alexametrics
25.4 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Operasi PCC, Eh Malah Temukan Jamu Ilegal

KOTA – Tim gabungan menggelar pengecekan peredaran obat keras sejenis PCC di sejumlah apotek di Lamongan kemarin (18/9).

Tim gabungan tersebut terdiri atas badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol), dinas kesehatan (dinkes), dan polres setempat.

‘’Operasi ini untuk mengantisipasi beredarnya obat-obatan jenis G (obat keras), khususnya PCC di Lamongan, sesuai perintah Pak Bupati,’’ kata Kepala Bakesbangpol Lamongan, Sudjito.

Dia menjelaskan, ada enam apotek yang menjadi sasaran operasi. Apotek – apotek itu dipilih secara sampling di Kecamatan Lamongan, Sukodadi, Pucuk, dan Babat.

‘’Selain mengecek keberadaan obat daftar G, tim juga mengecek SIPA (surat izin praktik apoteker), surat izin pendirian apotek, dan SIKTTK (surat izin kerja tenaga teknis kefarmasian),’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Motor v Motor, Tiga Orang Terluka

Menurut dia, dalam operasi tersebut sebagian apotek tidak menjual obat daftar G. Hanya apotek di Kecamatan Pucuk dan Babat yang menjual obat daftar G.

Namun, penjualan  obat itu telah dilengkapi resep dari BPOM. Obat-obat daftar G itu antara lain, salmag, analsik, dan baxidin. 

‘’Anggota tim telah mewanti-wanti agar pihak apotek tidak sembarangan menjual obat daftar G. Kalaupun harus menjual, harus benar-benar sesuai resep dokter dan BPOM,’’ tuturnya.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan justru berhasil menemukan jamu ilegal di sebuah apotek di Kecamatan Sukodadi.

Selengkapnya, baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini…

KOTA – Tim gabungan menggelar pengecekan peredaran obat keras sejenis PCC di sejumlah apotek di Lamongan kemarin (18/9).

Tim gabungan tersebut terdiri atas badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol), dinas kesehatan (dinkes), dan polres setempat.

‘’Operasi ini untuk mengantisipasi beredarnya obat-obatan jenis G (obat keras), khususnya PCC di Lamongan, sesuai perintah Pak Bupati,’’ kata Kepala Bakesbangpol Lamongan, Sudjito.

Dia menjelaskan, ada enam apotek yang menjadi sasaran operasi. Apotek – apotek itu dipilih secara sampling di Kecamatan Lamongan, Sukodadi, Pucuk, dan Babat.

‘’Selain mengecek keberadaan obat daftar G, tim juga mengecek SIPA (surat izin praktik apoteker), surat izin pendirian apotek, dan SIKTTK (surat izin kerja tenaga teknis kefarmasian),’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Buron 10 Bulan, Gondol 34 Unit HP, Tersangka Didor

Menurut dia, dalam operasi tersebut sebagian apotek tidak menjual obat daftar G. Hanya apotek di Kecamatan Pucuk dan Babat yang menjual obat daftar G.

Namun, penjualan  obat itu telah dilengkapi resep dari BPOM. Obat-obat daftar G itu antara lain, salmag, analsik, dan baxidin. 

‘’Anggota tim telah mewanti-wanti agar pihak apotek tidak sembarangan menjual obat daftar G. Kalaupun harus menjual, harus benar-benar sesuai resep dokter dan BPOM,’’ tuturnya.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan justru berhasil menemukan jamu ilegal di sebuah apotek di Kecamatan Sukodadi.

Selengkapnya, baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini…

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/