. Misalnya, bidang pertanian, perikanan, dan peternakan produksinya tidak mengalami penurunan. Yakni dengan memberi berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian, perikanan dan peternakan. Pemkab Lamongan juga memfasilitasi produk UMKM bisa masuk toko ritel modern. Bersamaan dengan Lamongan jadi pilot project Penanganan Kemiskinan Ektrem oleh Pemerintah Pusat, Pak Yes memunculkan inovasi program unggulan Home Care Service (HCS) yakni program gropyokan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengintervensi masalah keluarga rawan atau rentan memiliki resiko tinggi terhadap permasalahan di bidang kesehatan, sosial maupun ekonomi. Bahkan Menteri Kesehatan menganugerahkan penghargaan Swasti Saba Wistara dan Sanitasi Totalnya Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan.
Sedangkan bantuan akses air bersih dengan diresmikannya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Mojokerto Lamongan Gresik menjadi penanda diperhatikannya kebutuhan air bersih untuk Lamongan wilayah selatan. Peningkatan kualitas layanan Pendidikan di era pandemic juga bisa dirasakan oleh masyarakat melalui sekolah Tangguh dan sekolah digital. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan iklim investasi.
Keterbatasan yang ada tak mengurangi kinerja aparatur pemerintah daerah, tahun ini mendapat predikat A selama tiga tahun bertuut-turut pada penilaian Standar Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) serta Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut untuk Laporan Keuangan Tahun 2020.
Meski berbagai anggaran dan sumberdaya terkonsentrasi menangani Covid-19, Bupati Yes juga berusaha memberi perhatian pada permasalahan lain. Misalnya, banjir menjadi prioritas, misalnya dengan mengerahkan pompa banjir. Karena masalah banjir terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia akibat peningkatan intensitas hujan oleh adanya la lina. Banjir berdampak sektor lain, misalnya mempercepat kerusakan jalan. ‘’Mudah-mudahan pandemi Covid-19 bisa segera selesai, sehingga penanganan sektor lain bisa lebih fokus dan cepat,’’ terang Bupati Yes.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Desa Digelontor Rp 452 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Jajaki Investasi Air Bersih

Perekaman E-KTP Sasar Pemula 

Rekrut Bek Kiri Muda 

Artikel Terbaru


/