alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tak Lagi Empat Lantai, Desain Gedung Baru DPRD Berubah Total

Radar Bojonegoro – Tarik-ulur rencana pembangunan gedung baru DPRD Bojonegoro mulai ada titik terang. Desain gedung baru DPRD berubah total. Tidak jadi dibangun lantai empat. Sebaliknya, diubah menjadi dua gedung terpisah. Yakni, gedung paripurna dan gedung kantor DPRD.

Tahun depan akan dibangun gedung paripurna terlebih dulu. Desain gedung paripurna sudah dirancang. Gedung paripurna dinilai mendesak untuk kegiatan legislatif. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya (PKCK) Bojonegoro Adie Witjaksono mengat akan, perencanaan gedung itu sudah selesai.

Sehingga, tahun depan bisa segera dilakukan lelang pembangunan konstruksinya. Perencanaan desain baru itu tidak menggunakan anggaran baru. Namun, anggaran tahun ini. Rekanan yang melakukan perencanaan juga sama. Hanya, produk perencanaannya saja yang diganti.

Tahun ini anggaran perencanaan gedung DPRD sebesar Rp 306 juta. Dimenangkan oleh PT Dira Bina Nusa dari Surabaya dengan nilai kontrak Rp 294 juta. ‘’Rekananya tetap itu. Produk perencanaannya yang berubah,’’ katanya kemarin (19/11).

Baca Juga :  Bus-Tronton Tak Bisa Melintas di Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban

Tahun depan, lanjut dia, yang dibangun adalah gedung paripurna. Sebab, itu yang diminta lebih dulu oleh kalangan DPRD. Gedung itu rencananya dua lantai. Setelah itu, tahun berikutnya akan dibangun lagi gedung kantor. Namun, gedung kantor dan gedung paripurna itu akan menyambung. ‘’Nanti akan kami buatkan penghubung,’’ ujar mantan kepala dinas sosial itu.

Lokasi lahan akan dibangun tetap di Jalan Veteran, Bojonegoro. Luas lokasinya mencapai 4 hektar. Menurut Adie, lahan itu terlalu luas jika hanya dibangun gedung DPRD. Sehingga, sisa lahannya akan dibangun gedung lainnya. Namun, hingga kini masih belum ada kepastian rencana gedung akan dibangun di lahan tersebut. ‘’Master plan begitu. Tapi, belum tahu gedung apa nanti di situ,’’ jelas Adie.

Baca Juga :  Anggota DPRD Mangkir, Paripurna Bubar

Sebelumnya, gedung DPRD akan dibangun empat lantai. Rekanan yang melakukan perencanaan sudah memaparkan desain gambarnya. Namun, ternyata desain itu tidak disetujui oleh DPRD dan pemkab setempat. Rencana pembangunannya awalnya akan dilaksanakan setahun jadi.

Namun, rencana itu ternyata gagal. Setelah ada perubahan itu akan dibangun beberapa tahap. Tahun depan anggaran disiapkan mencapai Rp 37 miliar. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, pembangunan gedung DPRD dipastikan tahun depan. Namun, desainnya menyesuaikan anggaran tersedia.

‘’Desain yang dulu memang diganti. Jadi, akan dibangun dalam dua tahap,’’ jelasnya. Sukur menjelaskan, gedung DPRD harus segera dibangun. Sebab, gedung yang lama sudah banyak mengalami kerusakan. Bahkan, setiap tahun selalu dilakukan perbaikan. 

Radar Bojonegoro – Tarik-ulur rencana pembangunan gedung baru DPRD Bojonegoro mulai ada titik terang. Desain gedung baru DPRD berubah total. Tidak jadi dibangun lantai empat. Sebaliknya, diubah menjadi dua gedung terpisah. Yakni, gedung paripurna dan gedung kantor DPRD.

Tahun depan akan dibangun gedung paripurna terlebih dulu. Desain gedung paripurna sudah dirancang. Gedung paripurna dinilai mendesak untuk kegiatan legislatif. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya (PKCK) Bojonegoro Adie Witjaksono mengat akan, perencanaan gedung itu sudah selesai.

Sehingga, tahun depan bisa segera dilakukan lelang pembangunan konstruksinya. Perencanaan desain baru itu tidak menggunakan anggaran baru. Namun, anggaran tahun ini. Rekanan yang melakukan perencanaan juga sama. Hanya, produk perencanaannya saja yang diganti.

Tahun ini anggaran perencanaan gedung DPRD sebesar Rp 306 juta. Dimenangkan oleh PT Dira Bina Nusa dari Surabaya dengan nilai kontrak Rp 294 juta. ‘’Rekananya tetap itu. Produk perencanaannya yang berubah,’’ katanya kemarin (19/11).

Baca Juga :  70 Koperasi Dibekukan, Berpraktik Seperti Rentenir

Tahun depan, lanjut dia, yang dibangun adalah gedung paripurna. Sebab, itu yang diminta lebih dulu oleh kalangan DPRD. Gedung itu rencananya dua lantai. Setelah itu, tahun berikutnya akan dibangun lagi gedung kantor. Namun, gedung kantor dan gedung paripurna itu akan menyambung. ‘’Nanti akan kami buatkan penghubung,’’ ujar mantan kepala dinas sosial itu.

Lokasi lahan akan dibangun tetap di Jalan Veteran, Bojonegoro. Luas lokasinya mencapai 4 hektar. Menurut Adie, lahan itu terlalu luas jika hanya dibangun gedung DPRD. Sehingga, sisa lahannya akan dibangun gedung lainnya. Namun, hingga kini masih belum ada kepastian rencana gedung akan dibangun di lahan tersebut. ‘’Master plan begitu. Tapi, belum tahu gedung apa nanti di situ,’’ jelas Adie.

Baca Juga :  Tendang Pemotor, Komplotan Begal Rampas HP

Sebelumnya, gedung DPRD akan dibangun empat lantai. Rekanan yang melakukan perencanaan sudah memaparkan desain gambarnya. Namun, ternyata desain itu tidak disetujui oleh DPRD dan pemkab setempat. Rencana pembangunannya awalnya akan dilaksanakan setahun jadi.

Namun, rencana itu ternyata gagal. Setelah ada perubahan itu akan dibangun beberapa tahap. Tahun depan anggaran disiapkan mencapai Rp 37 miliar. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, pembangunan gedung DPRD dipastikan tahun depan. Namun, desainnya menyesuaikan anggaran tersedia.

‘’Desain yang dulu memang diganti. Jadi, akan dibangun dalam dua tahap,’’ jelasnya. Sukur menjelaskan, gedung DPRD harus segera dibangun. Sebab, gedung yang lama sudah banyak mengalami kerusakan. Bahkan, setiap tahun selalu dilakukan perbaikan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/