alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Perluasan Sudetan DAS Bengawan Solo Tinggal Pengerjaan Atap Pintu Air

Radar Lamongan – Proyek perluasan sudetan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Plangwot, Kecamatan  Laren terus digenjot. Proyek di bawah naungan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) itu memasuki tahap akhir.

‘’Kami pantau kemarin, bawahnya sudah. Tinggal pengerjaan atap pintu air saja,’’ tutur Camat Laren M Naim kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (19/11).

Dia mengatakan, awal bulan lalu proyek sempat terganggu akibat curah hujan yang meningkat. Hal itu mengakibatkan debit air di DAS Bengawan Solo meninggi.

‘’Kemarin kan sempat air tinggi. Kemudian pintu dibuka dan jalan alternatif tergenang,’’ imbuh Naim saat dikonfirmasi via ponsel. Namun, selama dua minggu tidak turun hujan, debit air DAS Bengawan Solo surut.

Baca Juga :  Sebulan, Tercatat 339 Perceraian

‘’Sekarang sudah tidak tergenang,’’ kata Naim. Menurut dia, mendung masih sering menyelimuti wilayah Laren beberapa hari terakhir. Naim meminta pihak terkait untuk memercepat proses pengerjaan proyek tersebut.

‘’Pak Bupati kemarin minta Desember nanti sudah selesai. Sebab mengingat curah hujan makin tinggi. Khawatir kalau air tinggi, proyek belum selesai, kan bisa mengganggu,’’ tukasnya.

Sebelumnya terdapat ada empat pintu air di DAS Bengawan Solo Desa Plangwot. Kini, ditambah lagi satu pintu air di sisi timur. Kapasitas satu pintu air tambahan sama seperti pintu air sebelumnya.

‘’Selain pintu air, informasinya juga ada pembangunan plengsengan di sisi kanan – kiri,’’ jelas Naim.  Seperti diberitakan, sejumlah desa di Laren yang berada di pinggir DAS Bengawan Solo selalu menjadi langganan banjir. Musim hujan lalu, banjir melanda tujuh desa. 

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Lamongan Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

‘’Sampai sekarang Laren masih aman. Sempat kemarin tinggi beberapa hari, tapi sekarang sudah jauh turun,’’ katanya. Dia menuturkan, tambahan sudetan ini untuk mengatasi ketika ada air tinggi kiriman dari barat hulu. Air bisa langsung terbuang ke sudetan menuju laut melalui Sedayulawas.

  ‘’Jadi fungsinya nanti untuk mempercepat pembuangan air ke sudetan Sedayulawas. Ketika ada air tinggi bisa cepat surut,’’ ujar Naim.

Radar Lamongan – Proyek perluasan sudetan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Plangwot, Kecamatan  Laren terus digenjot. Proyek di bawah naungan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) itu memasuki tahap akhir.

‘’Kami pantau kemarin, bawahnya sudah. Tinggal pengerjaan atap pintu air saja,’’ tutur Camat Laren M Naim kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (19/11).

Dia mengatakan, awal bulan lalu proyek sempat terganggu akibat curah hujan yang meningkat. Hal itu mengakibatkan debit air di DAS Bengawan Solo meninggi.

‘’Kemarin kan sempat air tinggi. Kemudian pintu dibuka dan jalan alternatif tergenang,’’ imbuh Naim saat dikonfirmasi via ponsel. Namun, selama dua minggu tidak turun hujan, debit air DAS Bengawan Solo surut.

Baca Juga :  Masalah Sampah Menjadi Kian Buruk

‘’Sekarang sudah tidak tergenang,’’ kata Naim. Menurut dia, mendung masih sering menyelimuti wilayah Laren beberapa hari terakhir. Naim meminta pihak terkait untuk memercepat proses pengerjaan proyek tersebut.

‘’Pak Bupati kemarin minta Desember nanti sudah selesai. Sebab mengingat curah hujan makin tinggi. Khawatir kalau air tinggi, proyek belum selesai, kan bisa mengganggu,’’ tukasnya.

Sebelumnya terdapat ada empat pintu air di DAS Bengawan Solo Desa Plangwot. Kini, ditambah lagi satu pintu air di sisi timur. Kapasitas satu pintu air tambahan sama seperti pintu air sebelumnya.

‘’Selain pintu air, informasinya juga ada pembangunan plengsengan di sisi kanan – kiri,’’ jelas Naim.  Seperti diberitakan, sejumlah desa di Laren yang berada di pinggir DAS Bengawan Solo selalu menjadi langganan banjir. Musim hujan lalu, banjir melanda tujuh desa. 

Baca Juga :  Home Care Service, Pelayanan Cepat untuk Masyarakat Lamongan

‘’Sampai sekarang Laren masih aman. Sempat kemarin tinggi beberapa hari, tapi sekarang sudah jauh turun,’’ katanya. Dia menuturkan, tambahan sudetan ini untuk mengatasi ketika ada air tinggi kiriman dari barat hulu. Air bisa langsung terbuang ke sudetan menuju laut melalui Sedayulawas.

  ‘’Jadi fungsinya nanti untuk mempercepat pembuangan air ke sudetan Sedayulawas. Ketika ada air tinggi bisa cepat surut,’’ ujar Naim.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/