alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Dua Hari, Dua Nyawa Melayang

TUBAN – Dua hari, dua nyawa melayang dalam kecelakaan tragis di Tuban.  Setelah insiden dilindas tronton di Jalan HOS Cokroaminoto yang menewaskan Tarsiman, 60, Minggu (18/3), kemarin (19/3) sekitar pukul 06.45, Syaifudin, 49, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Bancar tewas tertabrak tronton.Kecelakaan yang menimpa Syaifudin terjadi di kilometer (Km) 23-24 jalan Tuban – Bulu, persisnya di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Petaka itu bermula saat tronton nopol W 8772 UC yang dikemudikan Sadenan, 39, wargaDesa Purworejo, Kecamatan Jenu melaju dari timur.

Begitu mendekati pintu gerbang pelabuhan PT Semen Gresik, dia langsung belok kanan (utara) menuju pelabuhan tanpa memerhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Ketika posisi kendaraan berat ini serong, dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi motor S 3291 EP yang dikendarai Syaifudin.

Baca Juga :  Aktivis Mahasiswa Janji Kawal Judicial Review Omnibus Law

Karena jaraknya terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Motor Syaifudin menabrak bak kiri depan tronton. Kerasnya benturan tersebut menjadikan kepala korban mengalami luka berat dan meninggal seketika di lokasi kejadian.Insiden yang menimpa Tarsiman di Jalan HOS Cokroaminoto sehari sebelumnya lebih tragis.

Dia yang dibonceng motor Abdul, anaknya bermaksud mendahului motor Smash S 3924 FF yang mengangkut rombong bambu yang berisi ayam. Pengendaranya Karminto warga Kelurahahan Doromukti, Kecamatan Tuban.Ketika mendahului, motor Ninja nopol S 3183 GR yang dikendarai anak dan bapak tersebut menyenggol rombong bambu.

Akibatnya, motor terjatuh. Tarsiman terpental ke kanan jalan dan Abdul kiri jalan. Dalam waktu hampir bersamaan, di belakangnya melaju tronton L 9787 UO yang dikemudikan Rifai, 54, warga Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Begitu cepatnya kecelakaan tersebut menjadikan Rifai tak mampu mengantisipasi. Tubuh Tarsiman pun remuk dilindas ban kiri belakang. Sementara Abdul yang tersungkur di aspal hanya mengalami luka terbuka.

Baca Juga :  Eks Tambang Kumbung Telan Korban Jiwa

Kanitlaka Satlantas Polers Tuban Iptu Nungky Sambodo mengatakan, dua kejadian yang menghilangkan dua nyawa tersebut disebabkan human error. Baik dari pengendara sepeda motor maupun pengemudi tronton yang kurang konsentrasi dalam berkendara.

TUBAN – Dua hari, dua nyawa melayang dalam kecelakaan tragis di Tuban.  Setelah insiden dilindas tronton di Jalan HOS Cokroaminoto yang menewaskan Tarsiman, 60, Minggu (18/3), kemarin (19/3) sekitar pukul 06.45, Syaifudin, 49, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Bancar tewas tertabrak tronton.Kecelakaan yang menimpa Syaifudin terjadi di kilometer (Km) 23-24 jalan Tuban – Bulu, persisnya di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Petaka itu bermula saat tronton nopol W 8772 UC yang dikemudikan Sadenan, 39, wargaDesa Purworejo, Kecamatan Jenu melaju dari timur.

Begitu mendekati pintu gerbang pelabuhan PT Semen Gresik, dia langsung belok kanan (utara) menuju pelabuhan tanpa memerhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Ketika posisi kendaraan berat ini serong, dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi motor S 3291 EP yang dikendarai Syaifudin.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jalan Nasional Kembali Dibongkar

Karena jaraknya terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Motor Syaifudin menabrak bak kiri depan tronton. Kerasnya benturan tersebut menjadikan kepala korban mengalami luka berat dan meninggal seketika di lokasi kejadian.Insiden yang menimpa Tarsiman di Jalan HOS Cokroaminoto sehari sebelumnya lebih tragis.

Dia yang dibonceng motor Abdul, anaknya bermaksud mendahului motor Smash S 3924 FF yang mengangkut rombong bambu yang berisi ayam. Pengendaranya Karminto warga Kelurahahan Doromukti, Kecamatan Tuban.Ketika mendahului, motor Ninja nopol S 3183 GR yang dikendarai anak dan bapak tersebut menyenggol rombong bambu.

Akibatnya, motor terjatuh. Tarsiman terpental ke kanan jalan dan Abdul kiri jalan. Dalam waktu hampir bersamaan, di belakangnya melaju tronton L 9787 UO yang dikemudikan Rifai, 54, warga Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Begitu cepatnya kecelakaan tersebut menjadikan Rifai tak mampu mengantisipasi. Tubuh Tarsiman pun remuk dilindas ban kiri belakang. Sementara Abdul yang tersungkur di aspal hanya mengalami luka terbuka.

Baca Juga :  Saddil Ramdani, Satu-satunya Pemain Timnas dari Persela

Kanitlaka Satlantas Polers Tuban Iptu Nungky Sambodo mengatakan, dua kejadian yang menghilangkan dua nyawa tersebut disebabkan human error. Baik dari pengendara sepeda motor maupun pengemudi tronton yang kurang konsentrasi dalam berkendara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/