alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kemenag-MUI Minta Hindari Tawaran Jasa Nikah Siri

Radar Bojonegoro – Praktik jasa nikah siri sudah ada sejak lama, namun kini semakin berkembang. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro menyarankan agar masyarakat tak tergiur dengan tawaran jasa nikah siri tersebut. Tarif jasa nikah siri beragam, mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,2 juta. Tawaran itu kian masif di beragam media sosial.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro M. Abdullah Hafidz mengatakan, nikah siri tidak diakui secara hukum negara. Sebab tidak tercacat di kantur urusan agama (KUA). Sehingga dilarang oleh negara.

Nikah siri menjadi cara seseorang menikah tanpa diketahui banyak orang. Dan dilakukan oleh lelaki tidak bertanggung jawab dan tak menghargai wanita. Hafidz menjelaskan jasa nikah sirih sudah ada sejak lama. Namun kini semakin marak di media sosial. Penyedia jasa bermotif ekonomi.

Sedangkan untuk pengguna jasa nikah siri biasanya dilatarbelakangi karena ingin menikah tanpa diketahui istri pertama. Selain itu tidak mendapat restu dari pihak keluarga. “Poligami tanpa diketahui istri tua,” unggkapnya.

Baca Juga :  Rivan A Purwantono Kembali Mendapat Mandat Memimpin PT Jasa Raharja

Menurut Hafidz, nikah siri memiliki banyak dampak negatif bagi pihak perempuan atau istri. Ketika terjadi perceraian tidak bisa menuntut gono-gini. Juga anak hasil penikahan tidak mendapat hak warisan. “Status hukumnya tidak jelas,” ujarnya.

Hafidz mengatakan, lelaki yang mengajak nikah siri merupakan orang yang tidak bertanggunga jawab. Jika niatnya benar-benar membina penikahan dan menghormati wanita akan menikah secara resmi di KUA. “Tidak menghargai wanita,” jelasnya.

Terlebih pernikahan di KUA sekarang ini mudah. Tidak memerlukan biaya tinggi. “Tinggal datang ke KUA,” ungkapnya. Ditanya terkait wali nikah, menurut Hafidz wali nikah yang utama adalah wali nasab. Seorang pria yang memiliki hubungan darah dengan mempelai wanita.

“Banyak jenis wali nikah, namun yang wajib dan diutamakan adalah wali nasab,” jelasnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro menganjurkan agar melakukan pernikahan secara tercatat.

Baca Juga :  Pendidikan Tinggi Versus Pengalaman

Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda mengatakan pernikahan sebenanya sama saja baik secara agama maupun negara. Dan nikah siri hanya sebuah sebutan untuk pernikahan tidak tercatat di KUA. “Tidak ada nikah siri,” jelasnya.

Gus Huda sapaanya mengatakan jasa nikah siri jika ditinjau dari sisi agama tidak apa-apa. Namun, menjadi masalah karena tidak tercatat. Sehingga jika dipandang dari sisi hukum dan sosial tidak sesuai.

Namun, menurut Gus Huda pernikahan harus mendapat restu dari orang tua, khususnya orang tua mempelai wanita. Sebab, wali nikah harus dari keluarga mempelai wanita. “Tetapi terdapat banyak pendapat terkait wali nikah, tergantung masing-masing pribadi,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantrean Al-Rosyid itu menganjurkan pernikahan secara tercatat KUA. Sebab pernikahan tidak tercatat berisiko. Khusunya ahli waris yang bisa saja tak mendapat hakhaknya. (irv)

Radar Bojonegoro – Praktik jasa nikah siri sudah ada sejak lama, namun kini semakin berkembang. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro menyarankan agar masyarakat tak tergiur dengan tawaran jasa nikah siri tersebut. Tarif jasa nikah siri beragam, mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,2 juta. Tawaran itu kian masif di beragam media sosial.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro M. Abdullah Hafidz mengatakan, nikah siri tidak diakui secara hukum negara. Sebab tidak tercacat di kantur urusan agama (KUA). Sehingga dilarang oleh negara.

Nikah siri menjadi cara seseorang menikah tanpa diketahui banyak orang. Dan dilakukan oleh lelaki tidak bertanggung jawab dan tak menghargai wanita. Hafidz menjelaskan jasa nikah sirih sudah ada sejak lama. Namun kini semakin marak di media sosial. Penyedia jasa bermotif ekonomi.

Sedangkan untuk pengguna jasa nikah siri biasanya dilatarbelakangi karena ingin menikah tanpa diketahui istri pertama. Selain itu tidak mendapat restu dari pihak keluarga. “Poligami tanpa diketahui istri tua,” unggkapnya.

Baca Juga :  Rivan A Purwantono Kembali Mendapat Mandat Memimpin PT Jasa Raharja

Menurut Hafidz, nikah siri memiliki banyak dampak negatif bagi pihak perempuan atau istri. Ketika terjadi perceraian tidak bisa menuntut gono-gini. Juga anak hasil penikahan tidak mendapat hak warisan. “Status hukumnya tidak jelas,” ujarnya.

Hafidz mengatakan, lelaki yang mengajak nikah siri merupakan orang yang tidak bertanggunga jawab. Jika niatnya benar-benar membina penikahan dan menghormati wanita akan menikah secara resmi di KUA. “Tidak menghargai wanita,” jelasnya.

Terlebih pernikahan di KUA sekarang ini mudah. Tidak memerlukan biaya tinggi. “Tinggal datang ke KUA,” ungkapnya. Ditanya terkait wali nikah, menurut Hafidz wali nikah yang utama adalah wali nasab. Seorang pria yang memiliki hubungan darah dengan mempelai wanita.

“Banyak jenis wali nikah, namun yang wajib dan diutamakan adalah wali nasab,” jelasnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro menganjurkan agar melakukan pernikahan secara tercatat.

Baca Juga :  Buron 10 Bulan, Gondol 34 Unit HP, Tersangka Didor

Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda mengatakan pernikahan sebenanya sama saja baik secara agama maupun negara. Dan nikah siri hanya sebuah sebutan untuk pernikahan tidak tercatat di KUA. “Tidak ada nikah siri,” jelasnya.

Gus Huda sapaanya mengatakan jasa nikah siri jika ditinjau dari sisi agama tidak apa-apa. Namun, menjadi masalah karena tidak tercatat. Sehingga jika dipandang dari sisi hukum dan sosial tidak sesuai.

Namun, menurut Gus Huda pernikahan harus mendapat restu dari orang tua, khususnya orang tua mempelai wanita. Sebab, wali nikah harus dari keluarga mempelai wanita. “Tetapi terdapat banyak pendapat terkait wali nikah, tergantung masing-masing pribadi,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantrean Al-Rosyid itu menganjurkan pernikahan secara tercatat KUA. Sebab pernikahan tidak tercatat berisiko. Khusunya ahli waris yang bisa saja tak mendapat hakhaknya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Pagu 25 SMPN Belum Terpenuhi

Batik Lamongan Kuasai Pasar Lokal

Sediakan Fasilitas Bersantai

Artikel Terbaru


/