alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jatah Dana Desa Susut Rp 42 M

KOTA – Pendapatan desa di Lamongan bakal menurun tahun ini. Karena jatah dana desa (DD) untuk Kota Soto tersebut Rp 42 miliar. Yakni dari Rp 363 miliar tahun lalu, menjadi Rp 321 miliar tahun ini. 

“Turun, tapi tidak banyak. Desa harus bisa membelanjakan secara efisien dana tersebut,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Desa (SDD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Poedjianto jumat (18/1). 

Menurut Poedji, menurunnya jumlah DD tahun ini dipengaruhi cara penghitungan pusat. Ada tiga metode penghitungan. Yakni alokasi dasar, seluruh desa di Indonesia mendapatkan jatah sama.

Kemudian alokasi formula, disesuaikan jumlah penduduk, luas wilayah serta data kemiskinan. Serta alokasi afirmasi, disesuaikan dengan kondisi desa tertinggal atau sangat tertinggal serta jumlah penduduk miskinnya. “Besaran DD banyak dipengaruhi oleh alokasi afirmasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Tersangka Suap, Hanya Wajib Lapor 

Perihal turunnya DD, Poedji enggan berkomentar banyak, karena kebijakan ini dari pusat. Daerah hanya melaksanakan sesuai dengan perhitungan pusat. Dia hanya menjelaskan, berkurangnya dukungan materil dari pemerintah pusat untuk desa ini berpengaruh cukup besar.

Sebab operasional dan pemeliharaan infrastruktur desa selama ini sangat bergantung dari DD. ‘’Ketika dana tersebut dipangkas, desa harus harus ada pertimbangan lebih dalam merumuskan pembelanjaan,’’ tuturnya. 

Poedji menambahkan, pencairan DD dilakukan tiga tahap. Tahap I diperkirakan akhir Januari hingga awal Februari sebesar 20 persen. Tahap kedua 40 persen diperkirakan cair Maret-Juni. Sisanya akan cair paling cepat Juni. “Mekanisme tersebut menyesuaikan dengan perbup (peraturan bupati) dan laporan realisasi,” terangnya.

Baca Juga :  Razia Massa Pendemo MK tanpa Hasil

Tentang Dana Desa (DD) Jatah Lamongan

2017 senilai Rp 363 M

2018 senilai Rp 321 M

Turun sebesar Rp 42 M

Pencairan Tiga Tahap :

Tahap I Januari-Februari 20 Persen

Tahap II Maret-Juni 40 Persen

Tahap III Juni-Desember 40 Persen

KOTA – Pendapatan desa di Lamongan bakal menurun tahun ini. Karena jatah dana desa (DD) untuk Kota Soto tersebut Rp 42 miliar. Yakni dari Rp 363 miliar tahun lalu, menjadi Rp 321 miliar tahun ini. 

“Turun, tapi tidak banyak. Desa harus bisa membelanjakan secara efisien dana tersebut,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Desa (SDD) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan, Poedjianto jumat (18/1). 

Menurut Poedji, menurunnya jumlah DD tahun ini dipengaruhi cara penghitungan pusat. Ada tiga metode penghitungan. Yakni alokasi dasar, seluruh desa di Indonesia mendapatkan jatah sama.

Kemudian alokasi formula, disesuaikan jumlah penduduk, luas wilayah serta data kemiskinan. Serta alokasi afirmasi, disesuaikan dengan kondisi desa tertinggal atau sangat tertinggal serta jumlah penduduk miskinnya. “Besaran DD banyak dipengaruhi oleh alokasi afirmasi,” terangnya. 

Baca Juga :  Pemerintah Tingkatkan Kapasitas RS Hingga 40 Persen di Zona Merah

Perihal turunnya DD, Poedji enggan berkomentar banyak, karena kebijakan ini dari pusat. Daerah hanya melaksanakan sesuai dengan perhitungan pusat. Dia hanya menjelaskan, berkurangnya dukungan materil dari pemerintah pusat untuk desa ini berpengaruh cukup besar.

Sebab operasional dan pemeliharaan infrastruktur desa selama ini sangat bergantung dari DD. ‘’Ketika dana tersebut dipangkas, desa harus harus ada pertimbangan lebih dalam merumuskan pembelanjaan,’’ tuturnya. 

Poedji menambahkan, pencairan DD dilakukan tiga tahap. Tahap I diperkirakan akhir Januari hingga awal Februari sebesar 20 persen. Tahap kedua 40 persen diperkirakan cair Maret-Juni. Sisanya akan cair paling cepat Juni. “Mekanisme tersebut menyesuaikan dengan perbup (peraturan bupati) dan laporan realisasi,” terangnya.

Baca Juga :  Kapolres Ancam Pidanakan Penyeleweng DD

Tentang Dana Desa (DD) Jatah Lamongan

2017 senilai Rp 363 M

2018 senilai Rp 321 M

Turun sebesar Rp 42 M

Pencairan Tiga Tahap :

Tahap I Januari-Februari 20 Persen

Tahap II Maret-Juni 40 Persen

Tahap III Juni-Desember 40 Persen

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/