alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Investasi Menurun, Wilayah Selatan Berkembang

LAMONGAN – Nilai investasi di Lamongan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamongan, penanaman modal dalam negeri (PMDN)  tahun lalu mencapai 1.279 perusahaan. Nilai investasinya Rp 1 triliun.

Sedangkan tahun ini, hanya ada 654 perusahaan. Total investasinya, Rp 174 miliar. Kepala Dinas PMPTSP Lamongan, Eko Priyono, mengatakan, pergerakan investasi Lamongan kurang progresif tahun ini. Khususnya bidang kemaritiman. 

Menurut dia, pengusaha mulai melirik wilayah selatan untuk investasi. Selain itu, pergerakan pelaku usaha skala besar terjadi kendala karena tren nilai tukar rupiah. 

Meski demikian, ada sejumlah perusahaan baru yang melakukan investasi. Mereka membidik wilayah Kecamatan Mantup, Ngimbang, dan sekitarnya. Perusahaan itu di antaranya bergerak di bidang kayu, sepatu, dan pupuk. 

Baca Juga :  Temukan Penduduk KTP Luar Bojonegoro

Eko menjelaskan, sejumlah investor mulai tertarik untuk investasi di wilayah selatan. Selain harga tanahnya masih terjangkau, infrastruktur dinilai baik. Sehingga bongkar muat barang untuk keperluan produksi tidak mengalami persoalan. 

“Kesempatan investasi kita buka di sejumlah titik, bukan hanya kemaritiman saja,” jelasnya. 

Menurut Eko, saat ini banyak perusahaan pemula sadar akan pentingnya mengurus izin. Sepanjang 2018, pelaku usaha yang mengurus izin banyak didominasi sektor perdagangan. Jumlahnya mencapai 539 pelaku. Jenis usahanya beragam mulai kelontong, pertanian, hingga jasa. Terkait perusahaan yang belum melengkapi berkas perizinan sampai akhir tahun, dia belum mengantongi datanya.

LAMONGAN – Nilai investasi di Lamongan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamongan, penanaman modal dalam negeri (PMDN)  tahun lalu mencapai 1.279 perusahaan. Nilai investasinya Rp 1 triliun.

Sedangkan tahun ini, hanya ada 654 perusahaan. Total investasinya, Rp 174 miliar. Kepala Dinas PMPTSP Lamongan, Eko Priyono, mengatakan, pergerakan investasi Lamongan kurang progresif tahun ini. Khususnya bidang kemaritiman. 

Menurut dia, pengusaha mulai melirik wilayah selatan untuk investasi. Selain itu, pergerakan pelaku usaha skala besar terjadi kendala karena tren nilai tukar rupiah. 

Meski demikian, ada sejumlah perusahaan baru yang melakukan investasi. Mereka membidik wilayah Kecamatan Mantup, Ngimbang, dan sekitarnya. Perusahaan itu di antaranya bergerak di bidang kayu, sepatu, dan pupuk. 

Baca Juga :  Bupati Gulirkan Kartu Program Petani Mandiri dan Hibah Saprodi

Eko menjelaskan, sejumlah investor mulai tertarik untuk investasi di wilayah selatan. Selain harga tanahnya masih terjangkau, infrastruktur dinilai baik. Sehingga bongkar muat barang untuk keperluan produksi tidak mengalami persoalan. 

“Kesempatan investasi kita buka di sejumlah titik, bukan hanya kemaritiman saja,” jelasnya. 

Menurut Eko, saat ini banyak perusahaan pemula sadar akan pentingnya mengurus izin. Sepanjang 2018, pelaku usaha yang mengurus izin banyak didominasi sektor perdagangan. Jumlahnya mencapai 539 pelaku. Jenis usahanya beragam mulai kelontong, pertanian, hingga jasa. Terkait perusahaan yang belum melengkapi berkas perizinan sampai akhir tahun, dia belum mengantongi datanya.

Artikel Terkait

Most Read

Dandim Lebih Nyaman Baca Koran

Bojonegoro Berubah PPKM Level Tiga

Artikel Terbaru


/