alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Ngeri! Empat Hari Hilang, Bocah ini Ternyata Dimutilasi

TUBAN – Setelah empat hari menghilang, Muhammad Arifin, 6, siswa kelas 1 SDN Tanggulangin 2 Montong kemarin (19/10) sore ditemukan tak bernyawa.

Kondisinya mengenaskan. Dia tewas dengan kedua tangan terpotong hingga pangkal lengan.

Korban ditemukan di bawah tempat tidur rumah Saridi yang juga warga desa setempat. Dia adalah bapak Wasito, 33, pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Terungkapnya pembunuhan tersebut bermula dari bau busuk yang menyengat dari kamar Wasito.

Saridi yang mencium bau busuk tersebut kemudian mengecek dan menemukan sumber bau dari jasad korban yang masih mengenakan seragam sekolah putih merah dan bersatu hitam.

Posisi mayat Arifin telentang. Posisi kepalanya miring ke kiri. Di atas kepala korban ditemukan seutas tali rafia warna abu-abu yang membentuk tali jeratan.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti apakah tali tersebut digunakan untuk mengeksekusi korban. 

Baca Juga :  Satu Lajur Tak Bisa Dilewati, Awas Sore Sering Macet

Arifin meninggalkan sekolah pada jam istirahat sekitar pukul 09.00. Semula, dia bermain kelereng dengan sejumlah temannya di halaman sekolah.

Karena kalah, dia bermaksud pulang mengambil uang untuk beli kelerang.

Hingga pelajaran berakhir, Arifin tidak juga kembali ke sekolah dan tas sekolahnya masih di atas bangkunya.

Karena dikira tak kembali ke sekolah, tas korban dibawa salah satu temannya yang masih kerabat.

Dalam perjalanan pulang inilah, bocah ini bertemu dengan Wasito dan terjadilah pembunuhan sadis tersebut.

Belum diketahui pasti latar belakang pelaku membantai korbannya. Begitu juga lokasi korban dieksekusi. 

Kapolsek Montong AKP Noersento saat dikonfirmasi tadi malam, membenarkan ditemukanya Arifin, bocah yang hilang dalam kondisi tidak bernyawa.

Hanya, dia tidak mengurai kronologi pembunuhan tersebut. ‘’Ini masih di TKP (tempat kejadian perkara),’’ jawab dia singkat ketika dihubungi sekitar pukul 19.15. 

Baca Juga :  Gelapkan Mobil, Diamankan

Sebelum ditemukan, kemarin pagi wartawan koran menemui Samijo, 57, dan Watini, 45, bapak dan ibu Arifin di rumahnya.

Samijo mengatakan, meski umurnya baru enam tahun, anaknya selalu mandiri. Sepulang sekolah, dia langsung menyusul ke ladang yang tak jauh dari rumahnya.

‘’Makanya, kami sangat terkejut saat pulang dari sawah, tak mendapati anak di rumah,’’ tuturnya, saat itu. 

Mulanya, petani ini mengira anaknya main ke rumah  temannya. Namun, setelah mendatangi satu per satu rumah temannya dan tidak menemukan, dia mulai panik. 

Samijo dan keluarganya tak henti-hentinya berdoa agar anaknya pulang dengan selamat. ‘’Semoga anak saya tidak kenapa-kenapa, dan segera ketemu,’’ tutur dia. 

Upaya pencairan yang melibatkan keluarga korban dan warga sudah dilakukan.

TUBAN – Setelah empat hari menghilang, Muhammad Arifin, 6, siswa kelas 1 SDN Tanggulangin 2 Montong kemarin (19/10) sore ditemukan tak bernyawa.

Kondisinya mengenaskan. Dia tewas dengan kedua tangan terpotong hingga pangkal lengan.

Korban ditemukan di bawah tempat tidur rumah Saridi yang juga warga desa setempat. Dia adalah bapak Wasito, 33, pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Terungkapnya pembunuhan tersebut bermula dari bau busuk yang menyengat dari kamar Wasito.

Saridi yang mencium bau busuk tersebut kemudian mengecek dan menemukan sumber bau dari jasad korban yang masih mengenakan seragam sekolah putih merah dan bersatu hitam.

Posisi mayat Arifin telentang. Posisi kepalanya miring ke kiri. Di atas kepala korban ditemukan seutas tali rafia warna abu-abu yang membentuk tali jeratan.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti apakah tali tersebut digunakan untuk mengeksekusi korban. 

Baca Juga :  Perbaikan Gedung Pemkab Bojonegoro Dianggarkan Rp 6,9 Miliar

Arifin meninggalkan sekolah pada jam istirahat sekitar pukul 09.00. Semula, dia bermain kelereng dengan sejumlah temannya di halaman sekolah.

Karena kalah, dia bermaksud pulang mengambil uang untuk beli kelerang.

Hingga pelajaran berakhir, Arifin tidak juga kembali ke sekolah dan tas sekolahnya masih di atas bangkunya.

Karena dikira tak kembali ke sekolah, tas korban dibawa salah satu temannya yang masih kerabat.

Dalam perjalanan pulang inilah, bocah ini bertemu dengan Wasito dan terjadilah pembunuhan sadis tersebut.

Belum diketahui pasti latar belakang pelaku membantai korbannya. Begitu juga lokasi korban dieksekusi. 

Kapolsek Montong AKP Noersento saat dikonfirmasi tadi malam, membenarkan ditemukanya Arifin, bocah yang hilang dalam kondisi tidak bernyawa.

Hanya, dia tidak mengurai kronologi pembunuhan tersebut. ‘’Ini masih di TKP (tempat kejadian perkara),’’ jawab dia singkat ketika dihubungi sekitar pukul 19.15. 

Baca Juga :  Gelapkan Mobil, Diamankan

Sebelum ditemukan, kemarin pagi wartawan koran menemui Samijo, 57, dan Watini, 45, bapak dan ibu Arifin di rumahnya.

Samijo mengatakan, meski umurnya baru enam tahun, anaknya selalu mandiri. Sepulang sekolah, dia langsung menyusul ke ladang yang tak jauh dari rumahnya.

‘’Makanya, kami sangat terkejut saat pulang dari sawah, tak mendapati anak di rumah,’’ tuturnya, saat itu. 

Mulanya, petani ini mengira anaknya main ke rumah  temannya. Namun, setelah mendatangi satu per satu rumah temannya dan tidak menemukan, dia mulai panik. 

Samijo dan keluarganya tak henti-hentinya berdoa agar anaknya pulang dengan selamat. ‘’Semoga anak saya tidak kenapa-kenapa, dan segera ketemu,’’ tutur dia. 

Upaya pencairan yang melibatkan keluarga korban dan warga sudah dilakukan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/