alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tunggu Musim Hujan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pergantian pohon rusak belum bisa dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan. Meskipun, alokasi anggarannya ada. 

 “Ada alokasinya meski tidak banyak, disesuaikan juga yang paling mendesak,” ujar Kasi Pertamanan Dinas Perkim Lamongan, Khusaini. 

Menurut dia, tambal sulam pohon alokasinya sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut untuk mengkover seluruh kegiatan di seksi pertamanan. Misalnya, sekitar tugu batas Gresik-Lamongan, median jalan, dan tanaman di jalan kabupaten. 

Menurut dia, semua titik pohon yang mati akan dianalisa. Jika ada space untuk ditanami, maka diprioritaskan. Pohon penggantinya tahun ini tebubuya, trembesi, spatodea, bungur, dan tanjung. Jenis pohon tersebut dinilai akarnya tidak merusak lingkungan.  

Baca Juga :  Tak Ada Pilihan Kecuali Menang

Selama ini, sebagian pohon dan tanaman mudah mati. Khusaini mengaku, jumlah petugas yang menyiram terbatas. Mereka harus mengkover seluruh tanaman milik pemerintah. Saat kemarau, kondisi cadangan air juga minim. Sehingga dia berusaha agar pemeliharaan tetap jalan dan memaksimalkan tenaga yang ada.  Proses tambal sulam hanya dilakukan saat musim hujan. Ketika kemarau, hanya pemeliharaan.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pergantian pohon rusak belum bisa dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan. Meskipun, alokasi anggarannya ada. 

 “Ada alokasinya meski tidak banyak, disesuaikan juga yang paling mendesak,” ujar Kasi Pertamanan Dinas Perkim Lamongan, Khusaini. 

Menurut dia, tambal sulam pohon alokasinya sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut untuk mengkover seluruh kegiatan di seksi pertamanan. Misalnya, sekitar tugu batas Gresik-Lamongan, median jalan, dan tanaman di jalan kabupaten. 

Menurut dia, semua titik pohon yang mati akan dianalisa. Jika ada space untuk ditanami, maka diprioritaskan. Pohon penggantinya tahun ini tebubuya, trembesi, spatodea, bungur, dan tanjung. Jenis pohon tersebut dinilai akarnya tidak merusak lingkungan.  

Baca Juga :  Ikasmada Susun Pengurus Baru

Selama ini, sebagian pohon dan tanaman mudah mati. Khusaini mengaku, jumlah petugas yang menyiram terbatas. Mereka harus mengkover seluruh tanaman milik pemerintah. Saat kemarau, kondisi cadangan air juga minim. Sehingga dia berusaha agar pemeliharaan tetap jalan dan memaksimalkan tenaga yang ada.  Proses tambal sulam hanya dilakukan saat musim hujan. Ketika kemarau, hanya pemeliharaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/