26.4 C
Bojonegoro
Sunday, March 26, 2023

Jatah Transmigrasi Tak Sebanding Peminat

- Advertisement -

KOTA – Jatah transmigran untuk Lamongan tidak sebanding dengan peminatnya. Jumlah pendaftar ada lima kepala keluarga (KK). Sedangkan jatahnya hanya dua KK, dengan tujuan Kabupaten Muna Sulawesi Tengah. “Tahun ini jumlah pendaftar lebih dari lima KK. Tapi hanya dua KK yang bisa berangkat, sesuai kuota,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamongan, M. Kamil kamis (19/7).

Menurut Kamil, minat transmigrasi masih tinggi di Lamongan. Hal itu dikarenakan sulitnya memenuhi persyaratan lowongan kerja, sehingga para keluarga lebih memilih berangkat transmigrasi. Selain itu, kondisi ekonomi semakin berat dan mendesak. ‘’Dengan transmigrasi bisa mendapat asset tanah, yang bisa dipakai untuk peluang kerja di bidang pertanian,’’ terangnya. Dia mengungkapkan, Pemkab Lamongan sebenarnya sudah mengusahakan untuk menyediakan lapangan kerja melalui bursa kerja.

Tapi masing-masing perusahaan memiliki kriteria khusus dalam memilih tenaga kerja. ‘’Banyak yang kesulitan memenuhi persyaratan dan criteria itu,’’ ujarnya. Menurut dia, pendaftar transmigrasi rata-rata dari wilayah Lamongan selatan. Seperti, Sambeng, Modo, Mantup, dan Sukodadi. Sedangkan dari wilayah utara, yakni Paciran, Brondong, dan Laren.

Kami menambahkan, jatah transmigrasi setiap tahun berkurang. Karena pemerintah sedang fokus memperbaiki infrastruktur di luar Jawa. Tahun lalu, Lamongan mendapat jatah 5 KK, dengan tujuan kepulauan Sula Maluku Utara. Tahun ini menurun lagi, Padahal sebelumnya rata-rata mendapat jatah 15 KK. ‘’Tidak bisa dipastikan jatah transmigrasi normal kembali,’’ tukasnya

KOTA – Jatah transmigran untuk Lamongan tidak sebanding dengan peminatnya. Jumlah pendaftar ada lima kepala keluarga (KK). Sedangkan jatahnya hanya dua KK, dengan tujuan Kabupaten Muna Sulawesi Tengah. “Tahun ini jumlah pendaftar lebih dari lima KK. Tapi hanya dua KK yang bisa berangkat, sesuai kuota,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamongan, M. Kamil kamis (19/7).

Menurut Kamil, minat transmigrasi masih tinggi di Lamongan. Hal itu dikarenakan sulitnya memenuhi persyaratan lowongan kerja, sehingga para keluarga lebih memilih berangkat transmigrasi. Selain itu, kondisi ekonomi semakin berat dan mendesak. ‘’Dengan transmigrasi bisa mendapat asset tanah, yang bisa dipakai untuk peluang kerja di bidang pertanian,’’ terangnya. Dia mengungkapkan, Pemkab Lamongan sebenarnya sudah mengusahakan untuk menyediakan lapangan kerja melalui bursa kerja.

Tapi masing-masing perusahaan memiliki kriteria khusus dalam memilih tenaga kerja. ‘’Banyak yang kesulitan memenuhi persyaratan dan criteria itu,’’ ujarnya. Menurut dia, pendaftar transmigrasi rata-rata dari wilayah Lamongan selatan. Seperti, Sambeng, Modo, Mantup, dan Sukodadi. Sedangkan dari wilayah utara, yakni Paciran, Brondong, dan Laren.

Kami menambahkan, jatah transmigrasi setiap tahun berkurang. Karena pemerintah sedang fokus memperbaiki infrastruktur di luar Jawa. Tahun lalu, Lamongan mendapat jatah 5 KK, dengan tujuan kepulauan Sula Maluku Utara. Tahun ini menurun lagi, Padahal sebelumnya rata-rata mendapat jatah 15 KK. ‘’Tidak bisa dipastikan jatah transmigrasi normal kembali,’’ tukasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Fokus Belajar Mapel Kimia

Bupati Ingatkan Jangan Malas

Pengaspalan Minggu Depan


/