alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tak Bisa Prediksi Adanya Tersangka Lain

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan kemarin (19/12) memanggil lagi  Irwan Setyadi, tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah pemilihan kepala daerah (pilkada) Lamongan 2015. Pemeriksaan dilakukan di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) selama dua jam. 

Irwan datang ke kejari didampingi penasihat hukumnya Ahmad Umar Buwang. Saat dikonfirmasi, Kasi Pidsus M. Subhan enggan menerangkan materi pemeriksaan tersebut. Alasannya, perkara ini masih dalam tahap penyidikan.

‘’Mohon maaf, intinya materi masih rahasia karena belum jadi berkas. Sehingga belum bisa diungkap di media. Tapi kalau mau tahu bisa langsung konfirmasi ke pengacaranya atau terserah. Tapi dari kami masih belum bisa di-publish karena masih penyidikan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Subhan hanya membenarkan tentang adanya pemeriksaan tersangka bersama penasihat hukumnya. Saat ditanya terkait kemungkinan saksi-saksi lainnya akan diperiksa, dia akan mengkaji terlebih dulu keterangan tersangka.

Baca Juga :  Mbah Sokran Sakit, Berangkatnya Ditunda

‘’Misalnya ada yang berkaitan dengan saksi maka akan dipanggil. Jika keterangannya sudah sesuai, maka tidak perlu dikonfrotir. Tapi nanti misalnya keterangan saksi mengatakan A, lalu tersangka mengatakan B, baru nanti akan dipertemukan untuk mencari mana keterangan yang betul. Tapi kalau sama-sama bilang A ya sudah,’’ ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya tersangka baru, Subhan tidak menampik. Namun dia memilih untuk fokus memroses Irwan terlebih dulu.

‘’Segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi yang intinya diproses dulu. Kalau yang inti terbukti, nanti ada pengembangan. Penasihat hukum bisa menilai, hakim juga bisa menilai. Bahkan majelis bisa saja menetapkan si X jadi tersangka. Kita lihat nanti, saya tidak bisa prediksi,’’ tukasnya.

Saat ini, pihak penyidik masih proses melengkapi berkas perkara. Subhan menargetkan awal tahun nanti selesai dan bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk disidangkan.

Sementara itu, Umar mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut perihal pengembalian uang oleh kliennya setelah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil temuan antara BPK dan penyidik Kejari Lamongan menguatkan bahwa Irwan sudah melakukan pengembalian uang. Sejak dari pemotongan gaji mulai 2017 sampai sekarang.

Baca Juga :  Bayi Empat Bulan Alami Jantung Bocor di Lamongan

‘’Jumlah pastinya masih dikalkulasi penyidik. Versi kami dikembalikan sebanyak Rp 198.985.000 yang sudah masuk ke rekening negara. Sementara untuk kekurangannya berapa, ternyata antara BPK dan Inspektorat ada perbedaan,’’ ujarnya.

Secara garis besar, keterangan Irwan masih sama dengan pemeriksaan sebelumnya. Namun di akhir, penyidik memberi pertanyaan ke Irwan apakah ada aliran dana ke pihak yang lain ? Irwan tetap kukuh menjawab tidak ada.

‘’Tetap tidak ada. Terserah Saudara Irwan karena dia yang lebih tahu persisnya bagaimana,’’ imbuhnya.

Umar juga memohon perpanjangan waktu selama satu minggu kepada penyidik Kejari Lamongan agar tim penasihat hukum bisa memberikan keterangan tambahan dari ahli untuk meringankan hukuman Irwan.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan kemarin (19/12) memanggil lagi  Irwan Setyadi, tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah pemilihan kepala daerah (pilkada) Lamongan 2015. Pemeriksaan dilakukan di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) selama dua jam. 

Irwan datang ke kejari didampingi penasihat hukumnya Ahmad Umar Buwang. Saat dikonfirmasi, Kasi Pidsus M. Subhan enggan menerangkan materi pemeriksaan tersebut. Alasannya, perkara ini masih dalam tahap penyidikan.

‘’Mohon maaf, intinya materi masih rahasia karena belum jadi berkas. Sehingga belum bisa diungkap di media. Tapi kalau mau tahu bisa langsung konfirmasi ke pengacaranya atau terserah. Tapi dari kami masih belum bisa di-publish karena masih penyidikan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Subhan hanya membenarkan tentang adanya pemeriksaan tersangka bersama penasihat hukumnya. Saat ditanya terkait kemungkinan saksi-saksi lainnya akan diperiksa, dia akan mengkaji terlebih dulu keterangan tersangka.

Baca Juga :  Mbah Sokran Sakit, Berangkatnya Ditunda

‘’Misalnya ada yang berkaitan dengan saksi maka akan dipanggil. Jika keterangannya sudah sesuai, maka tidak perlu dikonfrotir. Tapi nanti misalnya keterangan saksi mengatakan A, lalu tersangka mengatakan B, baru nanti akan dipertemukan untuk mencari mana keterangan yang betul. Tapi kalau sama-sama bilang A ya sudah,’’ ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya tersangka baru, Subhan tidak menampik. Namun dia memilih untuk fokus memroses Irwan terlebih dulu.

‘’Segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi yang intinya diproses dulu. Kalau yang inti terbukti, nanti ada pengembangan. Penasihat hukum bisa menilai, hakim juga bisa menilai. Bahkan majelis bisa saja menetapkan si X jadi tersangka. Kita lihat nanti, saya tidak bisa prediksi,’’ tukasnya.

Saat ini, pihak penyidik masih proses melengkapi berkas perkara. Subhan menargetkan awal tahun nanti selesai dan bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk disidangkan.

Sementara itu, Umar mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut perihal pengembalian uang oleh kliennya setelah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil temuan antara BPK dan penyidik Kejari Lamongan menguatkan bahwa Irwan sudah melakukan pengembalian uang. Sejak dari pemotongan gaji mulai 2017 sampai sekarang.

Baca Juga :  Proyek Trotoar Hindari Dampak Bisnis

‘’Jumlah pastinya masih dikalkulasi penyidik. Versi kami dikembalikan sebanyak Rp 198.985.000 yang sudah masuk ke rekening negara. Sementara untuk kekurangannya berapa, ternyata antara BPK dan Inspektorat ada perbedaan,’’ ujarnya.

Secara garis besar, keterangan Irwan masih sama dengan pemeriksaan sebelumnya. Namun di akhir, penyidik memberi pertanyaan ke Irwan apakah ada aliran dana ke pihak yang lain ? Irwan tetap kukuh menjawab tidak ada.

‘’Tetap tidak ada. Terserah Saudara Irwan karena dia yang lebih tahu persisnya bagaimana,’’ imbuhnya.

Umar juga memohon perpanjangan waktu selama satu minggu kepada penyidik Kejari Lamongan agar tim penasihat hukum bisa memberikan keterangan tambahan dari ahli untuk meringankan hukuman Irwan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/