alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Meluas, Kawasan Kekeringan di Tuban

TUBAN, Radar Tuban – Kekeringan akibat dampak puncak musim kemarau di Tuban meluas. Setelah tujuh desa pada tiga kecamatan melaporkan kekeringan di wilayahnya, kekeringan meluas di dua kecamatan lain. Terbanyak di Kecamatan Montong. Di kecamatan ini tercatat empat desa terdampak. Yakni, Nguluhan, Bringin, Sumurgung, dan Maindu. Berikutnya, Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban melaporkan, kekeringan terparah di Desa Nguluhan, Kecamatan Montong. Warga terdampak mencapai 584 kepala keluarga (KK) yang tersebar pada Dusun Krajan dan Dusun Kedungjero. 

Terparah berikutnya di Dusun Gempol, Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding yang melanda 450 KK. 

Koordinator Pengkajian Bantuan Pasca Bencana (Jitupasna) BPBD Tuban Friendy Setiawan mengatakan, kekeringan pada tiga desa lain,  Bringin, Sumurgung, dan Maindu, ketiganya di Kecamatan Montong masih dalam kategori aman. Meski sejumlah mata air mengering, kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi. Kekeringan di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek sudah teratasi dengan keberadaan Hipam.

Baca Juga :  Ironis, Produksi Tinggi, Serapan Bulog Malah Turun

Freddy sapaan akrabnya menambahkan, dari laporan lima desa kekeringan tersebut, baru Desa Genaharjo (Kecamatan Semanding) dan Desa Nguluhan (Kecamatan Montong) yang mendesak dropping air bersih. Dua desa tersebut memiliki sumber mata air terdekat berjarak sekitar dua kilometer (km) dari pemukiman warga. ‘’Untuk desa lain kami masih melakukan assessment keperluan air bersih,’’ jelas dia.

Itu berarti total desa kekeringan di Tuban sementara ini tersebar pada 12 desa pada  lima kecamatan. Sebelumnya, tujuh desa yang melaporkan kekeringan Desa Ngandong dan Desa Grabagan (Kecamatan Grabagan), Desa Dagangan (Kecamatan Parengan), Desa Sidonganti dan Desa Gaji (Kecamatan Kerek). Kemudian, Desa Sembung dan Pacing, keduanya di Kecamatan Parengan.

Baca Juga :  Ketergantungan DBHCT Dinilai Buruk

TUBAN, Radar Tuban – Kekeringan akibat dampak puncak musim kemarau di Tuban meluas. Setelah tujuh desa pada tiga kecamatan melaporkan kekeringan di wilayahnya, kekeringan meluas di dua kecamatan lain. Terbanyak di Kecamatan Montong. Di kecamatan ini tercatat empat desa terdampak. Yakni, Nguluhan, Bringin, Sumurgung, dan Maindu. Berikutnya, Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban melaporkan, kekeringan terparah di Desa Nguluhan, Kecamatan Montong. Warga terdampak mencapai 584 kepala keluarga (KK) yang tersebar pada Dusun Krajan dan Dusun Kedungjero. 

Terparah berikutnya di Dusun Gempol, Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding yang melanda 450 KK. 

Koordinator Pengkajian Bantuan Pasca Bencana (Jitupasna) BPBD Tuban Friendy Setiawan mengatakan, kekeringan pada tiga desa lain,  Bringin, Sumurgung, dan Maindu, ketiganya di Kecamatan Montong masih dalam kategori aman. Meski sejumlah mata air mengering, kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi. Kekeringan di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek sudah teratasi dengan keberadaan Hipam.

Baca Juga :  Air Bengawan Solo Tak Layak Konsumsi

Freddy sapaan akrabnya menambahkan, dari laporan lima desa kekeringan tersebut, baru Desa Genaharjo (Kecamatan Semanding) dan Desa Nguluhan (Kecamatan Montong) yang mendesak dropping air bersih. Dua desa tersebut memiliki sumber mata air terdekat berjarak sekitar dua kilometer (km) dari pemukiman warga. ‘’Untuk desa lain kami masih melakukan assessment keperluan air bersih,’’ jelas dia.

Itu berarti total desa kekeringan di Tuban sementara ini tersebar pada 12 desa pada  lima kecamatan. Sebelumnya, tujuh desa yang melaporkan kekeringan Desa Ngandong dan Desa Grabagan (Kecamatan Grabagan), Desa Dagangan (Kecamatan Parengan), Desa Sidonganti dan Desa Gaji (Kecamatan Kerek). Kemudian, Desa Sembung dan Pacing, keduanya di Kecamatan Parengan.

Baca Juga :  Sering Tergenang, Bangun Drainase 581 Meter

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/