alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Mural Sugondo Diapresiasi DPR KP

TUBAN – Karya lukis para seniman mural yang menggambarkan sosok Sugondo Djojopuspito di salah satu sisi tembok perempatan Jalan KH. Mustain, mendapat apresiasi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPR KP) Tuban.‘’Ini karya seni yang sangat menginspirasi,’’ ujar Kepala DPRKP Tuban Sudarmaji memberikan aspresiasi.Dikatakan dia, seni lukis yang menggambarkan sosok Sugondo Djojopuspito merupakan karya street art yang sangat positif.

Sebuah karya seni yang mampu memberikan inspirasi. Utamanya bagi para generasi muda yang mulai lupa dengan sejarah bangsanya sendiri. ‘’Inilah yang kami harapkan dari street art. Sebuah karya seni yang mengedukasi masyarakat.

Menyampaikan pesan positif dan mendidik,’’ ujar mantan camat Plumpang itu.Darmaji lebih lanjut mengatakan, atas karya seni yang menginspirasi dan mengedukasi tersebut, pihaknya siap memberikan ruang ekspresi atau fasilitas kepada para street art.

‘’Kami berharap, mereka (para street art, Red) bisa bersinergi dengan pemkab dalam membangun Kota Tuban yang bersih dan indah. Dengan nuansa seni,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Pagu SMAN Pinggiran Belum Terpenuhi

Seiring dengan respons positif yang diberikan kepada para street art, ke depan pihaknya bakal melakukan pendataan ruang-ruang publik atau tembok yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi.

Tentunya, dengan gambar yang mengedepankan inspirasi, edukasi, dan kearifan lokal. Serta, sesuai harapan Pemkab Tuban dalam mewujudkan Kota Tuban yang ramah. ”Terpenting, bebas dari aksi vandalisme yang tidak bertanggung jawab,’’ tandasnya.

Yayan TS, salah satu pelaku seni visual di Tuban mengatakan, apresiasi yang disampaikan DPR KP merupakan langkah yang sangat positif. Sebab, respons positif inilah yang selama ini diharapkan para street art di Bumi Wali.

‘’Kita sangat berterima kasih jika pemerintah memberikan fasilitas kepada teman-teman dalam mengekspresikan karyanya,’’ ujar dia. 

Disinggung terkait harapan pemkab yang bisa bersinergi dengan para street art, menurut Yayan, baik street art maupun pemkab sebenarnya memiliki harapan yang sama dalam mewujudkan Tuban yang bersih dan indah.

Baca Juga :  Tinggal Satu Desa Belum Kirim DAK

‘’Kami juga memiliki harapan itu (mewujudkan Tuban yang indah dan bersih, Red). Hanya, kami berangkat dari seni,’’ ungkap dia. 

Diberitakan sebelumnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman generasi muda jaman now terhadap tokoh-tokoh pahlawan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, menginspirasi sejumlah seniman mural Tuban untuk menghidupkan kembali ingatan dan semangat anak muda dalam mengenang jasa-jasa pahlawan yang sudah gugur.

Utamanya sosok pejuang yang berasal dari Tuban. Salah satunya adalah Sugondo Djojopuspito.Tokoh pemuda yang menjadi bagian dari pelaku sejarah kemerdekaan Indonesia ini dilukis oleh para seniman mural di salah satu sisi tembok perempatan Jalan KH Agus Salim.

Dengan variasi warna yang cukup mencolok, membuat lukisan pencipta Trilogi Sumpah Pemuda; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, itu mampu mencuri perhatian banyak warga.

Diharapkan, hasil karya seni rupa yang mengedukasi ini bisa terus dikembangkan dengan gambar-gambar tokoh pejuang lainnya.

TUBAN – Karya lukis para seniman mural yang menggambarkan sosok Sugondo Djojopuspito di salah satu sisi tembok perempatan Jalan KH. Mustain, mendapat apresiasi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPR KP) Tuban.‘’Ini karya seni yang sangat menginspirasi,’’ ujar Kepala DPRKP Tuban Sudarmaji memberikan aspresiasi.Dikatakan dia, seni lukis yang menggambarkan sosok Sugondo Djojopuspito merupakan karya street art yang sangat positif.

Sebuah karya seni yang mampu memberikan inspirasi. Utamanya bagi para generasi muda yang mulai lupa dengan sejarah bangsanya sendiri. ‘’Inilah yang kami harapkan dari street art. Sebuah karya seni yang mengedukasi masyarakat.

Menyampaikan pesan positif dan mendidik,’’ ujar mantan camat Plumpang itu.Darmaji lebih lanjut mengatakan, atas karya seni yang menginspirasi dan mengedukasi tersebut, pihaknya siap memberikan ruang ekspresi atau fasilitas kepada para street art.

‘’Kami berharap, mereka (para street art, Red) bisa bersinergi dengan pemkab dalam membangun Kota Tuban yang bersih dan indah. Dengan nuansa seni,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Bank Jatim Targetkan 10 Ribu UMKM Bergabung

Seiring dengan respons positif yang diberikan kepada para street art, ke depan pihaknya bakal melakukan pendataan ruang-ruang publik atau tembok yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi.

Tentunya, dengan gambar yang mengedepankan inspirasi, edukasi, dan kearifan lokal. Serta, sesuai harapan Pemkab Tuban dalam mewujudkan Kota Tuban yang ramah. ”Terpenting, bebas dari aksi vandalisme yang tidak bertanggung jawab,’’ tandasnya.

Yayan TS, salah satu pelaku seni visual di Tuban mengatakan, apresiasi yang disampaikan DPR KP merupakan langkah yang sangat positif. Sebab, respons positif inilah yang selama ini diharapkan para street art di Bumi Wali.

‘’Kita sangat berterima kasih jika pemerintah memberikan fasilitas kepada teman-teman dalam mengekspresikan karyanya,’’ ujar dia. 

Disinggung terkait harapan pemkab yang bisa bersinergi dengan para street art, menurut Yayan, baik street art maupun pemkab sebenarnya memiliki harapan yang sama dalam mewujudkan Tuban yang bersih dan indah.

Baca Juga :  Tekan DBD Lewat Keranjang Cinta

‘’Kami juga memiliki harapan itu (mewujudkan Tuban yang indah dan bersih, Red). Hanya, kami berangkat dari seni,’’ ungkap dia. 

Diberitakan sebelumnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman generasi muda jaman now terhadap tokoh-tokoh pahlawan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, menginspirasi sejumlah seniman mural Tuban untuk menghidupkan kembali ingatan dan semangat anak muda dalam mengenang jasa-jasa pahlawan yang sudah gugur.

Utamanya sosok pejuang yang berasal dari Tuban. Salah satunya adalah Sugondo Djojopuspito.Tokoh pemuda yang menjadi bagian dari pelaku sejarah kemerdekaan Indonesia ini dilukis oleh para seniman mural di salah satu sisi tembok perempatan Jalan KH Agus Salim.

Dengan variasi warna yang cukup mencolok, membuat lukisan pencipta Trilogi Sumpah Pemuda; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, itu mampu mencuri perhatian banyak warga.

Diharapkan, hasil karya seni rupa yang mengedukasi ini bisa terus dikembangkan dengan gambar-gambar tokoh pejuang lainnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/