alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Maling Pikap Kembali Beraksi

TAMBAKBOYO –  Komplotan maling pikap dengan mengoperasikan mobil Toyota Avanza silver kembali beraksi di Tuban. Setelah melarikan pikap Suzuki Futura milik Adang Hermawan di Jenu pada Selasa (14/2) dini hari, komplotan dengan ciri-ciri yang sama kembali beraksi. Korbannya Sudariyanto, 49, warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Dia kehilangan pikap L 300 hitam nopol N 8961 TE.

Kejadiannya Sabtu (17/2) siang sekitar pukul 14.00. Pikap korban yang diparkir di garasi tiba-tiba keluar.

Lastari beserta tiga tetangga korban lainnya yang mengetahui kendaraan bak terbuka tersebut tidak dikemudikan Sudariyanto, berusaha menghadang. Namun, maling tersebut tetap nekad. Setelah sempat menyerempet para saksi, mereka kabur.

Upaya menghentikan aksi maling sudah dilakukan. Salah satunya dengan melempat batu. Namun, lemparan tersebut mengenai bagian pintu kiri hingga peyok.

Baca Juga :  227 Proyek Selesai Tender

Sejumlah saksi yang membuntuti melihat pikap tersebut berpapasan dengan anggota komplotannya yang menaiki Toyota Silver di sebuah warung. Pelat nomornya M. Mobil tersebut kabur ke barat. 

Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Agus Edy mengatakan, karena gagal mengejar, keempat saksi itu melaporkan ke pemilik pikap.

Meski mobil yang dioperasikan pelaku memiliki ciri yang sama dengan aksi sebelumnya di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, namun belum bisa dipastikan apakah mereka juga orang yang sama. ‘’Pelaku masih dalam lidik,’’ ujarnya.

Selain satu unit kendaraan niaga, pelaku juga menggondol BPKB kendaraan yang berada di dalam dompet gantungan kunci. Pencurian dengan sasaran pikap terjadi di Bumi Wali sepekan terakhir.

Baca Juga :  Peran Besar Permintaan Domestik Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

Selasa (14/2) pagi, Adang Hermawan kehilangan pikap Suzuki Carry Futura nopol B 1972 HI miliknya. Pikap tersebut lenyap beserta STNK dan BPKB yang turut dirampas pelaku.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat Adang yang hendak ke Surabaya dipepet mobil Toyota Avanza dari arah yang sama. Ketika dipepet, spionnya patah karena bersenggolan dengan bodi mobil pelaku.

Setelah dia berhenti, delapan pelaku meminta Adang turun. Begitu turun, Adang ditodong dan dipindahkan ke mobil Avanza. Sebelum kabur membawa pikap hasil kejahatannya, korban dibuang di kawasan hutan.

TAMBAKBOYO –  Komplotan maling pikap dengan mengoperasikan mobil Toyota Avanza silver kembali beraksi di Tuban. Setelah melarikan pikap Suzuki Futura milik Adang Hermawan di Jenu pada Selasa (14/2) dini hari, komplotan dengan ciri-ciri yang sama kembali beraksi. Korbannya Sudariyanto, 49, warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Dia kehilangan pikap L 300 hitam nopol N 8961 TE.

Kejadiannya Sabtu (17/2) siang sekitar pukul 14.00. Pikap korban yang diparkir di garasi tiba-tiba keluar.

Lastari beserta tiga tetangga korban lainnya yang mengetahui kendaraan bak terbuka tersebut tidak dikemudikan Sudariyanto, berusaha menghadang. Namun, maling tersebut tetap nekad. Setelah sempat menyerempet para saksi, mereka kabur.

Upaya menghentikan aksi maling sudah dilakukan. Salah satunya dengan melempat batu. Namun, lemparan tersebut mengenai bagian pintu kiri hingga peyok.

Baca Juga :  Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi

Sejumlah saksi yang membuntuti melihat pikap tersebut berpapasan dengan anggota komplotannya yang menaiki Toyota Silver di sebuah warung. Pelat nomornya M. Mobil tersebut kabur ke barat. 

Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Agus Edy mengatakan, karena gagal mengejar, keempat saksi itu melaporkan ke pemilik pikap.

Meski mobil yang dioperasikan pelaku memiliki ciri yang sama dengan aksi sebelumnya di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, namun belum bisa dipastikan apakah mereka juga orang yang sama. ‘’Pelaku masih dalam lidik,’’ ujarnya.

Selain satu unit kendaraan niaga, pelaku juga menggondol BPKB kendaraan yang berada di dalam dompet gantungan kunci. Pencurian dengan sasaran pikap terjadi di Bumi Wali sepekan terakhir.

Baca Juga :  Program Pendampingan Bank Indonesia, Bupati Doakan Petani Cabai Merah

Selasa (14/2) pagi, Adang Hermawan kehilangan pikap Suzuki Carry Futura nopol B 1972 HI miliknya. Pikap tersebut lenyap beserta STNK dan BPKB yang turut dirampas pelaku.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat Adang yang hendak ke Surabaya dipepet mobil Toyota Avanza dari arah yang sama. Ketika dipepet, spionnya patah karena bersenggolan dengan bodi mobil pelaku.

Setelah dia berhenti, delapan pelaku meminta Adang turun. Begitu turun, Adang ditodong dan dipindahkan ke mobil Avanza. Sebelum kabur membawa pikap hasil kejahatannya, korban dibuang di kawasan hutan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/