alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Beli Seribu Pil Koplo, Dituntut Enam Tahun

KOTA – Dengan badan dan wajah yang dipenuhi tato, Abdul Wasi’ Luthfianto alias Bolet, 19, hanya bisa menunduk ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kusmi membacakan tuntutan pidana baginya kemarin (19/7) di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

JPU menuntut pria asal Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro itu dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyebut Bolet melakukan transaksi narkotika golongan satu bukan tanaman. Terdakwa dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.

‘’Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat satu UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Serta pasal 197 jo pasal 106 ayat satu UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,’’ kata JPU.

Baca Juga :  Sosialisasikan Antinarkoba, Bentuk Ganskala

Menurut dia, perbuatan Bolet tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Meski demikian, Bolet dinilai bersikap sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak mengulanginya lagi.

Majelis hakim M. Aunur Rofiq, Ery Acoka Bharata, dan Jantiani Longli Naetasi memberi kesempatan bagi Bolet untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dari Posbakum. ‘’Mohon waktu satu minggu untuk menyusun pembelaan tertulis Yang Mulia,’’ jawab Ida Susanti, penasihat hokum terdakwa.

Bolet mendapatkan barang haram tersebut dari Gilang Adi Sasongko yang turut menjadi terdakwa dalam kasus narkotika. Dia membeli pil double L yang disebutnya jajan Rp 1,5 juta. Pil koplo itu kemudian dijualnya lagi dalam bentuk eceran Rp 35 ribu per tik (sepuluh butir). Selain itu, terdakwa juga membeli dua klip sabu seberat 1,1 gram. Namun, sabu itu belum dibayar karena Bolet tidak memiliki uang. Bolet diringkus pihak kepolisian di tempat pemakaman umum (TPU) desanya.

Baca Juga :  Sulit Prediksi Capaian BPHTB

Sidang kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan tertulis.

KOTA – Dengan badan dan wajah yang dipenuhi tato, Abdul Wasi’ Luthfianto alias Bolet, 19, hanya bisa menunduk ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kusmi membacakan tuntutan pidana baginya kemarin (19/7) di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

JPU menuntut pria asal Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro itu dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyebut Bolet melakukan transaksi narkotika golongan satu bukan tanaman. Terdakwa dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.

‘’Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat satu UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Serta pasal 197 jo pasal 106 ayat satu UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,’’ kata JPU.

Baca Juga :  Sarankan Jadi Agenda Wajib

Menurut dia, perbuatan Bolet tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Meski demikian, Bolet dinilai bersikap sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak mengulanginya lagi.

Majelis hakim M. Aunur Rofiq, Ery Acoka Bharata, dan Jantiani Longli Naetasi memberi kesempatan bagi Bolet untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dari Posbakum. ‘’Mohon waktu satu minggu untuk menyusun pembelaan tertulis Yang Mulia,’’ jawab Ida Susanti, penasihat hokum terdakwa.

Bolet mendapatkan barang haram tersebut dari Gilang Adi Sasongko yang turut menjadi terdakwa dalam kasus narkotika. Dia membeli pil double L yang disebutnya jajan Rp 1,5 juta. Pil koplo itu kemudian dijualnya lagi dalam bentuk eceran Rp 35 ribu per tik (sepuluh butir). Selain itu, terdakwa juga membeli dua klip sabu seberat 1,1 gram. Namun, sabu itu belum dibayar karena Bolet tidak memiliki uang. Bolet diringkus pihak kepolisian di tempat pemakaman umum (TPU) desanya.

Baca Juga :  Detail di Perencanaan, Kunci Sukses

Sidang kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan tertulis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/