alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Serapan Tetap Sama

KOTA – Jelang musim panen kedua, Bulog subdivre III Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban tidak menambah target serapan.

Waka Bulog Subdivre III, Tachori, mengatakan, target global Lamongan satu musim 40 ribu ton. Target ini masih sama dengan musim sebelumnya. “Realisasi mundur karena kualitas beras turun,” ujarnya.

Tachori menjelaskan, hingga Maret lalu, realisasi masih 38 persen untuk wilayah Lamongan. Kualitas beras yang tidak sesuai ketentuan membuat serapan itu tidak maksimal.

Menurut dia, meski bulog diperintah menyerap seluruh hasil petani, tetap mengacu pada persyaratan yang ada. Jika pembelian tidak memerhatikan kualitas sesuai ketentuan, maka bakal merugikan perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga :  Butuh Satu Alat Berat

Terkait harga, Tachori memastikan belum ada perubahan. Sampai kemarin (19/6), bulog membeli Rp 8.030 per kilogram (kg). Harga itu berlaku sejak panen pertama. Serapannya kini mencapai 76 persen.

“Kalau CBP (cadangan beras pemerintah), harga ditentukan pemerintah. Sebab, bukan untuk kebutuhan komersil bulog,” ujarnya.

KOTA – Jelang musim panen kedua, Bulog subdivre III Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban tidak menambah target serapan.

Waka Bulog Subdivre III, Tachori, mengatakan, target global Lamongan satu musim 40 ribu ton. Target ini masih sama dengan musim sebelumnya. “Realisasi mundur karena kualitas beras turun,” ujarnya.

Tachori menjelaskan, hingga Maret lalu, realisasi masih 38 persen untuk wilayah Lamongan. Kualitas beras yang tidak sesuai ketentuan membuat serapan itu tidak maksimal.

Menurut dia, meski bulog diperintah menyerap seluruh hasil petani, tetap mengacu pada persyaratan yang ada. Jika pembelian tidak memerhatikan kualitas sesuai ketentuan, maka bakal merugikan perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga :  Penerima Vaksin Wajib Skrining Terlebih Dahulu

Terkait harga, Tachori memastikan belum ada perubahan. Sampai kemarin (19/6), bulog membeli Rp 8.030 per kilogram (kg). Harga itu berlaku sejak panen pertama. Serapannya kini mencapai 76 persen.

“Kalau CBP (cadangan beras pemerintah), harga ditentukan pemerintah. Sebab, bukan untuk kebutuhan komersil bulog,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/