alexametrics
23 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Songsong Pembelajaran Tatap Muka, Vaksinasi Pelajar Baru 5,25 Persen

Radar Lamongan – Vaksin yang diberikan bagi pelajar tidak bebas. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan Abdullah Wasian mengatakan, remaja hanya mendapatkan vaksin Sinovac. “Sesuai arahan Kementrian Kesehatan begitu. Jadi kami di lapangan hanya menyesuaikan,” ujarnya.

Secara umum, capaian vaksinasi remaja rentan usia mulai 12 tahun juga masih jauh dari harapan. Dari sasaran proyeksi 112.246 remaja, baru terealisasi 5.894 remaja. Jika dipersentase, maka hanya sekitar 5,25 persen.

Wasian beralasan, capaian vaksinasi remaja masih rendah karena program tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Selain itu, kiriman dosis vaksin ke masing-masing daerah tidak tentu setiap minggunya. Petugas harus membagi vaksin dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Coach Iwan Setiawan Nilai Semua Tim Sudah Siap

Menurut dia, secara global, target vaksinasi yang ditetapkan minimal 70 persen dari sasaran proyeksi. Saat ini, masih 18,38 persen. Khusus vaksinasi pelajar dan mahasiswa, lanjut dia, tujuannya menyongsong pembelajaran tatap muka. Minimal juga 70 persen dari sasaran lembaga pendidikan.

Wasian menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi tetap menyesuaikan jumlah dosis yang dikirim. Vaksin yang dikirim setiap seminggu ke masing-masing kabupaten, selanjutnya disebar ke fasilitas pelayanan kesehatan. Wasian mengatakan, saat ini tersisa 4.029 dosis vaksin pertama, dan 20.306 dosis vaksin kedua. Sementara sisa vaksin booster bagi nakes tersisa 2.992 dosis.

Sementara itu, sekolah masih kesulitan memenuhi target vaksinasi 70 persen. Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setya Rahayu mengatakan, di lembaganya ada 1.025 sasaran vaksin. Dari jumlah sasaran itu, 675 siswa sudah mendapatkan vaksin. Sementara 350 siswa lainnya menunggu ketersediaan vaksin berikutnya.

Baca Juga :  SN Berharap Tiga Temannya Serahkan Diri

Menurut Yayuk, sebagian besar siswa sudah berani divaksin. Meskipun, masih ada yang menolak. Dia menuturkan, kewajiban guru dalam memberikan edukasi ke anak. Apalagi tujuan pemerintah mendahulukan vaksinasi pelajar untuk persiapan simulasi pembelajaran. Sehingga antara tenaga pendidik dan siswa sudah terbentuk kekebalan tubuh. “Alhamdulillah ada program vaksinasi pelajar, supaya proses pembelajaran lebih tenang dan aman,” katanya. 

Radar Lamongan – Vaksin yang diberikan bagi pelajar tidak bebas. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan Abdullah Wasian mengatakan, remaja hanya mendapatkan vaksin Sinovac. “Sesuai arahan Kementrian Kesehatan begitu. Jadi kami di lapangan hanya menyesuaikan,” ujarnya.

Secara umum, capaian vaksinasi remaja rentan usia mulai 12 tahun juga masih jauh dari harapan. Dari sasaran proyeksi 112.246 remaja, baru terealisasi 5.894 remaja. Jika dipersentase, maka hanya sekitar 5,25 persen.

Wasian beralasan, capaian vaksinasi remaja masih rendah karena program tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Selain itu, kiriman dosis vaksin ke masing-masing daerah tidak tentu setiap minggunya. Petugas harus membagi vaksin dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Rekor, Dua Hari Ada 69 Perceraian di Bojonegoro

Menurut dia, secara global, target vaksinasi yang ditetapkan minimal 70 persen dari sasaran proyeksi. Saat ini, masih 18,38 persen. Khusus vaksinasi pelajar dan mahasiswa, lanjut dia, tujuannya menyongsong pembelajaran tatap muka. Minimal juga 70 persen dari sasaran lembaga pendidikan.

Wasian menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi tetap menyesuaikan jumlah dosis yang dikirim. Vaksin yang dikirim setiap seminggu ke masing-masing kabupaten, selanjutnya disebar ke fasilitas pelayanan kesehatan. Wasian mengatakan, saat ini tersisa 4.029 dosis vaksin pertama, dan 20.306 dosis vaksin kedua. Sementara sisa vaksin booster bagi nakes tersisa 2.992 dosis.

Sementara itu, sekolah masih kesulitan memenuhi target vaksinasi 70 persen. Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setya Rahayu mengatakan, di lembaganya ada 1.025 sasaran vaksin. Dari jumlah sasaran itu, 675 siswa sudah mendapatkan vaksin. Sementara 350 siswa lainnya menunggu ketersediaan vaksin berikutnya.

Baca Juga :  Sandalnya Dibalut Batik Motif Jati dan Salak

Menurut Yayuk, sebagian besar siswa sudah berani divaksin. Meskipun, masih ada yang menolak. Dia menuturkan, kewajiban guru dalam memberikan edukasi ke anak. Apalagi tujuan pemerintah mendahulukan vaksinasi pelajar untuk persiapan simulasi pembelajaran. Sehingga antara tenaga pendidik dan siswa sudah terbentuk kekebalan tubuh. “Alhamdulillah ada program vaksinasi pelajar, supaya proses pembelajaran lebih tenang dan aman,” katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/