alexametrics
26.2 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Usut Keterlibatan Tersangka Lain

TUBAN-Pengusutan korupsi dana desa (DD) di Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang tidak berhenti pada Kasmadi, kepala desa (kades) setempat yang ditetapkan tersangka dan ditahan pada Rabu (16/8) malam. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban kini tengah mengusut keterlibatan pihak lain. ‘’Masih didalami,’’ kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tuban Arga Hutagalung ketika ditanya peluang bertambahnya tersangka baru. 

Selain menelusuri tersangka lain, penyidik kejaksaan juga melengkapi alat bukti. Termasuk kerugian negara akibat penggarongan dana pembangunan desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut.

Arga, panggilan akrabnya mengatakan, sebelum ditetapkan tersangka, Kasmadi tiga kali diperiksa. Pemeriksaan tersebut dimulai pada Maret. Setelah itu berlanjut pada Juli dan Rabu 16/8).

Diberitakan sebelumnya, setelah diperiksa  terakhir Rabu, status yang bersangkutan dinaikkan menjadi tersangka dan ditahan. Penahanan sekitar pukul 19.00 itu berlangsung alot. Itu karena Kasmadi yang didampingi keluarganya berupaya melakukan perlawanan dengan menolak ditahan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Muhammadiyah Nobar Film Nyai Ahmad Dahlan

Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 di ruang Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) itu baru berakhir sekitar pukul 16.00. Setelah diperiksa, yang bersangkutan enggan keluar dari ruang pemeriksaan. Mengenakan batik cokelat dengan setelan celana hitam, yang bersangkutan langsung digelandang menuju lembaga pemasyarakat (lapas) setempat.

Sebelumnya, tersangka menolak menandatangani berita acara penahanan. Setelah ditetapkan tersangka, yang bersangkutan menjadi tidak kooperatif. Selain menolak ditahan, dia juga keberatan didampingi penasihat hukum (PH) prodeo yang ditunjuk kejaksaan. Kasmadi yang ditahan dijerat pasal 2 jo pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak

Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga :  Jenjang Pendidikan Perades Pengaruhi Kemajuan Desa

Arga lebih lanjut mengatakan, dari hasil audit Inspektorat Tuban, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 102.209.000 dari proyek pembuatan sumur bor senilai Rp 274.007.600. ‘’Ini (Kerugian negara, Red) menjadi salah satu bukti pelengkap,’’ tambah dia. 

Pengusutan dugaan penyimpangan DD di  Cangkring bermula dari aduan masyarakat yang mencium ketidakberesan pengerjaan proyek DD di desa setempat.

Modusnya, dalam rencana anggaran biaya (RAB) menggunakan acuan kebutuhan anggaran berdasar proyek yang dikerjakan pihak ketiga. Namun, realisasinya menggunakan acuan pengerjaan secara swakelola.

TUBAN-Pengusutan korupsi dana desa (DD) di Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang tidak berhenti pada Kasmadi, kepala desa (kades) setempat yang ditetapkan tersangka dan ditahan pada Rabu (16/8) malam. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban kini tengah mengusut keterlibatan pihak lain. ‘’Masih didalami,’’ kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tuban Arga Hutagalung ketika ditanya peluang bertambahnya tersangka baru. 

Selain menelusuri tersangka lain, penyidik kejaksaan juga melengkapi alat bukti. Termasuk kerugian negara akibat penggarongan dana pembangunan desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut.

Arga, panggilan akrabnya mengatakan, sebelum ditetapkan tersangka, Kasmadi tiga kali diperiksa. Pemeriksaan tersebut dimulai pada Maret. Setelah itu berlanjut pada Juli dan Rabu 16/8).

Diberitakan sebelumnya, setelah diperiksa  terakhir Rabu, status yang bersangkutan dinaikkan menjadi tersangka dan ditahan. Penahanan sekitar pukul 19.00 itu berlangsung alot. Itu karena Kasmadi yang didampingi keluarganya berupaya melakukan perlawanan dengan menolak ditahan.

Baca Juga :  Fitra: Money Politics Paradigma Lama

Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 di ruang Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) itu baru berakhir sekitar pukul 16.00. Setelah diperiksa, yang bersangkutan enggan keluar dari ruang pemeriksaan. Mengenakan batik cokelat dengan setelan celana hitam, yang bersangkutan langsung digelandang menuju lembaga pemasyarakat (lapas) setempat.

Sebelumnya, tersangka menolak menandatangani berita acara penahanan. Setelah ditetapkan tersangka, yang bersangkutan menjadi tidak kooperatif. Selain menolak ditahan, dia juga keberatan didampingi penasihat hukum (PH) prodeo yang ditunjuk kejaksaan. Kasmadi yang ditahan dijerat pasal 2 jo pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak

Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga :  Hanya Tujuh CJH Cadangan Berangkat

Arga lebih lanjut mengatakan, dari hasil audit Inspektorat Tuban, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 102.209.000 dari proyek pembuatan sumur bor senilai Rp 274.007.600. ‘’Ini (Kerugian negara, Red) menjadi salah satu bukti pelengkap,’’ tambah dia. 

Pengusutan dugaan penyimpangan DD di  Cangkring bermula dari aduan masyarakat yang mencium ketidakberesan pengerjaan proyek DD di desa setempat.

Modusnya, dalam rencana anggaran biaya (RAB) menggunakan acuan kebutuhan anggaran berdasar proyek yang dikerjakan pihak ketiga. Namun, realisasinya menggunakan acuan pengerjaan secara swakelola.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/