alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Gubernur Tunjuk Abimanyu Jadi Pj Sekda

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro tampaknya mendapat teguran keras dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendadak menunjuk Abimanyu Poncoatmojo sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro.

Penunjukan ini sekaligus menggantikan Pj sekda sebelumnya yang dijabat Yayan Rohman. Abimanyu sendiri merupakan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro. Serta, pejabat Pemprov Jatim, kelahiran Bojonegoro.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jatim Anom Surahno mengatakan, penunjukan itu sudah sesuai regulasi. Mengacu UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 03/2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), ternyata masa jabatan Pj sekda hanya tiga  bulan. Dan, bisa diperpanjang maksimal enam bulan.

Namun, Pemkab Bojonegoro tak kunjung mengganti Pj Sekda Yayan Rohman setelah menjabat sekitar 15 bulan. Terhitung mulai Maret 2018 sampai Juli 2019. Yayan diangkat menjadi Pj Sekda, saat Bupati Suyoto masih menjabat.

Baca Juga :  Ujian Berlipat Produsen Tahu, Menghadapi Pandemi & Kedelai Impor Mahal

’’Gubernur terpaksa mengganti Pj Sekda Bojonegoro karena tak ada progres dari bupati,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (19/7).

Menurut dia, penunjukan Pj sekda sepenuhnya menjadi kewenangan pemprov. Sesuai regulasinya, Pj sekda setiap tiga bulan harus dievaluasi. Dan paling lama menjabat enam bulan.

Penggantian ini, kata Anom, sapaannya, untuk menjalankan regulasi. Dan memperlancar pemerintahan yang saat ini sedang berjalan. ’’Penunjukan Kepala Bakorwil terdekat itu bukan atas usulan Bupati Bojonegoro,’’ tegasnya.

Pj sekda yang ditunjuk gubernur, kata Anom, memiliki tugas untuk melakukan seleksi sekda definitif. Teknisnya membuat panitia seleksi (pansel) atas persetujuan bupati.

Lalu, pansel membuat rundown kegiatan lelang jabatan. Mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, dan tahapan terakhir tes wawancara. Dari proses seleksi itu, diambil tiga besar dan diajukan ke Bupati Bojonegoro untuk diusulkan ke Gubernur Jatim.

Baca Juga :  Pelajar Sendirian Habisi Nyawa Pacarnya

’’Kemudian gubernur melanjutkan ke menteri untuk mendapat persetujuan,’’ jelasnya.

Pembentukan pansel, menurut Anom, sesuai regulasinya terdiri beberapa unsur. Di antaranya perwakilan Pemprov Jatim, akademisi, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan tokoh di daerah. Jumlahnya minimal 5, maksimal 9 personel.

Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin membenarkan jika ada penggantian Pj sekda. Dia mendapatkan informasi mendadak kemarin. Dan untuk penjadwalan juga mendadak. Seharusnya, pengambilan sumpah jabatan digelar siang, ternyata diundur tadi malam.

’’Info dari Pak Asisten I (Djoko Lukito) memang ditunda malam. Alasannya tanyakan ke beliau,’’ ujarnya.

Sementara itu, Djoko Lukito membenarkan adanya penundaan pelantikan tersebut. Namun, pihaknya enggan menjelaskan sebab penundaan itu. ’’Ya ditunda malam,’’ ujarnya via ponsel.

Abimanyu membenarkan jika pihaknya ditunjuk oleh Gubernur untuk memegang amanah sebagai Pj sekda. ’’Terima kasih ya,’’ singkatnya via pesan pendek.

Yayan Rohman juga belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro tampaknya mendapat teguran keras dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendadak menunjuk Abimanyu Poncoatmojo sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro.

Penunjukan ini sekaligus menggantikan Pj sekda sebelumnya yang dijabat Yayan Rohman. Abimanyu sendiri merupakan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro. Serta, pejabat Pemprov Jatim, kelahiran Bojonegoro.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jatim Anom Surahno mengatakan, penunjukan itu sudah sesuai regulasi. Mengacu UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 03/2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), ternyata masa jabatan Pj sekda hanya tiga  bulan. Dan, bisa diperpanjang maksimal enam bulan.

Namun, Pemkab Bojonegoro tak kunjung mengganti Pj Sekda Yayan Rohman setelah menjabat sekitar 15 bulan. Terhitung mulai Maret 2018 sampai Juli 2019. Yayan diangkat menjadi Pj Sekda, saat Bupati Suyoto masih menjabat.

Baca Juga :  Ujian Berlipat Produsen Tahu, Menghadapi Pandemi & Kedelai Impor Mahal

’’Gubernur terpaksa mengganti Pj Sekda Bojonegoro karena tak ada progres dari bupati,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (19/7).

Menurut dia, penunjukan Pj sekda sepenuhnya menjadi kewenangan pemprov. Sesuai regulasinya, Pj sekda setiap tiga bulan harus dievaluasi. Dan paling lama menjabat enam bulan.

Penggantian ini, kata Anom, sapaannya, untuk menjalankan regulasi. Dan memperlancar pemerintahan yang saat ini sedang berjalan. ’’Penunjukan Kepala Bakorwil terdekat itu bukan atas usulan Bupati Bojonegoro,’’ tegasnya.

Pj sekda yang ditunjuk gubernur, kata Anom, memiliki tugas untuk melakukan seleksi sekda definitif. Teknisnya membuat panitia seleksi (pansel) atas persetujuan bupati.

Lalu, pansel membuat rundown kegiatan lelang jabatan. Mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, dan tahapan terakhir tes wawancara. Dari proses seleksi itu, diambil tiga besar dan diajukan ke Bupati Bojonegoro untuk diusulkan ke Gubernur Jatim.

Baca Juga :  Pegawai Terpapar Covid, Lima Hari Pengadilan Agama Tunda Persidangan

’’Kemudian gubernur melanjutkan ke menteri untuk mendapat persetujuan,’’ jelasnya.

Pembentukan pansel, menurut Anom, sesuai regulasinya terdiri beberapa unsur. Di antaranya perwakilan Pemprov Jatim, akademisi, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan tokoh di daerah. Jumlahnya minimal 5, maksimal 9 personel.

Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin membenarkan jika ada penggantian Pj sekda. Dia mendapatkan informasi mendadak kemarin. Dan untuk penjadwalan juga mendadak. Seharusnya, pengambilan sumpah jabatan digelar siang, ternyata diundur tadi malam.

’’Info dari Pak Asisten I (Djoko Lukito) memang ditunda malam. Alasannya tanyakan ke beliau,’’ ujarnya.

Sementara itu, Djoko Lukito membenarkan adanya penundaan pelantikan tersebut. Namun, pihaknya enggan menjelaskan sebab penundaan itu. ’’Ya ditunda malam,’’ ujarnya via ponsel.

Abimanyu membenarkan jika pihaknya ditunjuk oleh Gubernur untuk memegang amanah sebagai Pj sekda. ’’Terima kasih ya,’’ singkatnya via pesan pendek.

Yayan Rohman juga belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/