alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Mengenal Komunitas Kelas Inspirasi di Tuban

FEATURES – Menjadi pendidik tidak harus berprofesi sebagai guru. Sebab, di komunitas Kelas Inspirasi, semua orang bisa menjadi relawan pendidik. Sesuai dengan profesinya masing-masing.Sabtu (17/2), kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah SD di Desa Tanggir, Mulyoagung, Tanjungrejo, dan Binangun, keempatnya di Kecamatan Singgahan terlihat berbeda. Jika  biasanya para guru mengajar sesuai dengan mata pelajaran, kali ini diisi sejumlah kegiatan pembelajaran yang sangat menyenangkan.

Mulai sejumlah cerita yang menginspirasi hingga bermain bersama.Tak hanya pembelajarannya yang berbeda. Pengajarnya pun bukan guru sekolah setempat. Mereka adalah relawan dari berbagai lintas profesi.

Mulai dari dosen, petugas kesehatan, perawat, direktur bank, engineer, programmer, psikolog, arsitek, fotografer, pegawai PT Kereta Api Indonesia, dan sejumlah profesi lain. Saat mengajar, mereka menggunakan seragam sesuai dengan profesi masing-masing. Layaknya saat hendak mau kerja.

Baca Juga :  Bagi Perempuan ini Hal yang Menghibur Adalah Komik

Ya, mereka yang menjadi guru dadakan selama sehari itu merupakan relawan pengajar dari Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah sebuah komunitas lintas profesi yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan pengalaman kepada para siswa sesuai dengan profesinya masing-masing.

‘’Di Kelas Inspirasi ini, semua orang, dari lintas profesi bisa menjadi pengajar,’’ ujar Ulfa Yuliasari kepada Jawa Pos Radar Tuban.Disampaikan Ulfa, sedikitnya sekitar 130 relawan dari berbagai profesi yang tergabung dalam Kelas Inspirasi ini.

Tidak hanya dari Tuban. Sebagian relawan juga berasal dari Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Jombang, dan Blora. ‘’Semua memiliki profesi yang berbeda, tapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan inspirasi sesuai dengan profesi masing-masing,’’ tuturnya.

Dikatakan Ulfa, dalam Kelas Inspirasi ini, desa terpencil menjadi tujuan utama. Sebab, di desa terpencil inilah segala akses masih terbatas. Sehingga, tidak banyak anak-anak yang berada di desa terpencil mendapat banyak pengalaman dari dunia luar.

Baca Juga :  Profesional, Kolaborasi & Pemasaran Digital Bantu Angkat Produk Lokal

‘’Mereka membutuhkan inspirasi dan motivasi lebih dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada mereka. Sebuah motivasi dalam meraih cita-cita,’’ ujarnya.

Ali Mahrus, koordinator Kelas Inspirasi menambahkan, dalam Kelas Inspirasi ini, para relawan pengajar dari berbagai profesi bisa berbagi pengalaman sekaligus memberikan inspirasi kepada anak-anak sesuai dengan profesi yang digeluti.

‘’Termasuk berbagi pengalaman atas perjuangannya dalam menggapai profesinya. Dan, sejumlah pengalaman-pengalaman lain yang mampu memberikan inspirasi kepada anak-anak,’’ ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya kelas inspirasi ini, anak-anak yang tinggal di desa terpencil tidak patah arang dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Sebab, sebagian besar para relawan juga berasal dari desa terpencil.

‘’Inilah yang ingin kita sampaikan kepada anak-anak, berbagi pengalaman sesuai dengan profesi masing-masing,’’ tandasnya.

FEATURES – Menjadi pendidik tidak harus berprofesi sebagai guru. Sebab, di komunitas Kelas Inspirasi, semua orang bisa menjadi relawan pendidik. Sesuai dengan profesinya masing-masing.Sabtu (17/2), kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah SD di Desa Tanggir, Mulyoagung, Tanjungrejo, dan Binangun, keempatnya di Kecamatan Singgahan terlihat berbeda. Jika  biasanya para guru mengajar sesuai dengan mata pelajaran, kali ini diisi sejumlah kegiatan pembelajaran yang sangat menyenangkan.

Mulai sejumlah cerita yang menginspirasi hingga bermain bersama.Tak hanya pembelajarannya yang berbeda. Pengajarnya pun bukan guru sekolah setempat. Mereka adalah relawan dari berbagai lintas profesi.

Mulai dari dosen, petugas kesehatan, perawat, direktur bank, engineer, programmer, psikolog, arsitek, fotografer, pegawai PT Kereta Api Indonesia, dan sejumlah profesi lain. Saat mengajar, mereka menggunakan seragam sesuai dengan profesi masing-masing. Layaknya saat hendak mau kerja.

Baca Juga :  Bagi Perempuan ini Hal yang Menghibur Adalah Komik

Ya, mereka yang menjadi guru dadakan selama sehari itu merupakan relawan pengajar dari Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah sebuah komunitas lintas profesi yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan pengalaman kepada para siswa sesuai dengan profesinya masing-masing.

‘’Di Kelas Inspirasi ini, semua orang, dari lintas profesi bisa menjadi pengajar,’’ ujar Ulfa Yuliasari kepada Jawa Pos Radar Tuban.Disampaikan Ulfa, sedikitnya sekitar 130 relawan dari berbagai profesi yang tergabung dalam Kelas Inspirasi ini.

Tidak hanya dari Tuban. Sebagian relawan juga berasal dari Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Jombang, dan Blora. ‘’Semua memiliki profesi yang berbeda, tapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan inspirasi sesuai dengan profesi masing-masing,’’ tuturnya.

Dikatakan Ulfa, dalam Kelas Inspirasi ini, desa terpencil menjadi tujuan utama. Sebab, di desa terpencil inilah segala akses masih terbatas. Sehingga, tidak banyak anak-anak yang berada di desa terpencil mendapat banyak pengalaman dari dunia luar.

Baca Juga :  Profesional, Kolaborasi & Pemasaran Digital Bantu Angkat Produk Lokal

‘’Mereka membutuhkan inspirasi dan motivasi lebih dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada mereka. Sebuah motivasi dalam meraih cita-cita,’’ ujarnya.

Ali Mahrus, koordinator Kelas Inspirasi menambahkan, dalam Kelas Inspirasi ini, para relawan pengajar dari berbagai profesi bisa berbagi pengalaman sekaligus memberikan inspirasi kepada anak-anak sesuai dengan profesi yang digeluti.

‘’Termasuk berbagi pengalaman atas perjuangannya dalam menggapai profesinya. Dan, sejumlah pengalaman-pengalaman lain yang mampu memberikan inspirasi kepada anak-anak,’’ ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya kelas inspirasi ini, anak-anak yang tinggal di desa terpencil tidak patah arang dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Sebab, sebagian besar para relawan juga berasal dari desa terpencil.

‘’Inilah yang ingin kita sampaikan kepada anak-anak, berbagi pengalaman sesuai dengan profesi masing-masing,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/