alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Sawah Tambak Terancam Gagal Panen

DEKET – Kekurangan air tidak hanya dialami petani tembakau, namun juga dikeluhkan petani sawah tambak di kawasan Bengawan Jero Lamongan. Kalau tidak segera mendapat pasokan air, areal tanaman padi di lahan sawah tambah terancam gagal panen. Kawasan Bengawan Jero meliputi lima wilayah kecamatan. Yakni Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, Deket, dan Turi. ‘’Ancaman gagal panen terutama di wilayah Kecamatan Deket dan Turi,’’ kata seorang petani Deket, Junari kamis (19/7). Dia mengungkapkan, tanaman padi di sawah tambak rata-rata masih berusia 20 hari.

Sedang sangat membutuhkan air. ‘’Kalau dalam waktu 10 hingga 15 hari lagi tidak ada pasokan air, dipastikan akan banyak yang gagal panen,’’ ujarnya. Menurut dia, peluang untuk mendapat air sangat kecil. Sebab sungai-sungai yang ada, hampir semua sudah mengering. Kalaupun ada yang masih ada airnya, rata-rata yang dekat dengan bengawan Solo. ‘’Cukup mengherankan. Saat masa tanam lalu, kondisi air di sungai masih cukup. Sehingga saya berani tanam padi. Tapi kemudian air dengan cepat habis,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tidak Ingin Berlebihan, Termasuk dalam Berhias

Harapan satu-satunya untuk mendapatkan air, ujar dia, yakni dari Bengawan Solo. Sehingga para petani berharap pintu air Bengawan Solo di Melik Kecamatan Kalitengah dan Kuro Kecamatan Karangbinangun dibuka lebar, agar air Bengawan Solo bisa mengalir deras ke areal sawah tambak. ‘’Itu cara satu-satunya untuk menyelamatkan padi di areal sawah tambak saat ini,’’ tandasnya. Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Lamongan, Supandi mengaku sudah membuka pintu air Bengawan Solo di Melik Kalitengah dan Kuro Karangbinangun sejak Rabu (18/7) lalu.

Bahkan saluran airnya sudah dinormalisasi dengan bekhoe, sehingga air bisa mengalir deras ke kawasan Bengawan Jero. ‘’Pak bupati (Bupati Lamongan, Fadeli, Red) juga memerintahkan agar secepatnya mengalirkan air Bengawan Solo ke kawasan Bengawan Jero,’’ ungkapnya. Menurut dia, meski telah dibuka, tidak bisa langsung menggelontor tanaman padi di areal sawah tambak.

Baca Juga :  Belum Terkonsep, Pemasangan Baliho Semrawut

Sebab membutuhkan waktu air mengalir ke kawasan itu. ‘’Dari Bengawan Solo, air akan mengalir ke sungai-sungai yang ada di kawasan itu, misalnya Sungai Blawi. Kemudian berlanjut mengalir ke anak-anak sungai. Setelah itu baru akan masuk ke areal sawah tambak,’’ terangnya. Selainitu , tambah dia, kondisi debit air Bengawan Solo juga menentukan aliran air ke areal sawah tambak.

‘’Kalau debit Bengawan Solo kurang maksimal, tentu aliran airnya juga akan kurang maksimal mengairi areal sawah tambak,’’ ujarnya. Terkait itu, ungkapnya, bendung gerak Sembayat yang ada di perbatasan Lamongan-Gresik telah ditutup total. Agar debit air Bengawan Solo tertahan dan tidak terbuang ke laut. ‘’Mudah-mudahan upaya tersebut berhasil,’’ tukasnya

DEKET – Kekurangan air tidak hanya dialami petani tembakau, namun juga dikeluhkan petani sawah tambak di kawasan Bengawan Jero Lamongan. Kalau tidak segera mendapat pasokan air, areal tanaman padi di lahan sawah tambah terancam gagal panen. Kawasan Bengawan Jero meliputi lima wilayah kecamatan. Yakni Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, Deket, dan Turi. ‘’Ancaman gagal panen terutama di wilayah Kecamatan Deket dan Turi,’’ kata seorang petani Deket, Junari kamis (19/7). Dia mengungkapkan, tanaman padi di sawah tambak rata-rata masih berusia 20 hari.

Sedang sangat membutuhkan air. ‘’Kalau dalam waktu 10 hingga 15 hari lagi tidak ada pasokan air, dipastikan akan banyak yang gagal panen,’’ ujarnya. Menurut dia, peluang untuk mendapat air sangat kecil. Sebab sungai-sungai yang ada, hampir semua sudah mengering. Kalaupun ada yang masih ada airnya, rata-rata yang dekat dengan bengawan Solo. ‘’Cukup mengherankan. Saat masa tanam lalu, kondisi air di sungai masih cukup. Sehingga saya berani tanam padi. Tapi kemudian air dengan cepat habis,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Petikan Kelima, Harga Rp 30 Ribu Per Kilogram

Harapan satu-satunya untuk mendapatkan air, ujar dia, yakni dari Bengawan Solo. Sehingga para petani berharap pintu air Bengawan Solo di Melik Kecamatan Kalitengah dan Kuro Kecamatan Karangbinangun dibuka lebar, agar air Bengawan Solo bisa mengalir deras ke areal sawah tambak. ‘’Itu cara satu-satunya untuk menyelamatkan padi di areal sawah tambak saat ini,’’ tandasnya. Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Lamongan, Supandi mengaku sudah membuka pintu air Bengawan Solo di Melik Kalitengah dan Kuro Karangbinangun sejak Rabu (18/7) lalu.

Bahkan saluran airnya sudah dinormalisasi dengan bekhoe, sehingga air bisa mengalir deras ke kawasan Bengawan Jero. ‘’Pak bupati (Bupati Lamongan, Fadeli, Red) juga memerintahkan agar secepatnya mengalirkan air Bengawan Solo ke kawasan Bengawan Jero,’’ ungkapnya. Menurut dia, meski telah dibuka, tidak bisa langsung menggelontor tanaman padi di areal sawah tambak.

Baca Juga :  Padi Mulai Meteng, Petani Gelisah Batang Dirusak Wereng

Sebab membutuhkan waktu air mengalir ke kawasan itu. ‘’Dari Bengawan Solo, air akan mengalir ke sungai-sungai yang ada di kawasan itu, misalnya Sungai Blawi. Kemudian berlanjut mengalir ke anak-anak sungai. Setelah itu baru akan masuk ke areal sawah tambak,’’ terangnya. Selainitu , tambah dia, kondisi debit air Bengawan Solo juga menentukan aliran air ke areal sawah tambak.

‘’Kalau debit Bengawan Solo kurang maksimal, tentu aliran airnya juga akan kurang maksimal mengairi areal sawah tambak,’’ ujarnya. Terkait itu, ungkapnya, bendung gerak Sembayat yang ada di perbatasan Lamongan-Gresik telah ditutup total. Agar debit air Bengawan Solo tertahan dan tidak terbuang ke laut. ‘’Mudah-mudahan upaya tersebut berhasil,’’ tukasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/