alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Pilkades Desa Sekaran Jadi Rebutan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 233 desa kian dekat. Namun, pilkades di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, menjadi atensi banyak pihak.

Sebab, dari delapan pendaftar, lima orang berasal dari luar desa. Sebaliknya, tiga pendaftar lainnya dari warga desa setempat. Menariknya, semua pendaftar luar daerah tersebut rerata lulusan strata satu (S-1). Dan calon kepala desa (cakades) yang gagal mengikuti pilkades serentak 2019 lalu.

‘’Di Kecamatan Kasiman itu ada satu desa (Desa Sekaran) yang menjadi perhatian,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro Djuono Poerwiyanto.

Karena terdapat delapan pendaftar, pilkades Desa Sekaran, harus diawali dengan seleksi tulis. Seleksi ini untuk menjaring lima terbaik, nantinya ditetapkan menjadi cakades.

‘’Karena lebih dari lima pendaftar, untuk penetapan calon harus ada tes tulis diambil lima terbaik,’’ tegas pria sebelumnya menjabat Camat Balen ini.

Djuono mengatakan, Desa Sekaran menjadi perhatian karena dari delapan pendaftar, didominasi pendaftar luar desa. Bahkan, dari luar Kecamatan Kasiman. Sesuai berkas pendaftarannya, rerata untuk pendaftar dari luar Desa Sekaran, lulusan S-1. Sedangkan untuk calon dari dalam desa setingkat SMA.

Baca Juga :  Perangkat Desa Terpilih Berbicara terkait Tingginya Biaya Pelantikan

‘’Karena tingkat pendidikan itu menjadi poin dalam penilaian tes tulis,’’ tandas PNS Kelahiran Tuban itu.

Djuono menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi panitia kabupaten, pilkades serentak gelombang III melibatkan lintas OPD di lingkup pemkab. Dan dibantu TNI dan Polri.

Sementara itu, Camat Kasiman Agus Purwanto membenarkan pelaksanaan Pilkades Sekaran menjadi pantauan. ‘’Lima pendaftar (dari luar desa) itu, rerata mantan calon kepala desa yang gagal dalam pilkades serentak tahap II 2019 lalu,’’ ungkap dia.

Agus mengungkapkan, mulai mematangkan persiapan pilkades serentak di wilayahnya. Sebab, dari 10 desa di Kecamatan Kasiman, sembilan desa menggelar pilkades serentak.

Dari sembilan desa itu, dua desa harus menggelar tes tulis untuk penetapan calon, karena pendaftarnya lebih dari lima. Yaitu Desa Sekaran dan Desa Tembeling. ‘’Hanya Desa Kasiman yang tidak pilkades serentak tahun ini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Mulai Antisipasi Kemacetan MudikĀ 

Sesuai dengan data keuangan mengalir di Kecamatan Kasiman. Tahun ini alokasi dana desa (ADD) yang bakal mengalir sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan, untuk dana desa (DD) sekitar  Rp 8,6 miliar.

Berdasar data tersebut, Pilkades Desa Sekaran, menjadi rebutan disinyalir karena jatah DD tahun ini tertinggi dibanding desa lainnya di Kecamatan Kasiman. Sesuai data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, alokasi DD untuk Desa Sekaran sebesar Rp 1,1 miliar. Pagunya tertinggi dibanding desa lainnya.

Selain Desa Sekaran, ada tujuh desa lainnya terpaksa dilakukan seleksi tes tulis karena pendaftarnya lebih lima orang. Meliputi, Desa Tembeling Kecamatan Kasiman. Desa Tengger dan Desa Wadang, Kecamatan Ngasem.

Desa Kuniran Kecamatan Purwosari, Desa Banjarejo Kecamatan Padangan, Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan, dan Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras. (msu/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 233 desa kian dekat. Namun, pilkades di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, menjadi atensi banyak pihak.

Sebab, dari delapan pendaftar, lima orang berasal dari luar desa. Sebaliknya, tiga pendaftar lainnya dari warga desa setempat. Menariknya, semua pendaftar luar daerah tersebut rerata lulusan strata satu (S-1). Dan calon kepala desa (cakades) yang gagal mengikuti pilkades serentak 2019 lalu.

‘’Di Kecamatan Kasiman itu ada satu desa (Desa Sekaran) yang menjadi perhatian,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro Djuono Poerwiyanto.

Karena terdapat delapan pendaftar, pilkades Desa Sekaran, harus diawali dengan seleksi tulis. Seleksi ini untuk menjaring lima terbaik, nantinya ditetapkan menjadi cakades.

‘’Karena lebih dari lima pendaftar, untuk penetapan calon harus ada tes tulis diambil lima terbaik,’’ tegas pria sebelumnya menjabat Camat Balen ini.

Djuono mengatakan, Desa Sekaran menjadi perhatian karena dari delapan pendaftar, didominasi pendaftar luar desa. Bahkan, dari luar Kecamatan Kasiman. Sesuai berkas pendaftarannya, rerata untuk pendaftar dari luar Desa Sekaran, lulusan S-1. Sedangkan untuk calon dari dalam desa setingkat SMA.

Baca Juga :  Harus Hasilkan Kades Bojonegoro Paham Teknologi Informasi

‘’Karena tingkat pendidikan itu menjadi poin dalam penilaian tes tulis,’’ tandas PNS Kelahiran Tuban itu.

Djuono menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi panitia kabupaten, pilkades serentak gelombang III melibatkan lintas OPD di lingkup pemkab. Dan dibantu TNI dan Polri.

Sementara itu, Camat Kasiman Agus Purwanto membenarkan pelaksanaan Pilkades Sekaran menjadi pantauan. ‘’Lima pendaftar (dari luar desa) itu, rerata mantan calon kepala desa yang gagal dalam pilkades serentak tahap II 2019 lalu,’’ ungkap dia.

Agus mengungkapkan, mulai mematangkan persiapan pilkades serentak di wilayahnya. Sebab, dari 10 desa di Kecamatan Kasiman, sembilan desa menggelar pilkades serentak.

Dari sembilan desa itu, dua desa harus menggelar tes tulis untuk penetapan calon, karena pendaftarnya lebih dari lima. Yaitu Desa Sekaran dan Desa Tembeling. ‘’Hanya Desa Kasiman yang tidak pilkades serentak tahun ini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Baca Juga :  Perangkat Desa Terpilih Berbicara terkait Tingginya Biaya Pelantikan

Sesuai dengan data keuangan mengalir di Kecamatan Kasiman. Tahun ini alokasi dana desa (ADD) yang bakal mengalir sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan, untuk dana desa (DD) sekitar  Rp 8,6 miliar.

Berdasar data tersebut, Pilkades Desa Sekaran, menjadi rebutan disinyalir karena jatah DD tahun ini tertinggi dibanding desa lainnya di Kecamatan Kasiman. Sesuai data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, alokasi DD untuk Desa Sekaran sebesar Rp 1,1 miliar. Pagunya tertinggi dibanding desa lainnya.

Selain Desa Sekaran, ada tujuh desa lainnya terpaksa dilakukan seleksi tes tulis karena pendaftarnya lebih lima orang. Meliputi, Desa Tembeling Kecamatan Kasiman. Desa Tengger dan Desa Wadang, Kecamatan Ngasem.

Desa Kuniran Kecamatan Purwosari, Desa Banjarejo Kecamatan Padangan, Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan, dan Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras. (msu/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/