alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Janda Duda Tewas Bareng, Makam Dibongkar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro ­- Teka-teki kematian Waidi, 53, dan Sriatun, 41, masih diselidiki. Satreskrim Polres Bojonegoro akhirnya membongkar makam dua orang bukan pasangan suami istri (pasutri), Selasa (17/9) malam. Sementara pemakaman dua korban warga Dusun Singgang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, itu Selasa siang.

Dilakukannya pembongkaran makam dan otopsi ini melibatkan tim medis RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo. Kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Sebaliknya, menunggu hasil otopsi yang dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk dilakukan pengujian.

Tentu, kematian Waidi dan Sriatun ini membuat warga Dusun Singgang, Desa Sidomulyo, itu bertanya-tanya. Dua korban diketahui tak bernyawa di rumah Waidi, sekitar pukul 05.00 Selasa. Waidi duda, sedangkan Sriatun, janda.

“Selasa malam sudah kami lakukan otopsi. Kami ingin pastikan penyebab kematian kedua korban tersebut,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli kemarin siang (18/9).

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Dua Reseller Ditahan

Pembongkaran dua makam berlangsung cukup lama. Hampir 6,5 jam. Mulai pukul 21.00 sampai 03.30. Pembongkaran melibatkan empat tim medis RSUD bersama tim identifikasi polres dan penyidik. Pembongkaran dijaga ketat puluhan anggota kepolisian agar warga tak mendekat.

Adapun hasil otopsi telah dikirim ke Labfor Polda Jatim. Saat ini tim penyidik masih melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut. “Pada intinya setelah kami tahu penyebab kematiannya itu apa, selanjutnya kami akan bisa selidiki motifnya apa,” ujar Ary, sapaan akrabnya.

Awalnya, dua jenazah dilakukan pemakaman karena ahli waris kedua korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi. Sehingga mayat kedua korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan. Namun, kepolisian akhirnya melakukan pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

Kapolres belum bisa berkomentar banyak sebelum hasil dari Labfor Polda Jatim itu keluar. Terkait hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya belum bisa pastikan barang bukti yang ditemukan oleh anggotanya itu minuman beralkohol.

Baca Juga :  Gaji PNS Batal Naik Bulan Ini

“Kami belum bisa sebut itu arak, setahu saya hanya ada botol berisi air berwarna merah. Nanti kami lakukan pemeriksaan dulu kandungan minuman tersebut,” ujar perwira kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, barang bukti lainnya berupa minuman berkarbonasi dan obat-obatan.

Perlu diketahui, kedua jenazah ditemukan tewas oleh Satonah, 70. Saat itu, Satonah hendak membangunkan korban Waidi. Namun saat diketuk pintu rumah korban, tak ada jawaban. Satonah pun curiga apalagi pintu juga terkunci.

Satonah memberanikan mengintip dari lubang kunci. Ia melihat Waidi dan teman perempuannya tergeletak di ruang tamu. Sehingga Satonah minta tolong warga setempat mencongkel pintu rumah korban Waidi.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro ­- Teka-teki kematian Waidi, 53, dan Sriatun, 41, masih diselidiki. Satreskrim Polres Bojonegoro akhirnya membongkar makam dua orang bukan pasangan suami istri (pasutri), Selasa (17/9) malam. Sementara pemakaman dua korban warga Dusun Singgang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, itu Selasa siang.

Dilakukannya pembongkaran makam dan otopsi ini melibatkan tim medis RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo. Kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Sebaliknya, menunggu hasil otopsi yang dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk dilakukan pengujian.

Tentu, kematian Waidi dan Sriatun ini membuat warga Dusun Singgang, Desa Sidomulyo, itu bertanya-tanya. Dua korban diketahui tak bernyawa di rumah Waidi, sekitar pukul 05.00 Selasa. Waidi duda, sedangkan Sriatun, janda.

“Selasa malam sudah kami lakukan otopsi. Kami ingin pastikan penyebab kematian kedua korban tersebut,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli kemarin siang (18/9).

Baca Juga :  Alokasikan Dua Pompa Air di Semanding dan Kalirejo

Pembongkaran dua makam berlangsung cukup lama. Hampir 6,5 jam. Mulai pukul 21.00 sampai 03.30. Pembongkaran melibatkan empat tim medis RSUD bersama tim identifikasi polres dan penyidik. Pembongkaran dijaga ketat puluhan anggota kepolisian agar warga tak mendekat.

Adapun hasil otopsi telah dikirim ke Labfor Polda Jatim. Saat ini tim penyidik masih melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut. “Pada intinya setelah kami tahu penyebab kematiannya itu apa, selanjutnya kami akan bisa selidiki motifnya apa,” ujar Ary, sapaan akrabnya.

Awalnya, dua jenazah dilakukan pemakaman karena ahli waris kedua korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi. Sehingga mayat kedua korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan. Namun, kepolisian akhirnya melakukan pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

Kapolres belum bisa berkomentar banyak sebelum hasil dari Labfor Polda Jatim itu keluar. Terkait hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya belum bisa pastikan barang bukti yang ditemukan oleh anggotanya itu minuman beralkohol.

Baca Juga :  Jalur Kereta Semicepat Butuh 12 Meter

“Kami belum bisa sebut itu arak, setahu saya hanya ada botol berisi air berwarna merah. Nanti kami lakukan pemeriksaan dulu kandungan minuman tersebut,” ujar perwira kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, barang bukti lainnya berupa minuman berkarbonasi dan obat-obatan.

Perlu diketahui, kedua jenazah ditemukan tewas oleh Satonah, 70. Saat itu, Satonah hendak membangunkan korban Waidi. Namun saat diketuk pintu rumah korban, tak ada jawaban. Satonah pun curiga apalagi pintu juga terkunci.

Satonah memberanikan mengintip dari lubang kunci. Ia melihat Waidi dan teman perempuannya tergeletak di ruang tamu. Sehingga Satonah minta tolong warga setempat mencongkel pintu rumah korban Waidi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/