alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Sulit Mencari Direktur PDAM, Belum Ada Mendaftar Hingga Sekarang

KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro bakal lama tidak memiliki nahkoda. Sebab, belum ada pendaftar untuk melamar sebagai calon direktur salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonego hingga minggu (19/11).

Padahal, pengumuman secara terbuka sudah dibuka sejak tiga hari lalu. Pengumuman lowongan jabatan itu untuk pelaksanaan seleksi yang kedua, atau mengulang seleksi yang sudah digelar sebelumnya. Karena pendaftar sebelumnya dinilai belum memenuhi kualifikasi. ‘’Belum ada yang mendaftar sampai hari ini (kemarin, red),’’  ujar Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi kemarin.

Dia mengatakan, syarat untuk calon direktur PDAM ini memang sangat ketat. Sesuai peraturan menteri dalam negeri (permendagri) nomor 2 tahun 2007 tentang organ dan personel PDAM. Pada pasal 3 permendagri tersebut, kata dia, calon atau pendaftar minimal harus bergelar sarjana (S1). Juga memiliki pengalaman kerja mengelola PDAM minimal 10 tahun, jika calon dari PDAM  sendiri.

Baca Juga :  Pagi Ini, Jamaah Haji Tiba di Tuban

Jika dari luar PDAM syarat pengalaman kerja minimal 15 tahun yang dibuktikan dengan surat dari perusahaan sebelumnya dengan pertimbangan yang baik. ‘’Juga telah melewati pelatihan pengelolaan air minum secara internasional atau luar negeri yang telah terakreditasi. Ini dibuktikan dengan sertifikasi atau gelar,’’ tambahnya.

Dia berharap banyak pendaftar yang melamar, sehingga banyak pilihan. Terutama pendaftar dari lokal Bojonegoro. ‘’Harapannya seperti itu. Namun, penilaian tetap fair,’’ katanya. 

Meski demikian, dari internal PDAM sulit mendapatkan calon direktur yang mumpuni. Kendala yang dihadapi adalah sangat jarang pegawai di internal PDAM yang punya kualifikasi atau bersertifikat internasional pengelolaan air minum. Padahal, itu menjadi salah satu syarat.

Baca Juga :  Empat Kepala OPD Dijabat Plt

Karena masih ada waktu, dia berharap pegawai di PDAM ada yang ikut sertifikasi tersebut. ‘’Kami targetkan Desember nanti sudah punya direktur baru. Artinya masih ada waktu ini harus dimanfaatkan,’’ katanya. 

Diberitakan sebelumnya, seleksi diputuskan diulang. Sebab, pendaftar yang sudah diseleksi dinilai belum memenuhi kualifikasi. Pemkab membuka pendaftaran lagi untuk mencari calon yang sesuai kreteria.

KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro bakal lama tidak memiliki nahkoda. Sebab, belum ada pendaftar untuk melamar sebagai calon direktur salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonego hingga minggu (19/11).

Padahal, pengumuman secara terbuka sudah dibuka sejak tiga hari lalu. Pengumuman lowongan jabatan itu untuk pelaksanaan seleksi yang kedua, atau mengulang seleksi yang sudah digelar sebelumnya. Karena pendaftar sebelumnya dinilai belum memenuhi kualifikasi. ‘’Belum ada yang mendaftar sampai hari ini (kemarin, red),’’  ujar Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi kemarin.

Dia mengatakan, syarat untuk calon direktur PDAM ini memang sangat ketat. Sesuai peraturan menteri dalam negeri (permendagri) nomor 2 tahun 2007 tentang organ dan personel PDAM. Pada pasal 3 permendagri tersebut, kata dia, calon atau pendaftar minimal harus bergelar sarjana (S1). Juga memiliki pengalaman kerja mengelola PDAM minimal 10 tahun, jika calon dari PDAM  sendiri.

Baca Juga :  Fraksi Sampaikan Pandangan Umum

Jika dari luar PDAM syarat pengalaman kerja minimal 15 tahun yang dibuktikan dengan surat dari perusahaan sebelumnya dengan pertimbangan yang baik. ‘’Juga telah melewati pelatihan pengelolaan air minum secara internasional atau luar negeri yang telah terakreditasi. Ini dibuktikan dengan sertifikasi atau gelar,’’ tambahnya.

Dia berharap banyak pendaftar yang melamar, sehingga banyak pilihan. Terutama pendaftar dari lokal Bojonegoro. ‘’Harapannya seperti itu. Namun, penilaian tetap fair,’’ katanya. 

Meski demikian, dari internal PDAM sulit mendapatkan calon direktur yang mumpuni. Kendala yang dihadapi adalah sangat jarang pegawai di internal PDAM yang punya kualifikasi atau bersertifikat internasional pengelolaan air minum. Padahal, itu menjadi salah satu syarat.

Baca Juga :  Jabatan Pengawas dan Komisaris Kosong 

Karena masih ada waktu, dia berharap pegawai di PDAM ada yang ikut sertifikasi tersebut. ‘’Kami targetkan Desember nanti sudah punya direktur baru. Artinya masih ada waktu ini harus dimanfaatkan,’’ katanya. 

Diberitakan sebelumnya, seleksi diputuskan diulang. Sebab, pendaftar yang sudah diseleksi dinilai belum memenuhi kualifikasi. Pemkab membuka pendaftaran lagi untuk mencari calon yang sesuai kreteria.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/