alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pendapatan BUMD Bojonegoro Naik Tajam, Tercatat Rp 394,6 Miliar

Radar Bojonegoro – Pendapatan dari sektor BUMD cukup tinggi. Hingga kemarin (18/8), setoran dividen sejumlah BUMD sudah mencapai Rp 394,6 miliar. Jumlah itu sudah jauh melampaui target dipasang tahun ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, setoran dividen sudah melampaui target.

Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor BUMD hanya Rp 144 miliar. Sementara, hingga kini pendapatan BUMD sudah mencapai Rp 394,6 miliar. Dividen BUMD terbesar datang dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS).

Hingga kini BUMD mengelola participating interest (PI) Blok Cepu itu sudah setor Rp 371 miliar. Padahal, tahun ini target PT ADS baru Rp 120 miliar. Tahun ini, PT ADS menggelar dua kali rapat umum pemenang saham (RUPS). Sehingga, dua kali pula menyetorkan dividen ke kas daerah.

Baca Juga :  Dihantam Truk, Guru SMA Tewas

‘’Detailnya bagian perekonimian yang tahu itunganya. Kami hanya mencatat saja,’’ jelasnya. Ibnu melanjutkan, target pendapatan dari sektor BUMD dinaikkan. Sebab, ada sejumlah potensi pendapatan lain belum masuk. Yakni, dari perusahaan daerah air minum (PDAM).

Tahun ini PDAM diperkirakan mulai bisa setor dividen. Selain itu, BPR Jatim yang awalnya diprediksi hanya setor Rp 500 juta bisa bertambah menjadi Rp 783 juta. Saat ini yang belum setor dividen adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Rencananya, PT BBS akan setor PAD sebesar Rp 1,3 miliar. Sedangkan PT GDK sudah tidak akan setor PAD karena tidak memiliki manajemen.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui detail dari pendapatan sektor BUMD itu. Namun, pihaknya akan segera meminta penjelasan dari bapenda terkait dengan pendapatan sektor BUMD. ‘’Kami belum menerima keterangan dari bapenda,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Nyaman tanpa PKL

Lasuri membenarkan bahwa tahun ini setoran dari PT ADS memang besar. Namun, itu pembagian dividen selama tiga tahun yang diterimakan tahun ini. Sehingga, nilainya cukup besar. Namun, sejumlah pendapatan dari PT ADS itu baru akan masuk pada P-APBD mendatang. Sebab, sebagian belum ditetapkan di APBD induk. ‘’Nanti akan ditetapkan di P-APBD 2021,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Pendapatan dari sektor BUMD cukup tinggi. Hingga kemarin (18/8), setoran dividen sejumlah BUMD sudah mencapai Rp 394,6 miliar. Jumlah itu sudah jauh melampaui target dipasang tahun ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, setoran dividen sudah melampaui target.

Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor BUMD hanya Rp 144 miliar. Sementara, hingga kini pendapatan BUMD sudah mencapai Rp 394,6 miliar. Dividen BUMD terbesar datang dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS).

Hingga kini BUMD mengelola participating interest (PI) Blok Cepu itu sudah setor Rp 371 miliar. Padahal, tahun ini target PT ADS baru Rp 120 miliar. Tahun ini, PT ADS menggelar dua kali rapat umum pemenang saham (RUPS). Sehingga, dua kali pula menyetorkan dividen ke kas daerah.

Baca Juga :  Bus Ngeblong, Hantam Dua Truk, Sopir Bus dan Tiga Penumpang Luka-Luka

‘’Detailnya bagian perekonimian yang tahu itunganya. Kami hanya mencatat saja,’’ jelasnya. Ibnu melanjutkan, target pendapatan dari sektor BUMD dinaikkan. Sebab, ada sejumlah potensi pendapatan lain belum masuk. Yakni, dari perusahaan daerah air minum (PDAM).

Tahun ini PDAM diperkirakan mulai bisa setor dividen. Selain itu, BPR Jatim yang awalnya diprediksi hanya setor Rp 500 juta bisa bertambah menjadi Rp 783 juta. Saat ini yang belum setor dividen adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Rencananya, PT BBS akan setor PAD sebesar Rp 1,3 miliar. Sedangkan PT GDK sudah tidak akan setor PAD karena tidak memiliki manajemen.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui detail dari pendapatan sektor BUMD itu. Namun, pihaknya akan segera meminta penjelasan dari bapenda terkait dengan pendapatan sektor BUMD. ‘’Kami belum menerima keterangan dari bapenda,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pemuda Cabul Dipenjara Lima Tahun

Lasuri membenarkan bahwa tahun ini setoran dari PT ADS memang besar. Namun, itu pembagian dividen selama tiga tahun yang diterimakan tahun ini. Sehingga, nilainya cukup besar. Namun, sejumlah pendapatan dari PT ADS itu baru akan masuk pada P-APBD mendatang. Sebab, sebagian belum ditetapkan di APBD induk. ‘’Nanti akan ditetapkan di P-APBD 2021,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/