alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Jadikan RS Unggul, Siapkan SDM yang Unggul

RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) berhasil meraih juara I kompetisi penatalaksanaan kegawatdaruratan (RED Battle Competition) yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Ahli Emergency Indonesia (PERDAMSI)  dalam rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-3 di Malang, 13-17 September 2017. 

RED dalam RED Battle merupakan singkatan dari Resuscitation on Emergencies and Disaster. Suatu prosedur pada scenario pre-hospital dan kebencanaan yang dilakukan oleh tim secara cepat, tepat, dan sistematis dengan kerjasama antarpersonal, dengan kepemimpinan yang jelas untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam manajemen pasien di fase pre-hospital. 

Selain untuk melakukan resusitasi secara baik, pada scenario pre-hospital dan kebencanaan, sering dihadapkan dengan minimnya tenaga penolong, keterbatasan alat dan moda transportasi dibandingkan banyaknya jumlah korban. Sehingga, diperlukan kerjasama yang baik lintas sektoral. Baik dari first responder (polisi, pemadam kebakaran, masyarakat sekitar) dengan tenaga kesehatan. Baik mereka yang terjun ke lokasi kejadian maupun yang berada di rumah sakit. 

Keberhasilan prosedur resusitasi pada pasien kritis sangat ditentukan beberapa faktor. Yakni, tersedianya sarana dan prasarana memadai. Juga, sumber daya manusia (dokter dan perawat) yang harus selalu diperbarui baik aspek pengetahuan dan ketrampilan. Sehingga mampu memutuskan dan melakukan suatu intervensi kritis untuk menyelamatkan pasien. 

Baca Juga :  Suporter Berulah Siap Bayar Denda

Salah satu upaya untuk menjaga kemampuan tim resusitasi dalam mencapai dan mempertahakan kompetensi standar adalah rutin melakukan kompetisi seperti ini. 

Salah satu agenda acara PIT ke-3 PERDAMSI yang bertema “Strengthening Pre Hospital Emergency Care For Better Disaster Response” ini, kompetisi antarrumah sakit di Indonesia. Kompetisi ini berfokus kepada penguatan layanan gawat darurat prarumah sakit. Kompetisi ini diikuti perwakilan rumah sakit di Indonesia. Kompetisi tersebut berhasil dimenangi RSML sebagai juara I. Diikuti RSUD dr Iskak Tulungagung dan RS PKU Jogjakarta sebagai juara 3. 

Tim yang dikirim RSML terdiri atas seorang  dokter dan 2 perawat. Mereka adalah dr. Thanthawy Jauhary, Slamet Hera Yunata, dan Agus Yulianto. 

‘’Untuk menjadi RS yang unggul, RSML serius dalam menyiapkan SDM yang unggul, melalui pelatihan di internal dan eksternal RSML untuk selalu update ilmu khususnya dalam bidang kegawatdaruratan,” kata Umi Aliyah, Direktur RSML. 

Baca Juga :  Dansatgas TMMD 106 Kodim Cilacap, Lihat Langsung Aktivitas Warga Desa

Prestasi ini merupakan rangkaian langkah dalam mencapai salah satu misi RSML, yakni ‘’Membangun Rumah Sakit Pusat Kegawatdaruratan Berstandar Internasional’’.

Dalam kompetisi tersebut, juga dihadiri Prof. Dr. dr. Aryono D Pusponegoro SpB (K) BD (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Dia menjelaskan peran Muhammadiyah dalam dunia kegawatdaruratan Indonesia. 

‘’KH Ahmad Dahlan adalah inisiator pertama emergency modern Indonesia. Beliau menginisiasi penanganan gawat darurat prarumah sakit, UGD, sistem rujukan, sampai dengan tim deploy (berupa medical team dan management support) melalui konsep Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO),’’ jelasnya. 

Sebagai pengejawantahan konsep PKO, RSML menunjukkan implementasi nyata dalam serangkaian program Muhammadiyah untuk penguatan kapasitas masyarakat di bidang kegawatdaruratan. Sebagai salah satu komitmen tersebut, membentuk unit khusus, Komite Kesehatan Bencana (KKB) yang menjadi motor penggerak di bidang kegawatdaruratan dan bencana.

RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) berhasil meraih juara I kompetisi penatalaksanaan kegawatdaruratan (RED Battle Competition) yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Ahli Emergency Indonesia (PERDAMSI)  dalam rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-3 di Malang, 13-17 September 2017. 

RED dalam RED Battle merupakan singkatan dari Resuscitation on Emergencies and Disaster. Suatu prosedur pada scenario pre-hospital dan kebencanaan yang dilakukan oleh tim secara cepat, tepat, dan sistematis dengan kerjasama antarpersonal, dengan kepemimpinan yang jelas untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam manajemen pasien di fase pre-hospital. 

Selain untuk melakukan resusitasi secara baik, pada scenario pre-hospital dan kebencanaan, sering dihadapkan dengan minimnya tenaga penolong, keterbatasan alat dan moda transportasi dibandingkan banyaknya jumlah korban. Sehingga, diperlukan kerjasama yang baik lintas sektoral. Baik dari first responder (polisi, pemadam kebakaran, masyarakat sekitar) dengan tenaga kesehatan. Baik mereka yang terjun ke lokasi kejadian maupun yang berada di rumah sakit. 

Keberhasilan prosedur resusitasi pada pasien kritis sangat ditentukan beberapa faktor. Yakni, tersedianya sarana dan prasarana memadai. Juga, sumber daya manusia (dokter dan perawat) yang harus selalu diperbarui baik aspek pengetahuan dan ketrampilan. Sehingga mampu memutuskan dan melakukan suatu intervensi kritis untuk menyelamatkan pasien. 

Baca Juga :  Para Mantan Teroris Upacara HUT Ke-72 RI Bersama Polres Lamongan 

Salah satu upaya untuk menjaga kemampuan tim resusitasi dalam mencapai dan mempertahakan kompetensi standar adalah rutin melakukan kompetisi seperti ini. 

Salah satu agenda acara PIT ke-3 PERDAMSI yang bertema “Strengthening Pre Hospital Emergency Care For Better Disaster Response” ini, kompetisi antarrumah sakit di Indonesia. Kompetisi ini berfokus kepada penguatan layanan gawat darurat prarumah sakit. Kompetisi ini diikuti perwakilan rumah sakit di Indonesia. Kompetisi tersebut berhasil dimenangi RSML sebagai juara I. Diikuti RSUD dr Iskak Tulungagung dan RS PKU Jogjakarta sebagai juara 3. 

Tim yang dikirim RSML terdiri atas seorang  dokter dan 2 perawat. Mereka adalah dr. Thanthawy Jauhary, Slamet Hera Yunata, dan Agus Yulianto. 

‘’Untuk menjadi RS yang unggul, RSML serius dalam menyiapkan SDM yang unggul, melalui pelatihan di internal dan eksternal RSML untuk selalu update ilmu khususnya dalam bidang kegawatdaruratan,” kata Umi Aliyah, Direktur RSML. 

Baca Juga :  Wujudkan Pelayanan Kesehatan Secara Maksimal

Prestasi ini merupakan rangkaian langkah dalam mencapai salah satu misi RSML, yakni ‘’Membangun Rumah Sakit Pusat Kegawatdaruratan Berstandar Internasional’’.

Dalam kompetisi tersebut, juga dihadiri Prof. Dr. dr. Aryono D Pusponegoro SpB (K) BD (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Dia menjelaskan peran Muhammadiyah dalam dunia kegawatdaruratan Indonesia. 

‘’KH Ahmad Dahlan adalah inisiator pertama emergency modern Indonesia. Beliau menginisiasi penanganan gawat darurat prarumah sakit, UGD, sistem rujukan, sampai dengan tim deploy (berupa medical team dan management support) melalui konsep Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO),’’ jelasnya. 

Sebagai pengejawantahan konsep PKO, RSML menunjukkan implementasi nyata dalam serangkaian program Muhammadiyah untuk penguatan kapasitas masyarakat di bidang kegawatdaruratan. Sebagai salah satu komitmen tersebut, membentuk unit khusus, Komite Kesehatan Bencana (KKB) yang menjadi motor penggerak di bidang kegawatdaruratan dan bencana.

Artikel Terkait

Most Read

Menikmati Sunset di Pantai

Senin Jadwal Tuntutan

Akhirnya Warga Sepakat Damai

Artikel Terbaru


/