alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Belum Memiliki Panti Rehabilitasi

KOTA – Anak jalanan (anjal) di Lamongan jumlahnya semakin banyak. Mereka banyak dijumpai beroperasi di lampu merah (traffic light). Umumnya beraksi sebagai pengamen. Beberapa kali petugas melakukan razia. Anjal yang tertangkap akan dikirim ke panti sosial di luar daerah. Sebab hingga kini dinas sosial (dinsos) setempat tidak memiliki tempat rehabilitasi dan pembinaan sendiri. 

‘’Iya, kita memang belum punya tempat sendiri. Jadi kalau ada anjal yang perlu direhabilitasi, kita kirim ke luar daerah,’’ tutur Kepala Dinsos Lamongan Bambang Kustiono kepada Jawa Pos Radar Lamongan selasa (19/12). 

Dia menjelaskan, terdapat dua tempat untuk rehabilitasi anjal. Yakni UPT dinsos Pemprov Jatim di Sidoarjo, serta satu tempat lainnya di Kediri. Namun tahun ini, diakuinya belum ada anjal yang dikirim ke dua tempat tersebut. 

Baca Juga :  12 Anjal keroyok Supir Truk

‘’Tapi biasanya paling sering kita kirim ke Sidoarjo dibanding Kediri,’’ ucap mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan tersebut. 

Menurut Bambang, untuk tempat rehabilitasi di daerah sebenarnya cukup penting. Tapi banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk mendirikan panti rehabilitasi.

‘’ Sebenarnya cukup penting di daerah memiliki panti rehabilitasi, tapi ada faktor yang membuat kita belum bisa merealisasikannya,’’ terangnya. 

Menurut dia, kendala yang dialaminya tidak hanya lahan yang digunakan, namun juga tenaga ahli belum memiliki. Sebab tenaga di panti rehabilitasi harus memiliki kompetensi yang sesuai.

Karena itu selama ini pihaknya memilih untuk mengirim ke luar daerah. ‘’Penting tapi kita masih terkendala tenaga ahlinya,’’ tutur Bambang. 

Baca Juga :  Hukuman Produsen Arak Kian Menyesakkan

Dia menambahkan, selama ini instansi yang berwenang melakukan penindakan terhadap anjal di lapangan ada pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sedangkan pihaknya yang melakukan pendataan dan pembinaan ringan. Jika ada orang tua yang datang, maka dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. 

‘’Kalau ada tangkapan ya kita lakukan pembinaan ringan, serta memberi pemahaman pada orang tuanya,’’ pungkasnya.

KOTA – Anak jalanan (anjal) di Lamongan jumlahnya semakin banyak. Mereka banyak dijumpai beroperasi di lampu merah (traffic light). Umumnya beraksi sebagai pengamen. Beberapa kali petugas melakukan razia. Anjal yang tertangkap akan dikirim ke panti sosial di luar daerah. Sebab hingga kini dinas sosial (dinsos) setempat tidak memiliki tempat rehabilitasi dan pembinaan sendiri. 

‘’Iya, kita memang belum punya tempat sendiri. Jadi kalau ada anjal yang perlu direhabilitasi, kita kirim ke luar daerah,’’ tutur Kepala Dinsos Lamongan Bambang Kustiono kepada Jawa Pos Radar Lamongan selasa (19/12). 

Dia menjelaskan, terdapat dua tempat untuk rehabilitasi anjal. Yakni UPT dinsos Pemprov Jatim di Sidoarjo, serta satu tempat lainnya di Kediri. Namun tahun ini, diakuinya belum ada anjal yang dikirim ke dua tempat tersebut. 

Baca Juga :  Akhir Tahun Ini Dipasang Lampu dan Pintu Gate

‘’Tapi biasanya paling sering kita kirim ke Sidoarjo dibanding Kediri,’’ ucap mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan tersebut. 

Menurut Bambang, untuk tempat rehabilitasi di daerah sebenarnya cukup penting. Tapi banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk mendirikan panti rehabilitasi.

‘’ Sebenarnya cukup penting di daerah memiliki panti rehabilitasi, tapi ada faktor yang membuat kita belum bisa merealisasikannya,’’ terangnya. 

Menurut dia, kendala yang dialaminya tidak hanya lahan yang digunakan, namun juga tenaga ahli belum memiliki. Sebab tenaga di panti rehabilitasi harus memiliki kompetensi yang sesuai.

Karena itu selama ini pihaknya memilih untuk mengirim ke luar daerah. ‘’Penting tapi kita masih terkendala tenaga ahlinya,’’ tutur Bambang. 

Baca Juga :  Dinsos Belum Terima Laporan Anak Kecil Ngamen

Dia menambahkan, selama ini instansi yang berwenang melakukan penindakan terhadap anjal di lapangan ada pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sedangkan pihaknya yang melakukan pendataan dan pembinaan ringan. Jika ada orang tua yang datang, maka dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. 

‘’Kalau ada tangkapan ya kita lakukan pembinaan ringan, serta memberi pemahaman pada orang tuanya,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Langsung Tentukan Lima Calon

Gagal Bayar Proyek Belum Tuntas

ANBK Hanya untuk Mengukur Kualitas Sekolah

Artikel Terbaru


/