alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Anggota TNI-Polri Masuk DP4

KOTA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan sudah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (pilgub Jatim) 2018. Hasilnya, banyak ditemukan orang yang sudah meninggal dan anggota TNI-Polri masuk daftar pemilih potensial pemilu (DP4). ‘’Setelah dicek ke lapangan langsung, banyak temuan orang yang sudah meninggal masuk daftar pemilih,’’ kata Divisi Teknis KPUK Lamongan, Nur Salam senin (19/2).

Dia mengungkapkan, juga ditemukan anggota TNI-Polri yang masuk DP4 dan sudah dicoret dalam verifikasi data pemilih. Selain itu juga ditemukan beberapa warga yang belum masuk daftar pemilih padahal memenuhi syarat. Tahapan coklit sudah berakhir 18 Februari lalu. ‘’Ada yang masuk, juga ada yang dicoret. Tapi totalnya belum direkap,’’ ujarnya ketika ditanya data pastinya.

Baca Juga :  KPUK Lamongan, Munculkan Wacana Sharing Anggaran Pilkada 2024

Sementara itu, sesuai temuan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Lamongan, ada beberapa rumah yang tidak dicoklit namun dikasih stiker sebagai bukti coklit yang ada logo KPU. Selain itu ada beberapa rumah yang sudah tidak ditempati, namun tetap dicoklit dan masuk daftar pemilih. ‘’Ini masih tahap awal. Tahap berikutnya harus lebih teliti,’’ kata Ketua Panwaskab Lamongan, Toni Wijaya.

KOTA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan sudah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (pilgub Jatim) 2018. Hasilnya, banyak ditemukan orang yang sudah meninggal dan anggota TNI-Polri masuk daftar pemilih potensial pemilu (DP4). ‘’Setelah dicek ke lapangan langsung, banyak temuan orang yang sudah meninggal masuk daftar pemilih,’’ kata Divisi Teknis KPUK Lamongan, Nur Salam senin (19/2).

Dia mengungkapkan, juga ditemukan anggota TNI-Polri yang masuk DP4 dan sudah dicoret dalam verifikasi data pemilih. Selain itu juga ditemukan beberapa warga yang belum masuk daftar pemilih padahal memenuhi syarat. Tahapan coklit sudah berakhir 18 Februari lalu. ‘’Ada yang masuk, juga ada yang dicoret. Tapi totalnya belum direkap,’’ ujarnya ketika ditanya data pastinya.

Baca Juga :  Usualan Dapil Dinilai Tak Serius

Sementara itu, sesuai temuan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Lamongan, ada beberapa rumah yang tidak dicoklit namun dikasih stiker sebagai bukti coklit yang ada logo KPU. Selain itu ada beberapa rumah yang sudah tidak ditempati, namun tetap dicoklit dan masuk daftar pemilih. ‘’Ini masih tahap awal. Tahap berikutnya harus lebih teliti,’’ kata Ketua Panwaskab Lamongan, Toni Wijaya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/