alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Dikontrak, Rumah Terbakar

- Advertisement -

BABAT – Rumah milik Kasmiran, 72, warga Desa Karangkembang, Kecamatan Babat dilalap si jago merah kemarin (18/9) pukul 09.00.

Diduga, sumber api berasal dari obat nyamuk yang belum dipadamkan. 

Kapolsek Babat, Kompol Shodiqin, mengatakan, rumah tersebut dikontrak Abdul Fatah, 55, warga Tasikmalaya yang bekerja di salah satu rumah sakit di Tuban.

Pagi itu, pengontrak berangkat kerja ke Tuban. Rumah tersebut kosong, tidak ada penghuninya.

Nikmah, salah satu saksi mata, mengatakan, semulanya dirinya hendak berbelanja. Dia mengetahui ada asap di kejauhan.

- Advertisement -

Saat didekati, kepulan asap tersebut keluar dari salah satu rumah di ruas jalan tersebut. 

‘’Mengetahui hal tersebut, saya langsung teriak untuk meminta bantuan kepada beberapa warga yang  melintas agar kepulan api tersebut bisa dipadamkan,’’ katanya.

Baca Juga :  Keluhkan Hama Tikus

Namun, kobaran api semakin besar. Beberapa warga yang mencoba memadamkan api dengan alat seadanya gagal menjinakkan si jago merah.

Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah petugas PMK datang membantu. 

Kompol Shodiqin menduga, kemungkinan besar kebakaran tersebut akibat obat nyamuk milik pengontrak. Sebelum berangkat kerja, pengontrak diduga lupa tidak memadamkan. 

‘’Karena pengontarak sendiri, setiap harinya memakai obat nyamuk dan temuan di lapangan saat anggota melakukan penyidikan ternyata api dari kamar tidur,’’ katanya. 

Rumah berukuran 8 x 12 meter berdinding kayu itu ludes terbakar. Hanya beberapa barang milik pengontrak yang bisa diselamatkan. Kerugian dari kejadian tersebut sekitar Rp 50 juta.

BABAT – Rumah milik Kasmiran, 72, warga Desa Karangkembang, Kecamatan Babat dilalap si jago merah kemarin (18/9) pukul 09.00.

Diduga, sumber api berasal dari obat nyamuk yang belum dipadamkan. 

Kapolsek Babat, Kompol Shodiqin, mengatakan, rumah tersebut dikontrak Abdul Fatah, 55, warga Tasikmalaya yang bekerja di salah satu rumah sakit di Tuban.

Pagi itu, pengontrak berangkat kerja ke Tuban. Rumah tersebut kosong, tidak ada penghuninya.

Nikmah, salah satu saksi mata, mengatakan, semulanya dirinya hendak berbelanja. Dia mengetahui ada asap di kejauhan.

- Advertisement -

Saat didekati, kepulan asap tersebut keluar dari salah satu rumah di ruas jalan tersebut. 

‘’Mengetahui hal tersebut, saya langsung teriak untuk meminta bantuan kepada beberapa warga yang  melintas agar kepulan api tersebut bisa dipadamkan,’’ katanya.

Baca Juga :  Akhirnya, Raperda Hiburan Digabung Perda Kepariwisataan

Namun, kobaran api semakin besar. Beberapa warga yang mencoba memadamkan api dengan alat seadanya gagal menjinakkan si jago merah.

Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah petugas PMK datang membantu. 

Kompol Shodiqin menduga, kemungkinan besar kebakaran tersebut akibat obat nyamuk milik pengontrak. Sebelum berangkat kerja, pengontrak diduga lupa tidak memadamkan. 

‘’Karena pengontarak sendiri, setiap harinya memakai obat nyamuk dan temuan di lapangan saat anggota melakukan penyidikan ternyata api dari kamar tidur,’’ katanya. 

Rumah berukuran 8 x 12 meter berdinding kayu itu ludes terbakar. Hanya beberapa barang milik pengontrak yang bisa diselamatkan. Kerugian dari kejadian tersebut sekitar Rp 50 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Jual Gorengan di Kelas

Bersinergi Menjaga Kerukunan

Artikel Terbaru


/