alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Dimas Septo Anugraha, Pegulat Lamongan untuk Asian Games 

FEATURES – Tahun ini menjadi tahun emas bagi Dimas Seto Anugraha. Untuk kali pertama, pegulat berbobot 125 kilogram (kg) itu membela Merah Putih pada Asian Games Jakarta – Palembang, Agustus mendatang. Tiket itu diperoleh setelah Dimas meraih emas pada tes even Asian Games di Jakarta, November lalu. ‘’Itu terakhir even kejuaraan gulat yang saya ikuti,’’ tutur Dimas kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (19/4).

Demi menggapai prestasi di level Asia, Dimas setiap hari harus melakukan latihan daya tahan, interval, dan angkat beban di tempat fitnes. Agar lebih fokus, dia memilih mengambil cuti kuliah. Sejak akhir Februari lalu, mahasiswa semester empat Pendidikan Olahraga di Unesa Surabaya itu mengikuti pemusatan latihan bersama 18 pegulat lainnya. 

‘’Pemusatan latihannya satu minggu 10 kali. Siang dan sore masing – masing dua jam,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (19/4).

Libur latihan hanya Sabtu dan Minggu. Hampir tiap hari, Dimas mendapat porsi latihan fisik dan teknik. Serta latih tanding melawan teman – temannya. Dia bersyukur mendapat ilmu dari empat pelatihnya, Fatur Rahman, Zulaidar, Bu Yamin, dan pelatih asing Edam. ‘’Ini pertama kalinya saya mengikuti kejuaraan membela Indonesia di tingkat Asia,’’ ujar alumnus SMA Olahraga (SMANOR) Sidoarjo tersebut.  

Baca Juga :  Ajang Silaturahmi Empat Bupati

Hari ini menjadi saat terakhir Dimas bisa berkumpul bersama keluarga di Lamongan. Pegulat 20 tahun itu bakal terbang ke Bulgaria mulai Sabtu(21/4) malam. Selama 80 hari ke depan, Dimas bakal menjalani tryout persiapan Asian Games di negara yang memiliki julukan the land of rose tersebut. ‘’Tentu sangat membanggakan. Harapannya ingin memberikan yang terbaik nantinya,’’ harapnya. 

Pengalaman tryout ke luar negeri tak sekali ini. Dua tahun lalu, Dimas melakukan tryout di Vietnam dan Kirgistan untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar). 

Dimas sudah tak ingat berapa kali menyabet medali di beragam kejuaraan. Namun, pengalaman di PON Jabar 2016 dinilai paling berkesan. Turun di kelas 125 kg, Dimas mampu mempersembahkan emas bagi kontingen PON Jatim saat itu. ‘’Sudah gak inget Mas berapa emas yang pernah saya raih. Tapi paling berkesan memang di PON Jabar lalu,’’ tutur cowok berpostur 178 sentimeter (cm) tersebut. 

Baca Juga :  Banyak Masyarakat Salah Persepsi Soal New Normal

Sumarni, ibu Dimas, merasa bangga atas apa yang ditorehkan putra keduanya tersebut. Dimas sudah mengenal olahraga gulat sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD. Saat itu, dia mengikuti latihan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan dan SMA 1 Lamongan. ‘’Sejak kecil sudah ikut latihan sama kakaknya yang juga menjadi atlet gulat juga,’’ kenang Sumarni. 

Selain tinta emas yang pernah ditorehkan Dimas, ada hal yang masih membekas di ingatan Sumarni. Dimas pernah masuk ke dalam got saat mengikuti latihan di malam hari. Saat itu, Dimas masih duduk di bangku kelas 3 SD. Kaki kirinya saat itu harus mendapat 16 jahitan. 

Sebagai seorang ibu, Sumarni tak bisa menyimpan kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Dia sempat melarang Dimas untuk ikut latihan gulat setelah kejadian tersebut. Namun, Sumarni akhirnya merelakan Dimas kembali ikut latihan gulat demi mendukung hobi anaknya itu. ‘’Gimana ya saat itu khawatir. Tapi akhirnya diberi pengertian dan membolehkan Dimas ikut latihan lagi,’’ ujar perempuan yang juga menjadi guru pendidikan jasmani (penjas) di salah satu MI lingkungan Kemenag Lamongan tersebut.

FEATURES – Tahun ini menjadi tahun emas bagi Dimas Seto Anugraha. Untuk kali pertama, pegulat berbobot 125 kilogram (kg) itu membela Merah Putih pada Asian Games Jakarta – Palembang, Agustus mendatang. Tiket itu diperoleh setelah Dimas meraih emas pada tes even Asian Games di Jakarta, November lalu. ‘’Itu terakhir even kejuaraan gulat yang saya ikuti,’’ tutur Dimas kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (19/4).

Demi menggapai prestasi di level Asia, Dimas setiap hari harus melakukan latihan daya tahan, interval, dan angkat beban di tempat fitnes. Agar lebih fokus, dia memilih mengambil cuti kuliah. Sejak akhir Februari lalu, mahasiswa semester empat Pendidikan Olahraga di Unesa Surabaya itu mengikuti pemusatan latihan bersama 18 pegulat lainnya. 

‘’Pemusatan latihannya satu minggu 10 kali. Siang dan sore masing – masing dua jam,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan Kamis (19/4).

Libur latihan hanya Sabtu dan Minggu. Hampir tiap hari, Dimas mendapat porsi latihan fisik dan teknik. Serta latih tanding melawan teman – temannya. Dia bersyukur mendapat ilmu dari empat pelatihnya, Fatur Rahman, Zulaidar, Bu Yamin, dan pelatih asing Edam. ‘’Ini pertama kalinya saya mengikuti kejuaraan membela Indonesia di tingkat Asia,’’ ujar alumnus SMA Olahraga (SMANOR) Sidoarjo tersebut.  

Baca Juga :  Menjaga Semangat Pemain Persela Lamongan dalam Situasi Berat

Hari ini menjadi saat terakhir Dimas bisa berkumpul bersama keluarga di Lamongan. Pegulat 20 tahun itu bakal terbang ke Bulgaria mulai Sabtu(21/4) malam. Selama 80 hari ke depan, Dimas bakal menjalani tryout persiapan Asian Games di negara yang memiliki julukan the land of rose tersebut. ‘’Tentu sangat membanggakan. Harapannya ingin memberikan yang terbaik nantinya,’’ harapnya. 

Pengalaman tryout ke luar negeri tak sekali ini. Dua tahun lalu, Dimas melakukan tryout di Vietnam dan Kirgistan untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar). 

Dimas sudah tak ingat berapa kali menyabet medali di beragam kejuaraan. Namun, pengalaman di PON Jabar 2016 dinilai paling berkesan. Turun di kelas 125 kg, Dimas mampu mempersembahkan emas bagi kontingen PON Jatim saat itu. ‘’Sudah gak inget Mas berapa emas yang pernah saya raih. Tapi paling berkesan memang di PON Jabar lalu,’’ tutur cowok berpostur 178 sentimeter (cm) tersebut. 

Baca Juga :  Diler Optimistis, Showroom Mobil Bekas Cemas

Sumarni, ibu Dimas, merasa bangga atas apa yang ditorehkan putra keduanya tersebut. Dimas sudah mengenal olahraga gulat sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD. Saat itu, dia mengikuti latihan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan dan SMA 1 Lamongan. ‘’Sejak kecil sudah ikut latihan sama kakaknya yang juga menjadi atlet gulat juga,’’ kenang Sumarni. 

Selain tinta emas yang pernah ditorehkan Dimas, ada hal yang masih membekas di ingatan Sumarni. Dimas pernah masuk ke dalam got saat mengikuti latihan di malam hari. Saat itu, Dimas masih duduk di bangku kelas 3 SD. Kaki kirinya saat itu harus mendapat 16 jahitan. 

Sebagai seorang ibu, Sumarni tak bisa menyimpan kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Dia sempat melarang Dimas untuk ikut latihan gulat setelah kejadian tersebut. Namun, Sumarni akhirnya merelakan Dimas kembali ikut latihan gulat demi mendukung hobi anaknya itu. ‘’Gimana ya saat itu khawatir. Tapi akhirnya diberi pengertian dan membolehkan Dimas ikut latihan lagi,’’ ujar perempuan yang juga menjadi guru pendidikan jasmani (penjas) di salah satu MI lingkungan Kemenag Lamongan tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/