alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Ikuti Dua Kejuaraan, Jalur Lamongan – Mojokerto Jadi Rute Favorit

HARI FITRIANTO masih ingin terus mengayuh sepeda. Pebalap  34 tahun itu berusaha bangkit setelah vakum akibat kecelakaan saat persiapan Asian Games 2018.

Hari Fitrianto pernah menjadi topik pembicaraan insan olahraga tanah air, tahun lalu. Dia juga menjadi sasaran pemberitaan saat mengalami kecelakaan ketika berlatih untuk persiapan Asian Games 2018. Hari ditabrak mobil dari belakang  di tanjakan Emen, Subang.

Suami dari  Dahlina ‘’Nana’’ Rosyida itu divonis menderita gegar otak.

 ‘’Selama setengah tahun saya vakum karena gegar otak. Ada empat ruas tulang retak. Bahkan divonis buta sama dokter. Tapi saya berniat bangkit untuk menunjukkan kepada anak-anak saya bisa pulih dan bersepeda lagi,’’ kenangnya saat mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Lamongan pekan lalu (10/9).

Tahun ini, ada dua event balap sepeda yang diikuti Hari setelah pulih dari peristiwa nahas itu. Yakni, Bromo KOM Challenge 2019 di Mei dan Tour de Indonesia 2019 yang digelar bulan lalu. Pada dua kejuaraan itu, Hari finish di urutan sembilan dan 35.

Hari saat ini merasa cocok balapan sepeda jenis road bike kategori endurance. Sebelumnya, dia pernah selama satu setengah tahun balapan sepeda jenis BMX. Prestasi terbaiknya di BMX, menjadi juara dua dalam turnamen nasional.

Baca Juga :  Jembatan Blawi Ambles, Kepala Dinas PU Bina Marga Belum Terima Laporan

Postur tubuh jangkung dan ketahanan fisik yang kuat, membuat Hari disarankan pindah ke road bike endurance.

‘’Karakter saya di situ. Ibaratnya kalau olahraga lari, road bike endurance itu seperti maraton,’’ tutur bapak dua anak ini.

Dalam kategori road bike endurance, jarak yang harus ditempuh pebalap mencapai ratusan kilometer. Tour de Indonesia 2019 bulan lalu misalnya. Ada lima etape. Yakni, Borobudur-Ngawi, Madiun – Batu, Batu – Jember, Jember -Banyuwangi, serta Gilimanuk – Batur Geopark. Total Hari melintasi rute 825,2 kilometer dalam lima hari di Tour de Indonesia 2019.

Menjadi pebalap spesialis jarak jauh membuat Hari harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum mengikuti turnamen. Dia harus mempelajari karakter lomba dan rute yang dilalui agar dapat menyusun program latihan. Hari juga harus memaksimalkan waktu istirahatnya selama delapan jam. Serta memperbanyak makan buah dan protein untuk menjaga kondisi tubuhnya.

‘’Kuncinya harus disiplin. Latihan setiap hari, liburnya satu hari. Biasanya latihan 80 kilometer bahkan pernah sampai 165 kilometer. Tergantung program,’’ tuturnya.

Sejak tinggal di Lamongan sekitar tujuh tahun lalu, Hari memilih latihan road bike ke selatan. Rutenya, Lamongan – Mojokerto. Dia sering melewati Kecamatan Sugio, Tikung, Mantup, dan Ngimbang.

Baca Juga :  SMPN 1 Palang, Dapatkan Bantuan ExxonMobil dan PSF

Menurut dia, pebalap sepeda membutuhkan jalanan yang agak sepi untuk berlatih. Butuh waktu sekitar lima hingga enam jam untuk melintasi Lamongan – Mojokerto pulang pergi.

‘’Kalau latihan individu atau sama komunitas balap sepeda Elite Master ya di Lamongan. Tapi kalau sama klub, biasanya latihan di Probolinggo atau Lumajang untuk mengikuti event,’’ ujar pebalap Polygon Sweet Nice ini.

Sebagai pebalap profesional, Hari mendapat berbagai fasilitas dan akomodasi dalam mengikuti turnamen. Jika dia atau klubnya berhasil menjuarai turnamen, maka bonus puluhan hingga ratusan juta rupiah dapat digunakan menafkahi keluarganya.

‘’Istri saya sudah pensiun balapan. Tapi masih jadi pelatih dan juri karena punya lisensi tingkat internasional. Kami juga punya bisnis,’’ jelas Hari.

Nana juga pernah menjadi juri pada kejuaraan yang diikuti Hari. Dia mengatakan, istrinya selalu fair dan adil dalam memberi nilai. Meskipun Nana telah mengambil lisensi sejak empat tahun lalu, Hari belum ingin mengikuti jejak sang istri.

Hari berharap munculnya atlet balap sepeda asal Lamongan yang bisa menembus kancah nasional maupun internasional. Hingga kini, dia senang hati meluangkan waktunya untuk merancang program latihan bagi komunitas sepeda balap di Lamongan.

‘’Yang penting disiplin dan fokus latihan,’’ ujarnya.

HARI FITRIANTO masih ingin terus mengayuh sepeda. Pebalap  34 tahun itu berusaha bangkit setelah vakum akibat kecelakaan saat persiapan Asian Games 2018.

Hari Fitrianto pernah menjadi topik pembicaraan insan olahraga tanah air, tahun lalu. Dia juga menjadi sasaran pemberitaan saat mengalami kecelakaan ketika berlatih untuk persiapan Asian Games 2018. Hari ditabrak mobil dari belakang  di tanjakan Emen, Subang.

Suami dari  Dahlina ‘’Nana’’ Rosyida itu divonis menderita gegar otak.

 ‘’Selama setengah tahun saya vakum karena gegar otak. Ada empat ruas tulang retak. Bahkan divonis buta sama dokter. Tapi saya berniat bangkit untuk menunjukkan kepada anak-anak saya bisa pulih dan bersepeda lagi,’’ kenangnya saat mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Lamongan pekan lalu (10/9).

Tahun ini, ada dua event balap sepeda yang diikuti Hari setelah pulih dari peristiwa nahas itu. Yakni, Bromo KOM Challenge 2019 di Mei dan Tour de Indonesia 2019 yang digelar bulan lalu. Pada dua kejuaraan itu, Hari finish di urutan sembilan dan 35.

Hari saat ini merasa cocok balapan sepeda jenis road bike kategori endurance. Sebelumnya, dia pernah selama satu setengah tahun balapan sepeda jenis BMX. Prestasi terbaiknya di BMX, menjadi juara dua dalam turnamen nasional.

Baca Juga :  300 Paket Proyek Sudah Dilelang, Kontraktor Menawar Rendah

Postur tubuh jangkung dan ketahanan fisik yang kuat, membuat Hari disarankan pindah ke road bike endurance.

‘’Karakter saya di situ. Ibaratnya kalau olahraga lari, road bike endurance itu seperti maraton,’’ tutur bapak dua anak ini.

Dalam kategori road bike endurance, jarak yang harus ditempuh pebalap mencapai ratusan kilometer. Tour de Indonesia 2019 bulan lalu misalnya. Ada lima etape. Yakni, Borobudur-Ngawi, Madiun – Batu, Batu – Jember, Jember -Banyuwangi, serta Gilimanuk – Batur Geopark. Total Hari melintasi rute 825,2 kilometer dalam lima hari di Tour de Indonesia 2019.

Menjadi pebalap spesialis jarak jauh membuat Hari harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum mengikuti turnamen. Dia harus mempelajari karakter lomba dan rute yang dilalui agar dapat menyusun program latihan. Hari juga harus memaksimalkan waktu istirahatnya selama delapan jam. Serta memperbanyak makan buah dan protein untuk menjaga kondisi tubuhnya.

‘’Kuncinya harus disiplin. Latihan setiap hari, liburnya satu hari. Biasanya latihan 80 kilometer bahkan pernah sampai 165 kilometer. Tergantung program,’’ tuturnya.

Sejak tinggal di Lamongan sekitar tujuh tahun lalu, Hari memilih latihan road bike ke selatan. Rutenya, Lamongan – Mojokerto. Dia sering melewati Kecamatan Sugio, Tikung, Mantup, dan Ngimbang.

Baca Juga :  Temukan Senjata Api Rakitan, Polres Sulit Lacak Pemilik

Menurut dia, pebalap sepeda membutuhkan jalanan yang agak sepi untuk berlatih. Butuh waktu sekitar lima hingga enam jam untuk melintasi Lamongan – Mojokerto pulang pergi.

‘’Kalau latihan individu atau sama komunitas balap sepeda Elite Master ya di Lamongan. Tapi kalau sama klub, biasanya latihan di Probolinggo atau Lumajang untuk mengikuti event,’’ ujar pebalap Polygon Sweet Nice ini.

Sebagai pebalap profesional, Hari mendapat berbagai fasilitas dan akomodasi dalam mengikuti turnamen. Jika dia atau klubnya berhasil menjuarai turnamen, maka bonus puluhan hingga ratusan juta rupiah dapat digunakan menafkahi keluarganya.

‘’Istri saya sudah pensiun balapan. Tapi masih jadi pelatih dan juri karena punya lisensi tingkat internasional. Kami juga punya bisnis,’’ jelas Hari.

Nana juga pernah menjadi juri pada kejuaraan yang diikuti Hari. Dia mengatakan, istrinya selalu fair dan adil dalam memberi nilai. Meskipun Nana telah mengambil lisensi sejak empat tahun lalu, Hari belum ingin mengikuti jejak sang istri.

Hari berharap munculnya atlet balap sepeda asal Lamongan yang bisa menembus kancah nasional maupun internasional. Hingga kini, dia senang hati meluangkan waktunya untuk merancang program latihan bagi komunitas sepeda balap di Lamongan.

‘’Yang penting disiplin dan fokus latihan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Mobil LCGC Tak Lagi Murah

Jual Motor, Dibayar Upal

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/