alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Tahun Ini, Hipertensi Masuk Tiga Besar

- Advertisement -

BOJONEGORO – Sebanyak 17.111 jiwa dari total warga Bojonegoro menderita hipertensi. Jumlah itu terdata Januari hingga April. Persentasenya 7,01 persen penduduk dan diprediksi jumlahnya terus meningkat hingga akhir 2018. “Tahun ini hipertensi trennya terus mengalami kenaikan. Baru empat bulan saja sudah 17 ribuan, akhir tahun pasti bisa naik lagi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bojonegoro Isnaini.

Dia mengatakan, penyakit hipertensi menjadi atensi tahun ini karena masuk urutan tiga besar penyakit banyak diderita warga Bojonegoro. Data tahun lalu hipertensi masih berada di urutan keempat, yakni sebanyak 6,32 persen atau 15.182 penderita. 

Sementara itu, urutan pertama dari tahun ke tahun masih diduduki infeksi akut saluran pernapasan atas sebanyak 11,17 persen atau 27.247 penderita. Disusul gastritis atau iritasi pada usus dan duodenitis sebanyak 8,66 persen atau 21.122 penderita. 

Baca Juga :  Juga Butuh Waktu Tiga Bulan

Dua penyakit teratas itu menurut dia sangat riskan menyerang orang sedang memiliki imun lemah ketika ada musim pancaroba. Meski begitu, penyakit paling berpeluang bahaya adalah darah tinggi. Itu karena berpotensi pada komplikasi. Darah tinggi biasanya tidak diderita secara sendirian, melainkan bersamaan atau disusul penyakit lainnya. “Tentu ini harus menjadi kesadaran bersama agar terus menjaga pola makan sehat sekaligus pola hidup teratur,” ujarnya. 

Karena, tambah dia, naiknya tren penyakit hipertensi tentu besar kemungkinan dipicu oleh perilaku dan pola hidup warga Bojonegoro tidak sehat. Idealnya, setiap warga minimal satu bulan sekali cek kesehatan di puskesmas. 

- Advertisement -

Sehingga hasilnya bisa dijadikan pengingat agar bisa hidup lebih sehat. Karena, setelah cek kesehatan mengetahui tensi darah, kadar gula darah, dan kolesterol. “Cek kesehatan secara berkala itu penting, tanpa mengeluarkan biaya alias gratis,” ucapnya. 

Baca Juga :  Tetap Harus Waspadai Orang Gila

BOJONEGORO – Sebanyak 17.111 jiwa dari total warga Bojonegoro menderita hipertensi. Jumlah itu terdata Januari hingga April. Persentasenya 7,01 persen penduduk dan diprediksi jumlahnya terus meningkat hingga akhir 2018. “Tahun ini hipertensi trennya terus mengalami kenaikan. Baru empat bulan saja sudah 17 ribuan, akhir tahun pasti bisa naik lagi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bojonegoro Isnaini.

Dia mengatakan, penyakit hipertensi menjadi atensi tahun ini karena masuk urutan tiga besar penyakit banyak diderita warga Bojonegoro. Data tahun lalu hipertensi masih berada di urutan keempat, yakni sebanyak 6,32 persen atau 15.182 penderita. 

Sementara itu, urutan pertama dari tahun ke tahun masih diduduki infeksi akut saluran pernapasan atas sebanyak 11,17 persen atau 27.247 penderita. Disusul gastritis atau iritasi pada usus dan duodenitis sebanyak 8,66 persen atau 21.122 penderita. 

Baca Juga :  Produksi Lapangan Kedung Keris

Dua penyakit teratas itu menurut dia sangat riskan menyerang orang sedang memiliki imun lemah ketika ada musim pancaroba. Meski begitu, penyakit paling berpeluang bahaya adalah darah tinggi. Itu karena berpotensi pada komplikasi. Darah tinggi biasanya tidak diderita secara sendirian, melainkan bersamaan atau disusul penyakit lainnya. “Tentu ini harus menjadi kesadaran bersama agar terus menjaga pola makan sehat sekaligus pola hidup teratur,” ujarnya. 

Karena, tambah dia, naiknya tren penyakit hipertensi tentu besar kemungkinan dipicu oleh perilaku dan pola hidup warga Bojonegoro tidak sehat. Idealnya, setiap warga minimal satu bulan sekali cek kesehatan di puskesmas. 

- Advertisement -

Sehingga hasilnya bisa dijadikan pengingat agar bisa hidup lebih sehat. Karena, setelah cek kesehatan mengetahui tensi darah, kadar gula darah, dan kolesterol. “Cek kesehatan secara berkala itu penting, tanpa mengeluarkan biaya alias gratis,” ucapnya. 

Baca Juga :  Darurat Banjir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/