alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Pemkab Tetap Tutup Gerbang Utara

BOJONEGORO – Meski menuai sejumlah keluhan, Pemkab Bojonegoro tetap menutup gerbang pemkab sisi utara hingga waktu tidak ditentukan. Alasannya, pemkab ingin lalu lintas kendaraan menuju kantor pemerintahan lebih tertata rapi dan kondusif. Mengingat, selama ini alurnya dinilai ruwet dan tidak rapi.

Ahmad Cholis, salah seorang warga mengatakan, ditutupnya gerbang sisi utara memang membuat dirinya bingung. Tidak hanya bingung, tapi juga heran. Sebab, pria mengaku sering masuk ke pemkab tersebut mengatakan sudah terbiasa masuk lewat gerbang sisi utara. Selain sudah terbiasa, jalurnya juga lebih mudah. Sebab, bisa langsung dari kawasan pasar.

“Ya, heran saja kenapa harus digembok rapat-rapat,” kata Cholis.

Dia mengatakan, penutupan gerbang sisi utara membuat kesan pemkab terlalu formal. Saat ini, banyak masyarakat sungkan mau berkunjung ke pemkab karena harus melewati gerbang utama.

Baca Juga :  Menjaga Keutuhan NKRI dan Persaudaraan Pasca Pemilu

“Kesannya formal, jadi sungkan mau masuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, pihaknya memang sudah menutup gerbang utara pemkab sejak awal Mei lalu. Tujuannya, untuk menertibkan lalu lintas kendaraan menuju pemkab. Sejauh ini, menurutnya, lalu lintas ruwet dan tidak rapi. Itu memicu ketidakkondusifan kantor pemkab. Dengan dipusatkannya jalur masuk, diharap mampu mempermudah pengawasan kendaraan melintas dan menjadikan kantor pemkab lebih kondusif.

“Ini kami tutup sampai waktu tidak ditentukan. Tujuannya agar lalu lintas kendaraan lebih mudah diatur,” kata Gunawan.

BOJONEGORO – Meski menuai sejumlah keluhan, Pemkab Bojonegoro tetap menutup gerbang pemkab sisi utara hingga waktu tidak ditentukan. Alasannya, pemkab ingin lalu lintas kendaraan menuju kantor pemerintahan lebih tertata rapi dan kondusif. Mengingat, selama ini alurnya dinilai ruwet dan tidak rapi.

Ahmad Cholis, salah seorang warga mengatakan, ditutupnya gerbang sisi utara memang membuat dirinya bingung. Tidak hanya bingung, tapi juga heran. Sebab, pria mengaku sering masuk ke pemkab tersebut mengatakan sudah terbiasa masuk lewat gerbang sisi utara. Selain sudah terbiasa, jalurnya juga lebih mudah. Sebab, bisa langsung dari kawasan pasar.

“Ya, heran saja kenapa harus digembok rapat-rapat,” kata Cholis.

Dia mengatakan, penutupan gerbang sisi utara membuat kesan pemkab terlalu formal. Saat ini, banyak masyarakat sungkan mau berkunjung ke pemkab karena harus melewati gerbang utama.

Baca Juga :  Alat Berat Kerap Melintas, Dishub Tak Diajak Koordinasi

“Kesannya formal, jadi sungkan mau masuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, pihaknya memang sudah menutup gerbang utara pemkab sejak awal Mei lalu. Tujuannya, untuk menertibkan lalu lintas kendaraan menuju pemkab. Sejauh ini, menurutnya, lalu lintas ruwet dan tidak rapi. Itu memicu ketidakkondusifan kantor pemkab. Dengan dipusatkannya jalur masuk, diharap mampu mempermudah pengawasan kendaraan melintas dan menjadikan kantor pemkab lebih kondusif.

“Ini kami tutup sampai waktu tidak ditentukan. Tujuannya agar lalu lintas kendaraan lebih mudah diatur,” kata Gunawan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/