alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Mengetuk Gerbang Kejayaan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan secara sejarah memiliki jejak kejayaan yang agung. Antara lain, sebagai pusat peradaban Raja Airlangga, yang dibuktikan adanya Prasasti Cane dan Situs Candi Patakan di Kecamatan Sambeng. Juga diyakini sebagai daerah lahirnya Mahapatih Majapahit, Gajah Mada, dibuktikan dengan Situs Makam Nyai Andongsari di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang, Prasasti Balawi di Musium Nasional Jakarta, serta Situs Punden Berundak Sitinggil di Kecamatan Modo.
Jejak kejayaan Lamongan juga mentereng pada masa penyebaran Agama Islam yang dilakukan Sunan Drajad, Joko Tingkir, dan Sunan Sendang Dhuwur dengan peninggalan Gapura Paduraksa Bersayap yang juga bisa sebagai sebagai pintu menuju Kejayaan. Gapura Paduraksa itu saat ini menjadi identitas arsitektur gapura perbatasan maupun gapura di berbagai perkantoran dan perumahan penduduk. Di era kolonial pun Lamongan juga memiliki jejak kejayaan, dibuktikan dengan pembangunan Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring dan tenggelamnya Kapal Van Der Wick di Pantura Paciran.
Jejak-jejak kejayaan tersebut mengilhami dan menjadi spirit pengabdian bagi pasangan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati KH Abdul Rouf untuk menjaga kesinambungan pembangunan yang ada, dengan harapan terwujudnya “KEJAYAAN LAMONGAN YANG BERKEADILAN”. Spirit itu telah ditetapkan sebagai visi pembangunan Kabupaten Lamongan tahun 2021-2026 dan merupakan cita-cita bersama untuk terwujudnya Lamongan sebagai kabupaten yang masyhur, unggul dan maju dalam pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, kebudayaan dan ekonomi yang berbasis potensi unggulan, sehingga terwujud kesejahteraan lahir batin bagi masyarakat.
Bukan hal yang mudah sekaligus ujian berat bagi pasangan Yuhronur-Abdul Rouf untuk mewujudkan kejayaan Lamongan. Karena, setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lamongan harus memulai pemerintahan dalam kondisi muram akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga sebagian besar sumber daya manusia maupun anggaran harus dikonsentrasikan untuk penanganan Covid-19. Di pihak lain, kondisi perekonomian masyarakat juga terpukul oleh wabah Virus Korona tersebut.
Menghadapi kondisi darurat tersebut, tenaga dan kebijakan ekstra harus dilakukan Yuhronur-Abdul Rouf. Yakni memutus penyebaran Covid-19, sekaligus menguatkan mental masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat. ‘’Kondisi tersebut menjadi ujian sekaligus tantangan bagi kami,’’ kata Bupati Yes – panggilan akrab Bupati Yuhronur Efendi.
Agar semakin efektif, makna kejayaan diinternalisasi dalam city branding, Lamongan Megilan. Bermakna ‘’Lebih dari luar biasa, beyond amazing’’. Megilan juga akronim dari nilai-nilai utama kejayaan Lamongan masa lampau, yakni Mandiri, Elegan, enerGik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif dan Nyaman.  “Bahwa dulu, Kita, Lamongan, sudah mengalami kejayaan di masa lalu. Spirit ini harus ditanamkan sebagai pijakan untuk meraih kejayaan di masa kini dan mendatang. Aparatur Kita juga sekarang sudah harus terbiasa Gercep (gerak cepat) merespon setiap keluhan warga,” kata Pak Yes.

Baca Juga :  INOVASI PENDIDIKAN LAMONGAN UNTUK INDONESIA

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan secara sejarah memiliki jejak kejayaan yang agung. Antara lain, sebagai pusat peradaban Raja Airlangga, yang dibuktikan adanya Prasasti Cane dan Situs Candi Patakan di Kecamatan Sambeng. Juga diyakini sebagai daerah lahirnya Mahapatih Majapahit, Gajah Mada, dibuktikan dengan Situs Makam Nyai Andongsari di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang, Prasasti Balawi di Musium Nasional Jakarta, serta Situs Punden Berundak Sitinggil di Kecamatan Modo.
Jejak kejayaan Lamongan juga mentereng pada masa penyebaran Agama Islam yang dilakukan Sunan Drajad, Joko Tingkir, dan Sunan Sendang Dhuwur dengan peninggalan Gapura Paduraksa Bersayap yang juga bisa sebagai sebagai pintu menuju Kejayaan. Gapura Paduraksa itu saat ini menjadi identitas arsitektur gapura perbatasan maupun gapura di berbagai perkantoran dan perumahan penduduk. Di era kolonial pun Lamongan juga memiliki jejak kejayaan, dibuktikan dengan pembangunan Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring dan tenggelamnya Kapal Van Der Wick di Pantura Paciran.
Jejak-jejak kejayaan tersebut mengilhami dan menjadi spirit pengabdian bagi pasangan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati KH Abdul Rouf untuk menjaga kesinambungan pembangunan yang ada, dengan harapan terwujudnya “KEJAYAAN LAMONGAN YANG BERKEADILAN”. Spirit itu telah ditetapkan sebagai visi pembangunan Kabupaten Lamongan tahun 2021-2026 dan merupakan cita-cita bersama untuk terwujudnya Lamongan sebagai kabupaten yang masyhur, unggul dan maju dalam pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, kebudayaan dan ekonomi yang berbasis potensi unggulan, sehingga terwujud kesejahteraan lahir batin bagi masyarakat.
Bukan hal yang mudah sekaligus ujian berat bagi pasangan Yuhronur-Abdul Rouf untuk mewujudkan kejayaan Lamongan. Karena, setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lamongan harus memulai pemerintahan dalam kondisi muram akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga sebagian besar sumber daya manusia maupun anggaran harus dikonsentrasikan untuk penanganan Covid-19. Di pihak lain, kondisi perekonomian masyarakat juga terpukul oleh wabah Virus Korona tersebut.
Menghadapi kondisi darurat tersebut, tenaga dan kebijakan ekstra harus dilakukan Yuhronur-Abdul Rouf. Yakni memutus penyebaran Covid-19, sekaligus menguatkan mental masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat. ‘’Kondisi tersebut menjadi ujian sekaligus tantangan bagi kami,’’ kata Bupati Yes – panggilan akrab Bupati Yuhronur Efendi.
Agar semakin efektif, makna kejayaan diinternalisasi dalam city branding, Lamongan Megilan. Bermakna ‘’Lebih dari luar biasa, beyond amazing’’. Megilan juga akronim dari nilai-nilai utama kejayaan Lamongan masa lampau, yakni Mandiri, Elegan, enerGik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif dan Nyaman.  “Bahwa dulu, Kita, Lamongan, sudah mengalami kejayaan di masa lalu. Spirit ini harus ditanamkan sebagai pijakan untuk meraih kejayaan di masa kini dan mendatang. Aparatur Kita juga sekarang sudah harus terbiasa Gercep (gerak cepat) merespon setiap keluhan warga,” kata Pak Yes.

Baca Juga :  38 PMI Tunggu Hasil Swab Ulang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/