alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Diduga Korupsi DD, Kades Glagahwangi Ditahan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lagi-lagi oknum kepala desa (kades) tersandung perkara korupsi. Setelah Kades Sumberejo, Kecamatan Trucuk Syaikul Alim ditahan, kini disusul Kades Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras Haris Abu Riyanto dijebloskan ke tahanan.

Haris Abu Riyanto ditahan Senin (16/9) diduga terkait pengelolaan anggaran dana desa (DD). Praktis, dalam dua minggu ini Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bojonegoro menahan tiga tersangka perkara korupsi. Satunya, mantan Kepala Desa Pragelan, Kecamatan Gondang Totok Sudarminto, pada 13 September lalu. 

Namun, ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro mengonfirmasi Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, belum berkomentar banyak. Kapolres meminta untuk bersabar menunggu proses penyidikan hingga berkas berita acara pemeriksaan (BAP) lengkap atau P-21.

Nanti, apabila berkas sudah lengkap akan dirilis. Tak hanya merilis Kades Glagahwangi saja, namun juga merilis Kades Sumberejo Kentong. “Sabar. Kami persiapkan dulu karena sekarang masih proses penyidikan. Nanti kalau sudah lengkap akan kami rilis,” ujar perwira kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Pasar Hewan Banjarejo Dipindah di Desa Kedungbondo

Hal senada diungkapkan Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldy Hangga Putra. Saat ini belum berani banyak berkomentar. Karena saat ini proses penyidikan. Apabila nanti berkas sudah P-21 tentunya akan dirilis.

Sementara itu, Camat Sugihwaras Soemarsono mengungkapkan, telah menerima surat pemberitahuan penahanan tersangka Kades Glagahwangi Senin (16/9) sore. Surat pemberitahuan ditujukan kepada bupati, pihaknya hanya tembusan.

Menurut sepengetahuannya, dugaan korupsi DD tersebut awalnya berdasarkan temuan dari Inspektorat Bojonegoro. Lalu diselidiki polres. “Namun, terkait dana apa dan anggaran tahun berapa, saya kurang tahu. Jumlah kerugian negaranya berapa juga tidak tahu,” ujar pria yang sebelumnya bertugas di inspektorat itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Djuwana Poerwiyanto juga menerima tembusan surat terkait penahanan Kades Glagahwangi dan Kades Sumberejo. Pihaknya segera menindaklanjuti terkait kekosongan kades tersebut. Ia mengimbau kepada camat agar segera menunjuk Plt kades.

“Kalau menunjuk Pj (penjabat) kades, tentunya dibutuhkan SK (surat keputusan) dari bupati terlebih dahulu. Kalau saat ini harus segera tunjuk Plt. Bisa sekdes atau ASN di kecamatan,” terangnya.

Baca Juga :  Punya Banyak Koleksi Radio dan Antena

Salah satu jaksa yang bertugas di pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Dekri Wahyudi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dugaan korupsi Kades Glagahwangi dari kepolisian.

Ia menambahkan tersangka tersandung dugaan korupsi DD. “Tapi kami belum tahu tersangka itu ditahan atau belum. Namun kami sudah terima SPDP dari penyidik Polres Bojonegoro,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Januari 2019 lalu Polres Bojonegoro mulai melakukan penyelidikan terhadap Kades Glagahwangi. Sebab, ada surat pernyataan dari Kades Glagahwangi yang berjanji akan membayar anggaran 2018 yang belum terealisasi tersebut sebelum tanggal 20 Januari 2019. Adapun surat pernyataan itu tertanggal Jumat 28 Desember 2018.

Di surat pernyataan itu tertulis bahwa apabila yang bersangkutan melanggar pernyataan, siap dituntut secara hukum yang berlaku. Surat pernyataan itu diketahui dan ditandatangani Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Glagahwangi. Kades Glagahwangi, dan ketua RT 03. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lagi-lagi oknum kepala desa (kades) tersandung perkara korupsi. Setelah Kades Sumberejo, Kecamatan Trucuk Syaikul Alim ditahan, kini disusul Kades Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras Haris Abu Riyanto dijebloskan ke tahanan.

Haris Abu Riyanto ditahan Senin (16/9) diduga terkait pengelolaan anggaran dana desa (DD). Praktis, dalam dua minggu ini Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bojonegoro menahan tiga tersangka perkara korupsi. Satunya, mantan Kepala Desa Pragelan, Kecamatan Gondang Totok Sudarminto, pada 13 September lalu. 

Namun, ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro mengonfirmasi Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, belum berkomentar banyak. Kapolres meminta untuk bersabar menunggu proses penyidikan hingga berkas berita acara pemeriksaan (BAP) lengkap atau P-21.

Nanti, apabila berkas sudah lengkap akan dirilis. Tak hanya merilis Kades Glagahwangi saja, namun juga merilis Kades Sumberejo Kentong. “Sabar. Kami persiapkan dulu karena sekarang masih proses penyidikan. Nanti kalau sudah lengkap akan kami rilis,” ujar perwira kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Habis Kebanjiran, Keluhkan Linu

Hal senada diungkapkan Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldy Hangga Putra. Saat ini belum berani banyak berkomentar. Karena saat ini proses penyidikan. Apabila nanti berkas sudah P-21 tentunya akan dirilis.

Sementara itu, Camat Sugihwaras Soemarsono mengungkapkan, telah menerima surat pemberitahuan penahanan tersangka Kades Glagahwangi Senin (16/9) sore. Surat pemberitahuan ditujukan kepada bupati, pihaknya hanya tembusan.

Menurut sepengetahuannya, dugaan korupsi DD tersebut awalnya berdasarkan temuan dari Inspektorat Bojonegoro. Lalu diselidiki polres. “Namun, terkait dana apa dan anggaran tahun berapa, saya kurang tahu. Jumlah kerugian negaranya berapa juga tidak tahu,” ujar pria yang sebelumnya bertugas di inspektorat itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Djuwana Poerwiyanto juga menerima tembusan surat terkait penahanan Kades Glagahwangi dan Kades Sumberejo. Pihaknya segera menindaklanjuti terkait kekosongan kades tersebut. Ia mengimbau kepada camat agar segera menunjuk Plt kades.

“Kalau menunjuk Pj (penjabat) kades, tentunya dibutuhkan SK (surat keputusan) dari bupati terlebih dahulu. Kalau saat ini harus segera tunjuk Plt. Bisa sekdes atau ASN di kecamatan,” terangnya.

Baca Juga :  Pasar Hewan Banjarejo Dipindah di Desa Kedungbondo

Salah satu jaksa yang bertugas di pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Dekri Wahyudi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dugaan korupsi Kades Glagahwangi dari kepolisian.

Ia menambahkan tersangka tersandung dugaan korupsi DD. “Tapi kami belum tahu tersangka itu ditahan atau belum. Namun kami sudah terima SPDP dari penyidik Polres Bojonegoro,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Januari 2019 lalu Polres Bojonegoro mulai melakukan penyelidikan terhadap Kades Glagahwangi. Sebab, ada surat pernyataan dari Kades Glagahwangi yang berjanji akan membayar anggaran 2018 yang belum terealisasi tersebut sebelum tanggal 20 Januari 2019. Adapun surat pernyataan itu tertanggal Jumat 28 Desember 2018.

Di surat pernyataan itu tertulis bahwa apabila yang bersangkutan melanggar pernyataan, siap dituntut secara hukum yang berlaku. Surat pernyataan itu diketahui dan ditandatangani Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Glagahwangi. Kades Glagahwangi, dan ketua RT 03. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/