alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Jalanan Balen Penuh Jeglongan, Anggaran Perbaikan Menipis

Radar Bojonegoro – Lubang-lubang yang terdapat di ruas jalan nasional BojonegoroBalen tampaknya belum akan ditambal dalam waktu dekat. Akhir tahun ini anggaran perawatan jalan sudah menipis. Sehingga, perbaikan itu harus menunggu proyek pelebaran tahun depan.

Padahal, pengendara cukup merasakan dampak jalan berlubang itu bisa memicu kecelakaan. Jalan kian jeglong (berlubang) seiring hujan memicu aspal menge lupas. Jalan tersebut kewenangan pemerintah pusat atau Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

‘’Jedhuk,’’ ujar Ahmad Nur menirukan suara motornya ketika melintas di jalan berlubang kawasan Balen kemarin (18/12). Menurut dia, lebih membahayakan ketika melintas malam dan hujan.

Selain penerangan terbatas, juga lubang jalan tergenang air. Sehingga tak terlihat jika jalan berlubang. Dia berharap BBPJN segera menambal jalan berlubang meski seadanya seraya menunggu proyek pelebaran jalan.

Baca Juga :  Jelang Pembangunan Ring Road Awas Makelar Tanah Beredar

‘’Lebih baik ditambal dulu dengan seadanya, daripada menunggu terjadi pengendara kecelakaan,’’ ujar pengendara yang setiap hari melintas jalan Kecamatan Balen untuk berangkat pulang bekerja.

PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kristanto Yudha menjelaskan, hingga kini perawatan jalan nasional itu masih terus. Namun, tambal sulam yang akan dilakukan terbatas. Anggarannya sudah menipis. “Anggarannya menipis. Jadi, perawatan tidak bisa merata,” jelasnya.

Perawatan jalan nasional Bojonegoro-Babat dilakukan terus secara berkala. Perawatan semakin intensif saat musim hujan karena aspal mudah rusak. Namun, saat ini anggaran perawatan sudah kian menipis. Sehingga, perbaikan jalan berlubang itu tidak bisa ditambal semua.

“Memang banyak yang berlubang. Terutama saat musim hujan ini. Karena anggarannya menipis tambal sulam tidak bisa merata,” tutur pria asli Semarang itu. Tahun depan ruas jalan Bojonegoro-Balen akan dilebarkan. Pelebaran dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro.

Baca Juga :  RESMI DIMULAI

Alokasi anggarannya mencapai Rp 80 miliar. “Kami harap pengerjaannya bisa dilakukan awal tahun. Sehingga, kerusakan bisa tertangani segera,” jelasnya.

Yuda menjelaskan, hingga Desember ini jalan itu masih menjadi tanggung jawabnya. Januari nanti akan ditangani oleh kabupaten selama proyek pelebaran. Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Retno Wulandari menjelaskan bahwa proyek-proyek besar tahun depan akan dilakukan lebih awal. Di antaranya, pelebaran jalan BojonegoroBalen. Lelang diperkirakan dilakukan antara Januari hingga Februari.

Radar Bojonegoro – Lubang-lubang yang terdapat di ruas jalan nasional BojonegoroBalen tampaknya belum akan ditambal dalam waktu dekat. Akhir tahun ini anggaran perawatan jalan sudah menipis. Sehingga, perbaikan itu harus menunggu proyek pelebaran tahun depan.

Padahal, pengendara cukup merasakan dampak jalan berlubang itu bisa memicu kecelakaan. Jalan kian jeglong (berlubang) seiring hujan memicu aspal menge lupas. Jalan tersebut kewenangan pemerintah pusat atau Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

‘’Jedhuk,’’ ujar Ahmad Nur menirukan suara motornya ketika melintas di jalan berlubang kawasan Balen kemarin (18/12). Menurut dia, lebih membahayakan ketika melintas malam dan hujan.

Selain penerangan terbatas, juga lubang jalan tergenang air. Sehingga tak terlihat jika jalan berlubang. Dia berharap BBPJN segera menambal jalan berlubang meski seadanya seraya menunggu proyek pelebaran jalan.

Baca Juga :  Penyulingan Minyak Mentah Kedewan Hangus Terbakar

‘’Lebih baik ditambal dulu dengan seadanya, daripada menunggu terjadi pengendara kecelakaan,’’ ujar pengendara yang setiap hari melintas jalan Kecamatan Balen untuk berangkat pulang bekerja.

PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kristanto Yudha menjelaskan, hingga kini perawatan jalan nasional itu masih terus. Namun, tambal sulam yang akan dilakukan terbatas. Anggarannya sudah menipis. “Anggarannya menipis. Jadi, perawatan tidak bisa merata,” jelasnya.

Perawatan jalan nasional Bojonegoro-Babat dilakukan terus secara berkala. Perawatan semakin intensif saat musim hujan karena aspal mudah rusak. Namun, saat ini anggaran perawatan sudah kian menipis. Sehingga, perbaikan jalan berlubang itu tidak bisa ditambal semua.

“Memang banyak yang berlubang. Terutama saat musim hujan ini. Karena anggarannya menipis tambal sulam tidak bisa merata,” tutur pria asli Semarang itu. Tahun depan ruas jalan Bojonegoro-Balen akan dilebarkan. Pelebaran dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro.

Baca Juga :  Marak Parkir, Jalan Menyempit Bikin Jalan Macet

Alokasi anggarannya mencapai Rp 80 miliar. “Kami harap pengerjaannya bisa dilakukan awal tahun. Sehingga, kerusakan bisa tertangani segera,” jelasnya.

Yuda menjelaskan, hingga Desember ini jalan itu masih menjadi tanggung jawabnya. Januari nanti akan ditangani oleh kabupaten selama proyek pelebaran. Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Retno Wulandari menjelaskan bahwa proyek-proyek besar tahun depan akan dilakukan lebih awal. Di antaranya, pelebaran jalan BojonegoroBalen. Lelang diperkirakan dilakukan antara Januari hingga Februari.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/