alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Sejumlah Proyek Terancam Molor

KOTA – DPRD Lamongan mengingatkan pemkab setempat segera menginventarisir pelaksanaan proyek yang didanai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2107. Sebab, sudah mendekati tutup tahun, namun masih banyak proyek fisik yang belum kelar.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan M. Amir mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengamatan di Lamongan terkait pengerjaan proyek, hasilnya masih sekitar lebih dari 50 persen proyek yang didanai dari APBD belum rampung.‘’Ini sudah mendekati tutup tahun, pemkab harus bersikap tegas,’’ katanya kemarin.

Menurut dia, rata-rata pengerjaan proyek berakhir pada akhir November 2017, namun masih banyak yang pengerjaannya belum tuntas, sehingga ada potensi molor, karena pengerjaannya tidak sesuai waktu dalam kontrak.

Baca Juga :  Tinjau Pelayanan di Pukesmas Paciran

‘’Jika ada yang molor harus ditindak,’’ pintanya.Dia mencontohkan, pembangunan gedung lantai tujuh Pemkab Lamongan, pembangunan jalan, serta beberapa proyek lainnya yang pengerjaannya masih di bawah 50 persen.‘’Molor itu membuktikan pihak ketiga sebagai pelaksana kurang profesional,’’ lanjutnya.

Sementara itu, Pemkab Lamongan mengaku sudah melakukan pengawasn sejumlah proyek di lapangan, beberapa proyek yang pengerjaannya belum mencapai 50 persen sudah diingatkan akan segera dikebut.

Jika pelaksanaan proyek molor selain merugikan masyarakat, juga akan berdampak pada pihak ketiga selaku pelaksana. Sebab, ada denda dari keterlambatan pelaksanaan proyek yang didanai dari uang negara itu. ‘’Masih didalukan pendataan, kalau molor pasti ada sanksinya,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Agus Hendrawan. 

Baca Juga :  Proyek Belum Setahun, Talud Bengawan Longsor

KOTA – DPRD Lamongan mengingatkan pemkab setempat segera menginventarisir pelaksanaan proyek yang didanai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2107. Sebab, sudah mendekati tutup tahun, namun masih banyak proyek fisik yang belum kelar.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan M. Amir mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengamatan di Lamongan terkait pengerjaan proyek, hasilnya masih sekitar lebih dari 50 persen proyek yang didanai dari APBD belum rampung.‘’Ini sudah mendekati tutup tahun, pemkab harus bersikap tegas,’’ katanya kemarin.

Menurut dia, rata-rata pengerjaan proyek berakhir pada akhir November 2017, namun masih banyak yang pengerjaannya belum tuntas, sehingga ada potensi molor, karena pengerjaannya tidak sesuai waktu dalam kontrak.

Baca Juga :  Pilih Menikah Ketimbang Ikut UNBK

‘’Jika ada yang molor harus ditindak,’’ pintanya.Dia mencontohkan, pembangunan gedung lantai tujuh Pemkab Lamongan, pembangunan jalan, serta beberapa proyek lainnya yang pengerjaannya masih di bawah 50 persen.‘’Molor itu membuktikan pihak ketiga sebagai pelaksana kurang profesional,’’ lanjutnya.

Sementara itu, Pemkab Lamongan mengaku sudah melakukan pengawasn sejumlah proyek di lapangan, beberapa proyek yang pengerjaannya belum mencapai 50 persen sudah diingatkan akan segera dikebut.

Jika pelaksanaan proyek molor selain merugikan masyarakat, juga akan berdampak pada pihak ketiga selaku pelaksana. Sebab, ada denda dari keterlambatan pelaksanaan proyek yang didanai dari uang negara itu. ‘’Masih didalukan pendataan, kalau molor pasti ada sanksinya,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Agus Hendrawan. 

Baca Juga :  Bakal Bentuk Tim Verifikasi Bansos

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/