alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Polres Pastikan Kabar Garam Bercampur Kaca Hoax

KOTA – Informasi di media sosial tentang adanya garam bercampur serpihan kaca di wilayah Lamongan membuat polres setempat sibuk. Mereka melakukan pengecekan melalui uji sederhana bersama petugas dinas kesehatan serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) setempat.

Hasilnya, tidak ada garam yang bercampur kaca di wilayah Lamongan. Informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada garam bercampur menyerupai  serpihan kaca itu hoax.

Menurut Kasatrekrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason, pihaknya juga mendengar kabar ditemukan garam bercampur tawas. Setelah dicek, kabar tersebut juga hoax.

Dia memastikan itu karena sudah melakukan uji bersama petugas kesehatan dan disperindag. Sampel untuk diuji tersebut bukan hanya berasal dari satu atau dua merek garam yang dijual di pasaran. Namun, 10 merek garam yang dijual di pasaran. Dari 10 merek itu, garam cap dengan inisial IB dan DA paling ramai dibicarakan di media sosial.  

Baca Juga :  Mrs X Ditemukan Membusuk di Sungai Lunyu

‘’Memang ada beberapa di dalam garam tersebut menyerupai pecahan kaca. Namun itu hanya garam yang mengkristal,’’ katanya.

Cara mengujinya cukup dilarutkan pada cairan dingin maupun panas. Garam yang berbentuk Kristal itu bisa larut saat diaduk di air dingin maupun panas. ‘’Kalau dilihat sekilas, memang benar seperti pecahan kaca maupun tawas. Tetapi itu semua hanyalah garam yang sudah kristal,’’ jelasnya.

‘’Saya kira semua masyarakat tidak usah resah adanya informasi seperti ini, karena bentuk tersebut saat dimasukkan ke dalam air bisa larut,’’ imbuhnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamongan, Djuwari, menjelaskan, pihaknya tidak hanya satu atau dua kali melakukan pengecekan terkait informasi adanya garam dengan serpihan menyerupai kaca. Namun, saat dicampur dengan air, ternyata larut. 

Baca Juga :  Macet lagi, Babat Butuh Rekayasa Penanganan

‘’Memang ada sebagian garam tersebut berbentuk seperti serpihan kaca. Garam tersebut mengkristal. Ada juga yang membutuhkan waktu yang lama agar larut,’’ katanya 

Setelah dicek di laboratorium, lanjut dia, kandungan yodium masih ada. Dia kemarin hanya membuktikan saja bahwa isu yang beredar di masyarakat garam tersebut bercampur menyerupai  serpihan kaca tidak terbukti.

KOTA – Informasi di media sosial tentang adanya garam bercampur serpihan kaca di wilayah Lamongan membuat polres setempat sibuk. Mereka melakukan pengecekan melalui uji sederhana bersama petugas dinas kesehatan serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) setempat.

Hasilnya, tidak ada garam yang bercampur kaca di wilayah Lamongan. Informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada garam bercampur menyerupai  serpihan kaca itu hoax.

Menurut Kasatrekrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason, pihaknya juga mendengar kabar ditemukan garam bercampur tawas. Setelah dicek, kabar tersebut juga hoax.

Dia memastikan itu karena sudah melakukan uji bersama petugas kesehatan dan disperindag. Sampel untuk diuji tersebut bukan hanya berasal dari satu atau dua merek garam yang dijual di pasaran. Namun, 10 merek garam yang dijual di pasaran. Dari 10 merek itu, garam cap dengan inisial IB dan DA paling ramai dibicarakan di media sosial.  

Baca Juga :  Macet lagi, Babat Butuh Rekayasa Penanganan

‘’Memang ada beberapa di dalam garam tersebut menyerupai pecahan kaca. Namun itu hanya garam yang mengkristal,’’ katanya.

Cara mengujinya cukup dilarutkan pada cairan dingin maupun panas. Garam yang berbentuk Kristal itu bisa larut saat diaduk di air dingin maupun panas. ‘’Kalau dilihat sekilas, memang benar seperti pecahan kaca maupun tawas. Tetapi itu semua hanyalah garam yang sudah kristal,’’ jelasnya.

‘’Saya kira semua masyarakat tidak usah resah adanya informasi seperti ini, karena bentuk tersebut saat dimasukkan ke dalam air bisa larut,’’ imbuhnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Lamongan, Djuwari, menjelaskan, pihaknya tidak hanya satu atau dua kali melakukan pengecekan terkait informasi adanya garam dengan serpihan menyerupai kaca. Namun, saat dicampur dengan air, ternyata larut. 

Baca Juga :  Coblosan Lima Kecamatan Bisa Diketahui

‘’Memang ada sebagian garam tersebut berbentuk seperti serpihan kaca. Garam tersebut mengkristal. Ada juga yang membutuhkan waktu yang lama agar larut,’’ katanya 

Setelah dicek di laboratorium, lanjut dia, kandungan yodium masih ada. Dia kemarin hanya membuktikan saja bahwa isu yang beredar di masyarakat garam tersebut bercampur menyerupai  serpihan kaca tidak terbukti.

Artikel Terkait

Most Read

Tak Terpengaruh Larangan Menteri Susi

Waspadai Praktik Money Politics

Tukar Uang dengan Koin

Artikel Terbaru


/