alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tingkatkan Literasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat

BUDAYA literasi terus digalakkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Beragam lomba digelar mempe­ringati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Mem­baca tersebut. Yakni, mewarnai, puisi, melukis caping, bercerita, resensi buku dan mendongeng. Peser­ta­nya, anak didik kelompok bermain (KB), TK, SD, SMP, SMA, serta masyarakat umum.

Lomba yang berlangsung di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Tuban, Jalan Sunan Kalijaga tersebut dibuka bupati Fathul Huda, Selasa (17/9). Lomba-lomba ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir kemarin (19/9).

Hadir sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Tuban, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari masing-masing lembaga pendidikan di Bumi Wali.

Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono mengatakan, budaya membaca dan berkunjung ke perpustakaan mulai luntur. Padahal, membaca sangatlah penting untuk asupan ilmu, wawasan, dan informasi.

Baca Juga :  Pemain Asing Persela Belum Tercatat Bankesbangpol

Untuk menggalakkan budaya membaca, lanjut Joko, instansinya melakukan berbagai upaya. ‘’Dengan kegiatan ini saya ingin kembali mengenalkan perpustakaan kepada para pelajar, pemuda, dan khu­susnya  masyarakat Tuban. Saya ber­harap setelah ini timbul kembali budaya mem­baca dan berkunjung ke per­pustakaan,’’ ucapnya.

Dijelaskan Joko, perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, kea­dilan, keprofesionalan, keterbukaan keterukuran, dan kemitraan. Menurut dia, hal tersebut me­nun­jukkan perpusta­kaan mengem­ban amanah sebagai tempat pembe­lajaran. Dan, pembelajaran se­panjang hayat merupakan kata kunci dalam pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. ‘’Perpustakaan dapat mengambil alih peran, bukan hanya sebagai pusat informasi saja. Perpustakaan juga dapat bertransformasi menjadi tempat dalam pengembangan diri masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Coblosan, KIP Emil Unggul Di berbagai Lembaga Survei

Bupati Fathul Huda mengapresiasi kegiatan yang digelar dispersip. Dika­takan bupati, kegiatan tersebut mem­fasilitasi para pelajar dan ma­syarakat umum untuk menunjukkan karyanya dalam lomba yang diikuti. Menurut dia, kegiatan tahu­nan tersebut juga dapat memotivasi pelajar, pemuda, dan masyarakat umum untuk terus berkarya. ‘’Saya sangat mengapresisasi atas diselenggarakannya kegiatan ini,’’ ungkapnya.

Dia juga berharap disperip untuk lebih meningkatkan pelayanan sarana prasarana di perpustakaan. Tak kalah pentingnya, mengingatkan untuk lebih selektif dalam menyeleksi buku-buku di perpustakaan sebelum diedarkan. ‘’Dengan meningkatkan pelayanan dan sarana prasarana kepada masyarakat, gerakan literasi ini dapat meningkat. Saya juga minta di perpustakaan daerah ini semua bukunya bersih dari konten ideologi radikalisme yang sekarang ini marak di daerah lain,’’ harapnya. (rif)

BUDAYA literasi terus digalakkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Beragam lomba digelar mempe­ringati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Mem­baca tersebut. Yakni, mewarnai, puisi, melukis caping, bercerita, resensi buku dan mendongeng. Peser­ta­nya, anak didik kelompok bermain (KB), TK, SD, SMP, SMA, serta masyarakat umum.

Lomba yang berlangsung di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Tuban, Jalan Sunan Kalijaga tersebut dibuka bupati Fathul Huda, Selasa (17/9). Lomba-lomba ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir kemarin (19/9).

Hadir sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Tuban, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari masing-masing lembaga pendidikan di Bumi Wali.

Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono mengatakan, budaya membaca dan berkunjung ke perpustakaan mulai luntur. Padahal, membaca sangatlah penting untuk asupan ilmu, wawasan, dan informasi.

Baca Juga :  Lihai Lirik Peluang Usaha, Gadis ini Pilih Jualan Seblak Hits

Untuk menggalakkan budaya membaca, lanjut Joko, instansinya melakukan berbagai upaya. ‘’Dengan kegiatan ini saya ingin kembali mengenalkan perpustakaan kepada para pelajar, pemuda, dan khu­susnya  masyarakat Tuban. Saya ber­harap setelah ini timbul kembali budaya mem­baca dan berkunjung ke per­pustakaan,’’ ucapnya.

Dijelaskan Joko, perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, kea­dilan, keprofesionalan, keterbukaan keterukuran, dan kemitraan. Menurut dia, hal tersebut me­nun­jukkan perpusta­kaan mengem­ban amanah sebagai tempat pembe­lajaran. Dan, pembelajaran se­panjang hayat merupakan kata kunci dalam pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. ‘’Perpustakaan dapat mengambil alih peran, bukan hanya sebagai pusat informasi saja. Perpustakaan juga dapat bertransformasi menjadi tempat dalam pengembangan diri masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Coblosan, KIP Emil Unggul Di berbagai Lembaga Survei

Bupati Fathul Huda mengapresiasi kegiatan yang digelar dispersip. Dika­takan bupati, kegiatan tersebut mem­fasilitasi para pelajar dan ma­syarakat umum untuk menunjukkan karyanya dalam lomba yang diikuti. Menurut dia, kegiatan tahu­nan tersebut juga dapat memotivasi pelajar, pemuda, dan masyarakat umum untuk terus berkarya. ‘’Saya sangat mengapresisasi atas diselenggarakannya kegiatan ini,’’ ungkapnya.

Dia juga berharap disperip untuk lebih meningkatkan pelayanan sarana prasarana di perpustakaan. Tak kalah pentingnya, mengingatkan untuk lebih selektif dalam menyeleksi buku-buku di perpustakaan sebelum diedarkan. ‘’Dengan meningkatkan pelayanan dan sarana prasarana kepada masyarakat, gerakan literasi ini dapat meningkat. Saya juga minta di perpustakaan daerah ini semua bukunya bersih dari konten ideologi radikalisme yang sekarang ini marak di daerah lain,’’ harapnya. (rif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/