alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Runtuh, Dua Penambang Tewas

PALANG – Tambang kumbung ilegal di Desa Pucangan, Kecamatan Palang Selasa (18/12) siang kembali runtuh.  Dalam insiden kedua selama setahun terakhir tersebut, dua penambang tewas. Mereka adalah pengemudi dump truk Adi Yahya, 30, dan kernetnya Sapaat, 33. Kedua korban tertimpa reruntuhan batu kapur ketika menaikkan muatan. 

Kasus tambang runtuh di titik ini kali pertama terjadi pada 11 November 2017. Saat itu, dua pekerjanya Agus Priyono dan Doni tewas setelah terkubur hidup-hidup. Dalam kasus tersebut pemilik tambang bernama Supriyono dijerat pasal 359  KUHP. Sangkaannya, karena kealpaannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia dunia.  

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebutkan, insiden kemarin terjadi selepas azan Duhur, persisnya sekitar pukul 12.00. Ketika tebing di atas dump truk nopol S 8297 HE itu runtuh, kendaraan berat tersebut  tengah menaikkan muatan. ”Kejadian tersebut berlangsung cepat,” ujar salah satu saksi di tempat kejadian perkara (TKP). 

Baca Juga :  Peserta Assesmen Nasional Berbeda di Tiap Jenjang Pendidikan

Sesaat setelah terdengar suara brak…., kabin dan bak dump truk yang ditumpangi Adi dan Sapaat tertimpa bongkahan batu kapur hingga ringsek. Keduanya tewas tergencet bodi kabin.

Kapolsek Palang AKP Simoen mengatakan, begitu tambang runtuh, penambang dan warga sekitar langsung mengevakuasi korban. Ketika dievakuasi, keduanya dalam kondisi tak bernyawa. ‘’Kami masih proses pengumpulan saksi dan barang bukti, termasuk memintai keterangan pemilik tambang,’’ tutur dia.

Dia mensinyalir insiden tersebut akibat eksploitasi berlebihan. Ditambah kondisi tambang yang lembap setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir.

PALANG – Tambang kumbung ilegal di Desa Pucangan, Kecamatan Palang Selasa (18/12) siang kembali runtuh.  Dalam insiden kedua selama setahun terakhir tersebut, dua penambang tewas. Mereka adalah pengemudi dump truk Adi Yahya, 30, dan kernetnya Sapaat, 33. Kedua korban tertimpa reruntuhan batu kapur ketika menaikkan muatan. 

Kasus tambang runtuh di titik ini kali pertama terjadi pada 11 November 2017. Saat itu, dua pekerjanya Agus Priyono dan Doni tewas setelah terkubur hidup-hidup. Dalam kasus tersebut pemilik tambang bernama Supriyono dijerat pasal 359  KUHP. Sangkaannya, karena kealpaannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia dunia.  

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebutkan, insiden kemarin terjadi selepas azan Duhur, persisnya sekitar pukul 12.00. Ketika tebing di atas dump truk nopol S 8297 HE itu runtuh, kendaraan berat tersebut  tengah menaikkan muatan. ”Kejadian tersebut berlangsung cepat,” ujar salah satu saksi di tempat kejadian perkara (TKP). 

Baca Juga :  Siswa Siswi SMAN 1 Tuban Berhasil Ciptakan Pembersih Noda Portabel

Sesaat setelah terdengar suara brak…., kabin dan bak dump truk yang ditumpangi Adi dan Sapaat tertimpa bongkahan batu kapur hingga ringsek. Keduanya tewas tergencet bodi kabin.

Kapolsek Palang AKP Simoen mengatakan, begitu tambang runtuh, penambang dan warga sekitar langsung mengevakuasi korban. Ketika dievakuasi, keduanya dalam kondisi tak bernyawa. ‘’Kami masih proses pengumpulan saksi dan barang bukti, termasuk memintai keterangan pemilik tambang,’’ tutur dia.

Dia mensinyalir insiden tersebut akibat eksploitasi berlebihan. Ditambah kondisi tambang yang lembap setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/