alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

SE Bupati Turun, Ponpes Terima Santri Lagi

Radar Lamongan – Sebagian pondok pesantren (ponpes) di Lamongan segera beraktivitas kembali. Pengembalian santri ke ponpes sudah ada mekanismenya berdasarkan surat edaran (SE) bupati setempat.

‘’SE tersebut sudah kami sampaikan kepada seluruh pengasuh ponpes di Lamongan,’’ tutur Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lamongan Yitno Utomo kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (19/6).

SE tersebut mengatur beberapa hal. Di antaranya, santri diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Bukti telah melakukan isolasi mandiri bisa melalui surat keterangan bermaterai dari kades setempat dan orang tua.

‘’Santri juga diminta membawa surat keterangan sehat dari puskesmas atau dokter. Tapi kalau tidak ada, solusi terakhirnya surat pernyataan sehat bermaterai dari orang tuanya,’’ katanya.

Baca Juga :  Bersama Teman Lebih Seru

Selain itu, lanjut dia, santri diwajibkan membawa vitamin C, madu, dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama sebulan. Menurut Yitno, imbauan lainnya, santri membawa masker, hand sanitizer, peralatan makanan ditandai dengan nama, dan sajadah tipis yang mudah untuk dicuci.

‘’Penggunaan alat transportasi bagi santri juga diatur. Sedangkan untuk pengantar tidak diperbolehkan masuk asrama,’’ imbuhnya. Ketika santri melakukan aktivitas di ponpes juga ada protokolernya.

Salah satunya, santri diwajibkan melakukan pengukuran suhu saat memasuki area ponpes. ‘’Pengasuh ponpes harus menyediakan ruang isolasi bagi santri yang suhu badannya di atas 37,5 derajad celcius,’’ imbuh Yitno.

Santri juga diminta tidak bersalaman dengan siapapun, menjaga jarak saat berinteraksi, salat, belajar, dan tidur. Santri juga tidak diperbolehkan makan dan minum di satu wadah secara bersama.

Baca Juga :  Harus Sabar, 431 Beasiswa Tugas Akhir Baru Cair di P-APBD Mendatang

Juga penggunaan pakaian, handuk, peralatan mandi, kasur harus milik sendiri. ‘’Selama pandemi ini, santri tidak keluar dari lingkungan pondok kecuali ada izin dari pengasuh,’’ tukasnya.

Proses pengembalian santri dilakukan secara bertahap. ‘’Kami memohon pengasuh ponpes menjalin kerjasama dengan tim gugus tugas Covid-19 tingkat kecamatan masing-masing,’’ imbuh Yitno.

Dia menyatakan, mayoritas ponpes kini mulai mempersiapkan diri. Diperkirakan pengembalian santri baru dilaksanakan awal bulan depan.

Sebab santri saat ini harus melakukan isolasi mandiri. ‘’Mayoritas pengasuh mengatakan jika sudah menyuruh santri melakukan isolasi. Artinya kan arahan tersebut diperhatikan,’’ ujar Yitno. 

Radar Lamongan – Sebagian pondok pesantren (ponpes) di Lamongan segera beraktivitas kembali. Pengembalian santri ke ponpes sudah ada mekanismenya berdasarkan surat edaran (SE) bupati setempat.

‘’SE tersebut sudah kami sampaikan kepada seluruh pengasuh ponpes di Lamongan,’’ tutur Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lamongan Yitno Utomo kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (19/6).

SE tersebut mengatur beberapa hal. Di antaranya, santri diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Bukti telah melakukan isolasi mandiri bisa melalui surat keterangan bermaterai dari kades setempat dan orang tua.

‘’Santri juga diminta membawa surat keterangan sehat dari puskesmas atau dokter. Tapi kalau tidak ada, solusi terakhirnya surat pernyataan sehat bermaterai dari orang tuanya,’’ katanya.

Baca Juga :  Disdik Rencana Ubah Persyaratan Beasiswa Mahasiswa Bojonegoro

Selain itu, lanjut dia, santri diwajibkan membawa vitamin C, madu, dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama sebulan. Menurut Yitno, imbauan lainnya, santri membawa masker, hand sanitizer, peralatan makanan ditandai dengan nama, dan sajadah tipis yang mudah untuk dicuci.

‘’Penggunaan alat transportasi bagi santri juga diatur. Sedangkan untuk pengantar tidak diperbolehkan masuk asrama,’’ imbuhnya. Ketika santri melakukan aktivitas di ponpes juga ada protokolernya.

Salah satunya, santri diwajibkan melakukan pengukuran suhu saat memasuki area ponpes. ‘’Pengasuh ponpes harus menyediakan ruang isolasi bagi santri yang suhu badannya di atas 37,5 derajad celcius,’’ imbuh Yitno.

Santri juga diminta tidak bersalaman dengan siapapun, menjaga jarak saat berinteraksi, salat, belajar, dan tidur. Santri juga tidak diperbolehkan makan dan minum di satu wadah secara bersama.

Baca Juga :  Ada yang Mengendalikan Anak Kecil Ngamen?

Juga penggunaan pakaian, handuk, peralatan mandi, kasur harus milik sendiri. ‘’Selama pandemi ini, santri tidak keluar dari lingkungan pondok kecuali ada izin dari pengasuh,’’ tukasnya.

Proses pengembalian santri dilakukan secara bertahap. ‘’Kami memohon pengasuh ponpes menjalin kerjasama dengan tim gugus tugas Covid-19 tingkat kecamatan masing-masing,’’ imbuh Yitno.

Dia menyatakan, mayoritas ponpes kini mulai mempersiapkan diri. Diperkirakan pengembalian santri baru dilaksanakan awal bulan depan.

Sebab santri saat ini harus melakukan isolasi mandiri. ‘’Mayoritas pengasuh mengatakan jika sudah menyuruh santri melakukan isolasi. Artinya kan arahan tersebut diperhatikan,’’ ujar Yitno. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/