alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Guru Harus Siap Disebar

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerataan guru menyusul sistem zonasi mulai dikaji. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro masih proses koordinasi pembuatan aturan baku. Upaya ini setelah Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) berencana menerapkan pemerataan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Khuzaini mengatakan, kebijakan tersebut masih dalam proses koordinasi pembuatan aturan baku. Sehingga, untuk rencana penerapannya masih menunggu regulasi resmi dari Kemendikbud.

’’Terkait zonasi guru sampai saat ini belum ada regulasinya,” katanya kemarin (19/8).

Selain meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, menurut Khuzaini, juga langkah adanya penggelembungan baik guru PNS ataupun honorer dalam satu sekolah. Apalagi kekurangan guru terjadi di sejumlah sekolah. Terutama SD kekurangan 2.443 guru.

Baca Juga :  Radar Bojonegoro CFD Makin Seru dan Heboh 

’’Nanti kalau sudah ada aturan dan permendikbud kita tinggal mengikuti saja,” ucap pria menjabat sekretaris disdik.

- Advertisement -

Menurut dia, baik guru PNS atau honorer akan disebar merata dan seimbang dalam satu sekolah. Semua pihak harus siap jika mendapat instruksi dari pusat. Namun, semua itu akan dilakukan sesuai hasil koordinasi serta pemetaan kebutuhan guru.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Bojonegoro Moh. Ardi menambahkan, sudah menerima rencana mutasi guru sesuai zonasi. Hal ini dampak kondisi kekurangan guru. Khususnya kondisi jumlah PNS yang semakin berkurang.

’’Sebab, PNS pada dua sampai tiga tahun ke depan akan semakin banyak yang pensiun,” kata Kepala SDN 1 Prayungan, Kecamatan Sumberrejo itu.

Baca Juga :  Terinspirasi Karya Lukis dari Luar Negeri

Sehingga, dengan mendapat tenaga tambahan dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pihaknya juga memetakan jumlah honorer. Misalkan dalam satu sekolah jumlah honorernya banyak, tentu akan disebar.

’’Hal ini akan segera dilaksanakan, namun masih menunggu regulasi resminya,” jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerataan guru menyusul sistem zonasi mulai dikaji. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro masih proses koordinasi pembuatan aturan baku. Upaya ini setelah Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan (Kemendikbud) berencana menerapkan pemerataan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Khuzaini mengatakan, kebijakan tersebut masih dalam proses koordinasi pembuatan aturan baku. Sehingga, untuk rencana penerapannya masih menunggu regulasi resmi dari Kemendikbud.

’’Terkait zonasi guru sampai saat ini belum ada regulasinya,” katanya kemarin (19/8).

Selain meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, menurut Khuzaini, juga langkah adanya penggelembungan baik guru PNS ataupun honorer dalam satu sekolah. Apalagi kekurangan guru terjadi di sejumlah sekolah. Terutama SD kekurangan 2.443 guru.

Baca Juga :  Selamat setelah Tiga Jam Terombang-Ambing Ombak

’’Nanti kalau sudah ada aturan dan permendikbud kita tinggal mengikuti saja,” ucap pria menjabat sekretaris disdik.

- Advertisement -

Menurut dia, baik guru PNS atau honorer akan disebar merata dan seimbang dalam satu sekolah. Semua pihak harus siap jika mendapat instruksi dari pusat. Namun, semua itu akan dilakukan sesuai hasil koordinasi serta pemetaan kebutuhan guru.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Bojonegoro Moh. Ardi menambahkan, sudah menerima rencana mutasi guru sesuai zonasi. Hal ini dampak kondisi kekurangan guru. Khususnya kondisi jumlah PNS yang semakin berkurang.

’’Sebab, PNS pada dua sampai tiga tahun ke depan akan semakin banyak yang pensiun,” kata Kepala SDN 1 Prayungan, Kecamatan Sumberrejo itu.

Baca Juga :  Gereja Berlakukan 50 Persen Jemaat

Sehingga, dengan mendapat tenaga tambahan dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pihaknya juga memetakan jumlah honorer. Misalkan dalam satu sekolah jumlah honorernya banyak, tentu akan disebar.

’’Hal ini akan segera dilaksanakan, namun masih menunggu regulasi resminya,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/