alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Perbup Disahkan, Razia Masker Siang-Malam

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Tak memakai masker bakal semakin terkena sanksi berlipat. Peraturan bupati (perbup) mengatur terkait penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan telah diterbitkan kemarin (18/9).

Razia terhadap pemakaian masker akan digelar siang dan malam. Tim gabungan digerakkan dari kepolisian, TNI, satpol PP, dan dishub. Para pelanggar terjaring akan disita KTP-nya. Selanjutnya, para pelanggar menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan negeri.

Kasatpol PP Bojonegoro Arief Nanang mengatakan, sebisa mungkin penindakan sanksi di lapangan dilakukan bertahap. Seperti tercantum pasal 11 Perbup Nomor 38 Tahun 2020. Target sasarannya ada dua yakni perorangan dan pelaku usaha. “Kalau yang perorangan kami usahakan tidak langsung didenda. Kami sanksi bertahap sesuai pasalnya. Awalnya teguran lisan dan tertulis. Lalu mengucapkan teks Pancasila, menyanyikan salah satu lagu nasional. Biar lebih mendidik,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Sanksi Tegas Pelaku Money Politics

Menurut dia, apabila tetap melanggar, tiap pelanggar bisa didenda sebesar Rp 50 ribu. Dan atau kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum. Sedangkan, pelaku usaha awalnya juga akan ditegur. Jika tetap melanggar protokol kesehatan, didenda Rp 250 ribu.

Nantinya, denda administrasi tersebut akan disetor ke kas daerah (kasda). Satpol, menurut dia, akan bersinergi dan berkoordinasi dengan polres, dishub, dan TNI terkait razia serta patroli di lapangan.

- Advertisement -

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan, sidang tipiring terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yakni tidak pakai masker digelar tiap Kamis. Pada Kamis lalu (17/9) ada 35 pelanggar disidangkan dan diputus majelis hakim sanksi denda sebesar Rp 75 ribu. “Kami rutin razia siang dan malam tiap hari. Lokasi razia berpindah-pindah. Perkiraan sudah ada lebih dari sepuluh pelanggar akan jalani sidang Kamis depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Jurusan Perminyakan Minim Peminat

Kapolres menambahkan, razia bukan hanya di wilayah kota. Juga di polsek se-Bojonegoro. Tetapi, sifatnya masih sebatas imbauan dan teguran. Menurutnya, masyarakat harus sadar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Meski Bojonegoro zona oranye di Jawa Timur, tapi peta sebaran Covid-19 sudah merata di 28 kecamatan.

“Kewaspadaaan ini demi kebaikan bersama,” ucapnya. Tim gabungan menindak para pelanggar mengacu pada Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Selanjutnya, tim gabungan akan mengacu pada Perbup Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penagakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengen dalian Covid-19 di Bojonegoro.

Radar Bojonegoro – Tak memakai masker bakal semakin terkena sanksi berlipat. Peraturan bupati (perbup) mengatur terkait penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan telah diterbitkan kemarin (18/9).

Razia terhadap pemakaian masker akan digelar siang dan malam. Tim gabungan digerakkan dari kepolisian, TNI, satpol PP, dan dishub. Para pelanggar terjaring akan disita KTP-nya. Selanjutnya, para pelanggar menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan negeri.

Kasatpol PP Bojonegoro Arief Nanang mengatakan, sebisa mungkin penindakan sanksi di lapangan dilakukan bertahap. Seperti tercantum pasal 11 Perbup Nomor 38 Tahun 2020. Target sasarannya ada dua yakni perorangan dan pelaku usaha. “Kalau yang perorangan kami usahakan tidak langsung didenda. Kami sanksi bertahap sesuai pasalnya. Awalnya teguran lisan dan tertulis. Lalu mengucapkan teks Pancasila, menyanyikan salah satu lagu nasional. Biar lebih mendidik,” katanya kemarin.

Baca Juga :  SMKN 1 Bojonegoro Gandeng Dunia Usaha dan Industri

Menurut dia, apabila tetap melanggar, tiap pelanggar bisa didenda sebesar Rp 50 ribu. Dan atau kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum. Sedangkan, pelaku usaha awalnya juga akan ditegur. Jika tetap melanggar protokol kesehatan, didenda Rp 250 ribu.

Nantinya, denda administrasi tersebut akan disetor ke kas daerah (kasda). Satpol, menurut dia, akan bersinergi dan berkoordinasi dengan polres, dishub, dan TNI terkait razia serta patroli di lapangan.

- Advertisement -

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan, sidang tipiring terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yakni tidak pakai masker digelar tiap Kamis. Pada Kamis lalu (17/9) ada 35 pelanggar disidangkan dan diputus majelis hakim sanksi denda sebesar Rp 75 ribu. “Kami rutin razia siang dan malam tiap hari. Lokasi razia berpindah-pindah. Perkiraan sudah ada lebih dari sepuluh pelanggar akan jalani sidang Kamis depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Supi Haryono Tak Lama Lagi Jalani Sidang

Kapolres menambahkan, razia bukan hanya di wilayah kota. Juga di polsek se-Bojonegoro. Tetapi, sifatnya masih sebatas imbauan dan teguran. Menurutnya, masyarakat harus sadar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Meski Bojonegoro zona oranye di Jawa Timur, tapi peta sebaran Covid-19 sudah merata di 28 kecamatan.

“Kewaspadaaan ini demi kebaikan bersama,” ucapnya. Tim gabungan menindak para pelanggar mengacu pada Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Selanjutnya, tim gabungan akan mengacu pada Perbup Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penagakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengen dalian Covid-19 di Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/