alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Terapkan Protokol Covid-19, Siap Bangkit dan Melayani Masyarakat

Radar Bojonegoro – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Klinik Mata dr. Haryo memberikan pelayanan kepada pasien. Mengingat kebutuhan pasien akan pengobatan. Sehingga, kini Klinik Mata Dr. Haryo siap sepenuhnya melayani pasien di masa pandemi Covid-19.

dr. Haryo Bagus Trenggono, Sp.M mengatakan, sempat menutup pelayanan saat awal pandemi meluas sekitar akhir Maret lalu. Baik itu pelayanan poliklinik maupun operasi. Namun, mulai 6 April, pihaknya kembali membuka pelayanan. Namun, baru poliklinik saja.

‘’Masa penutupan itu guna mempersiapkan protokol kesehatan untuk pelayanan poliklinik. Karena kebutuhan protokol untuk poli tidak seketat seperti operasi. Jadi kami hanya membuka poliklinik saja dan untuk operasi berhenti total,” katanya kemarin (19/10).

Merujuk anjuran dari perhimpunan dokter mata, pihaknya disarankan tidak menerima layanan operasi. Apalagi saat awal pandemi Covid-19 seluruh masyarakat disarankan menghindari periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan sementara waktu. Kecuali keadaan darurat.

Seiring berjalannya waktu, perhimpunan dokter mata memperbolehkan menerima layanan operasi. Dengan catatan menerapkan protokol kesehatan. Baik seluruh karyawan hingga dokter di kliniknya serta pasien.

Baca Juga :  Panen Bagus, Diminati hingga Jakarta Semarang

‘’Memasuki Juni, kami mempersiapkan SOP dan protokol baru untuk operasi,” ujar dia. Menurut dia, protokol diterapkan saat operasi meliputi penggunaan APD level tiga dan hazmat tenaga kesehatan.

‘’Itu untuk kami (di klinik). Sementara untuk pasien, kami melakukan rapid test sebanyak dua kali sebelum operasi dan melihat riwayat perjalanan pasien,” tandasnya. Upaya itu diperlukan agar pihaknya memastikan kondisi pasien kaitannya kemungkinan terpapar Covid-19.

Sebab, sebagian besar pasien di klinik mata merupakan pasien lansia dengan komorbit seperti kencing manis, darah tinggi, dan lainnya. Sementara kaitannya protokoler di poliklinik, dr. Haryo menambahkan karyawannya menggunakam APD level dua, masker dobel, dan pakaian pengaman lainnya. Itu mulai lokasi pendaftaran hingga pemeriksaan.

‘’Kami juga melakukan rapid test secara berkala kepada seluruh karyawan dan dokter. Satu bulan sekali. Khusus saya pribadi swab test satu bulan sekali,” terang dia. Seluruh rangkaian protokoler itu, Klinik Mata dr. Haryo telah menerapkan upaya berganda demi keamanan dan keselamatan seluruh pihak. Baik itu karyawan dan dokter hingga pasien.

Baca Juga :  Ajak Warga Sadar Pentingnya Olahraga

‘’Mulai masuk klinik hingga ke ruangan (baik poliklinik hingga operasi), pasien melakukan cuci tangan selama tiga kali. Juga menerapkan protokol kesehatan lainnya,” katanya. Sebab, kliniknya bisa melayani operasi katarak dengan fakoemulsifikasi. Satu-satunya klinik mata di Bojonegoro punya alat tersebut. Artinya tanpa jahitan dan minim risiko. Sehingga dengan alat ini pasien bisa langsung pulang, tanpa opname.

‘’Pasien bisa merasakan manfaat operasi setelah pulang. Tanpa menunggu hitungan hari,” jelasnya. Bertepatan Hari Jadi Bojonegoro ke 343, dr. Haryo berharap ke depannya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bojonegoro semakin menurun dan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 kian bertambah. Agar pelayanan kesehatan bisa berjalan normal.

‘’Mengingat adanya ketakutan di masyarakat untuk berobat di tengah pandemi ini. Padahal tujuan mereka juga ingin sembuh. Intinya harapan terbaik untuk semuanya,” tutur dia.

Radar Bojonegoro – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Klinik Mata dr. Haryo memberikan pelayanan kepada pasien. Mengingat kebutuhan pasien akan pengobatan. Sehingga, kini Klinik Mata Dr. Haryo siap sepenuhnya melayani pasien di masa pandemi Covid-19.

dr. Haryo Bagus Trenggono, Sp.M mengatakan, sempat menutup pelayanan saat awal pandemi meluas sekitar akhir Maret lalu. Baik itu pelayanan poliklinik maupun operasi. Namun, mulai 6 April, pihaknya kembali membuka pelayanan. Namun, baru poliklinik saja.

‘’Masa penutupan itu guna mempersiapkan protokol kesehatan untuk pelayanan poliklinik. Karena kebutuhan protokol untuk poli tidak seketat seperti operasi. Jadi kami hanya membuka poliklinik saja dan untuk operasi berhenti total,” katanya kemarin (19/10).

Merujuk anjuran dari perhimpunan dokter mata, pihaknya disarankan tidak menerima layanan operasi. Apalagi saat awal pandemi Covid-19 seluruh masyarakat disarankan menghindari periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan sementara waktu. Kecuali keadaan darurat.

Seiring berjalannya waktu, perhimpunan dokter mata memperbolehkan menerima layanan operasi. Dengan catatan menerapkan protokol kesehatan. Baik seluruh karyawan hingga dokter di kliniknya serta pasien.

Baca Juga :  Tewas Tersambar Petir saat Panen Padi

‘’Memasuki Juni, kami mempersiapkan SOP dan protokol baru untuk operasi,” ujar dia. Menurut dia, protokol diterapkan saat operasi meliputi penggunaan APD level tiga dan hazmat tenaga kesehatan.

‘’Itu untuk kami (di klinik). Sementara untuk pasien, kami melakukan rapid test sebanyak dua kali sebelum operasi dan melihat riwayat perjalanan pasien,” tandasnya. Upaya itu diperlukan agar pihaknya memastikan kondisi pasien kaitannya kemungkinan terpapar Covid-19.

Sebab, sebagian besar pasien di klinik mata merupakan pasien lansia dengan komorbit seperti kencing manis, darah tinggi, dan lainnya. Sementara kaitannya protokoler di poliklinik, dr. Haryo menambahkan karyawannya menggunakam APD level dua, masker dobel, dan pakaian pengaman lainnya. Itu mulai lokasi pendaftaran hingga pemeriksaan.

‘’Kami juga melakukan rapid test secara berkala kepada seluruh karyawan dan dokter. Satu bulan sekali. Khusus saya pribadi swab test satu bulan sekali,” terang dia. Seluruh rangkaian protokoler itu, Klinik Mata dr. Haryo telah menerapkan upaya berganda demi keamanan dan keselamatan seluruh pihak. Baik itu karyawan dan dokter hingga pasien.

Baca Juga :  Realisasi PKH Terlambat

‘’Mulai masuk klinik hingga ke ruangan (baik poliklinik hingga operasi), pasien melakukan cuci tangan selama tiga kali. Juga menerapkan protokol kesehatan lainnya,” katanya. Sebab, kliniknya bisa melayani operasi katarak dengan fakoemulsifikasi. Satu-satunya klinik mata di Bojonegoro punya alat tersebut. Artinya tanpa jahitan dan minim risiko. Sehingga dengan alat ini pasien bisa langsung pulang, tanpa opname.

‘’Pasien bisa merasakan manfaat operasi setelah pulang. Tanpa menunggu hitungan hari,” jelasnya. Bertepatan Hari Jadi Bojonegoro ke 343, dr. Haryo berharap ke depannya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bojonegoro semakin menurun dan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 kian bertambah. Agar pelayanan kesehatan bisa berjalan normal.

‘’Mengingat adanya ketakutan di masyarakat untuk berobat di tengah pandemi ini. Padahal tujuan mereka juga ingin sembuh. Intinya harapan terbaik untuk semuanya,” tutur dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/