alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Banjir Bengawan Jero Masih Meluas, Ancaman Gelombang Tinggi di Pantura

Radar Lamongan – Tak hanya banjir yang mengancam wilayah Kabupaten Lamongan. Gelombang tinggi juga mengancam para nelayan yang ada di wilayah pantai utara (pantura). Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Winardi mengatakan, beberapa hari terakhir gelombang tinggi terjadi wilayah pantura. Ketinggian gelombang mencapai sekitar 2 meter.

Sebagian besar nelayan berhenti melaut karena cuaca yang tidak mendukung. ‘’Kalau biasanya, untuk normal, gelombang bagi nelayan kisaran 1 meter masih aman,’’ katanya. ‘’Saya berdoa tidak ada kejadian apa – apa, meskipun ada gelombang tinggi,’’ imbuhnya.

Sementara itu, rumah yang kebanjiran di wilayah Bengawan Jero terus bertambah. Jika Senin (18/1) masih terdata 7.726 rumah yang kebanjiran, maka kemarin (19/1) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendata 8.209 rumah. Jumlah keluarga yang terdampak mencapai 8.777 KK atau 35.965 jiwa tersebar di 50 desa.

Baca Juga :  Tidak Perlu Bawa Buku Berat

“Banjir meluas dibandingkan tahun lalu,” kata Ketua Pelaksana BPBD Lamongan Mugito kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Dia menuturkan, curah hujan diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih tinggi hingga Februari.

Menurut Mugito, pemkab rutin melakukan pembersihan eceng gondok untuk memerlancar jalur sungai. Masyarakat diminta mulai beradaptasi dengan kebiasaan masa lalu. Yakni, memanfaatkan jalur sungai untuk memercepat kegiatan ekonomi dan sosial. “Kalau memang banjir lebih lama, maka masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan akses lalu lintas melalui sungai,” tuturnya.

Mugito mengatakan, biasanya wilayah terdampak banjir bisa diminimalisasi. Namun, sekarang meluas. Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga merendam sekitar 10.538 hektare sawah dan tambak. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 52 miliar.

Baca Juga :  Pilih Nomor 2, Perkuat Jokowi

Saat ini, lanjut dia, pemkab terus menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak. Juga menyiapkan posko kesehatan bagi mereka yang mengalami sakit. “Situasi banjir di masa covid tentu antisipasinya ditambah. Tapi bersyukur keluhan masyarakat masih bisa ditangani dengan baik,” klaimnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan M Jufri mengatakan, tahun ini ada perbaikan saluran irigasi primer untuk memercepat pembuangan dari Bengawan Jero. Perbaikan tersebut di Kali Malang dan Kali Corong, Kecamatan Glagah. Menurut dia, pekerjaan itu masih menunggu air surut. “Tahun ini ada dua titik. Sebelumnya kena refocusing, sehingga tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Radar Lamongan – Tak hanya banjir yang mengancam wilayah Kabupaten Lamongan. Gelombang tinggi juga mengancam para nelayan yang ada di wilayah pantai utara (pantura). Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Winardi mengatakan, beberapa hari terakhir gelombang tinggi terjadi wilayah pantura. Ketinggian gelombang mencapai sekitar 2 meter.

Sebagian besar nelayan berhenti melaut karena cuaca yang tidak mendukung. ‘’Kalau biasanya, untuk normal, gelombang bagi nelayan kisaran 1 meter masih aman,’’ katanya. ‘’Saya berdoa tidak ada kejadian apa – apa, meskipun ada gelombang tinggi,’’ imbuhnya.

Sementara itu, rumah yang kebanjiran di wilayah Bengawan Jero terus bertambah. Jika Senin (18/1) masih terdata 7.726 rumah yang kebanjiran, maka kemarin (19/1) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendata 8.209 rumah. Jumlah keluarga yang terdampak mencapai 8.777 KK atau 35.965 jiwa tersebar di 50 desa.

Baca Juga :  Istri Wakil Bupati dr Endah Wahyu Utami Tutup Usia

“Banjir meluas dibandingkan tahun lalu,” kata Ketua Pelaksana BPBD Lamongan Mugito kepada Jawa Pos Radar Lamongan. Dia menuturkan, curah hujan diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih tinggi hingga Februari.

Menurut Mugito, pemkab rutin melakukan pembersihan eceng gondok untuk memerlancar jalur sungai. Masyarakat diminta mulai beradaptasi dengan kebiasaan masa lalu. Yakni, memanfaatkan jalur sungai untuk memercepat kegiatan ekonomi dan sosial. “Kalau memang banjir lebih lama, maka masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan akses lalu lintas melalui sungai,” tuturnya.

Mugito mengatakan, biasanya wilayah terdampak banjir bisa diminimalisasi. Namun, sekarang meluas. Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga merendam sekitar 10.538 hektare sawah dan tambak. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 52 miliar.

Baca Juga :  Delapan Kambing Raib Dicuri

Saat ini, lanjut dia, pemkab terus menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak. Juga menyiapkan posko kesehatan bagi mereka yang mengalami sakit. “Situasi banjir di masa covid tentu antisipasinya ditambah. Tapi bersyukur keluhan masyarakat masih bisa ditangani dengan baik,” klaimnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan M Jufri mengatakan, tahun ini ada perbaikan saluran irigasi primer untuk memercepat pembuangan dari Bengawan Jero. Perbaikan tersebut di Kali Malang dan Kali Corong, Kecamatan Glagah. Menurut dia, pekerjaan itu masih menunggu air surut. “Tahun ini ada dua titik. Sebelumnya kena refocusing, sehingga tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/