alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Soeyono Hadi Sisakan Sidang di Pengadilan Tipikor

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Soeyono Hadi, PNS yang bertugas di Kecamatan Kapas tak lama lagi akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Tersangka dugaan korupsi pajak bumi bangunan (PBB) Kecamatan Kapas 2014-2015 itu usai menjalani pemeriksaan tahap dua oleh tim jaksa penuntut.

“Berkas BAP (berita acara pemeriksaan) Soeyono Hadi sudah tahap dua. Dan kami limpahkan ke PN Tipikor Surabaya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan.

Menurut Fauzan, setelah pelimpahan berkas, tim jaksa penuntut umum (JPU) tinggal menunggu jadwal sidang. Kejari juga sudah menunjuk tim jaksa penuntut yang menyusun rencana dakwaan (rendak). “Nanti JPU-nya Pak Dekri, Bu Endah, dan Bi Nuraini,” bebernya.

Baca Juga :  PKS Isyaratkan Gabung Demokrat

Soeyono Hadi ditahan sejak 30 Juli 2019. Kapasitas tersangka merupakan mantan koordinator penerima PBB Kecamatan Kapas. Dia diduga melanggar pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebab, setoran PBB dari Kecamatan Kapas itu digunakan sendiri oleh tersangka, tidak disalurkan ke negara.

Jumlah dugaan korupsi PBB Kecamatan Kapas 2014-2015 sekitar Rp 346 juta. Rinciannya, pada 2014 di antaranya Desa Tanjungharjo Rp 18 juta, Bendo Rp 19,8 juta, dan Desa Bangilan Rp 6,9 juta. Sedangkan pada 2015, yakni di Desa Wedi Rp 33 juta, Tanjungharjo Rp 123 juta, Bendo Rp 106 juta, dan Desa Tapelan Rp 37 juta. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp 346 juta. “Jumlah kerugian negara tersebut sudah termasuk denda dua persen,” katanya.

Baca Juga :  Operasi Zebra Dilaksanakan 2 Minggu, Incar Siswa Yang Tak Miliki SIM

Sementara itu, sebelumnya tersangka sudah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 271 juta. Jadi masih sisa Rp 75 juta. Pengembalian uang tersebut tentunya akan dijadikan pertimbangan hukum di persidangan.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Soeyono Hadi, PNS yang bertugas di Kecamatan Kapas tak lama lagi akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Tersangka dugaan korupsi pajak bumi bangunan (PBB) Kecamatan Kapas 2014-2015 itu usai menjalani pemeriksaan tahap dua oleh tim jaksa penuntut.

“Berkas BAP (berita acara pemeriksaan) Soeyono Hadi sudah tahap dua. Dan kami limpahkan ke PN Tipikor Surabaya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan.

Menurut Fauzan, setelah pelimpahan berkas, tim jaksa penuntut umum (JPU) tinggal menunggu jadwal sidang. Kejari juga sudah menunjuk tim jaksa penuntut yang menyusun rencana dakwaan (rendak). “Nanti JPU-nya Pak Dekri, Bu Endah, dan Bi Nuraini,” bebernya.

Baca Juga :  PKS Isyaratkan Gabung Demokrat

Soeyono Hadi ditahan sejak 30 Juli 2019. Kapasitas tersangka merupakan mantan koordinator penerima PBB Kecamatan Kapas. Dia diduga melanggar pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebab, setoran PBB dari Kecamatan Kapas itu digunakan sendiri oleh tersangka, tidak disalurkan ke negara.

Jumlah dugaan korupsi PBB Kecamatan Kapas 2014-2015 sekitar Rp 346 juta. Rinciannya, pada 2014 di antaranya Desa Tanjungharjo Rp 18 juta, Bendo Rp 19,8 juta, dan Desa Bangilan Rp 6,9 juta. Sedangkan pada 2015, yakni di Desa Wedi Rp 33 juta, Tanjungharjo Rp 123 juta, Bendo Rp 106 juta, dan Desa Tapelan Rp 37 juta. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp 346 juta. “Jumlah kerugian negara tersebut sudah termasuk denda dua persen,” katanya.

Baca Juga :  Kekerasan Seksual pada Anak Marak,¬†Sebulan Terdeteksi Empat Kasus¬†

Sementara itu, sebelumnya tersangka sudah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 271 juta. Jadi masih sisa Rp 75 juta. Pengembalian uang tersebut tentunya akan dijadikan pertimbangan hukum di persidangan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/