alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Target Vaksinasi Sulit Tercapai, Terkendala Pasokan yang Terbatatas

Radar Lamongan – Target vaksinasi Covid-19 sebanyak 23 ribu per hari di Lamongan sulit tercapai. Sebab, pasokan vaksin dari provinsi terbatas. Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan, Abdullah Wasian, untuk capaian vaksinasi tidak sampai 23 ribu setiap hari. Karena menyesuaikan dengan jumlah vaksin yang dikirim oleh provinsi. Dan provinsi dari pusat. “Untuk vaksinasi terus dilakukan setiap hari, tapi tetap menyesuaikan dengan stok yang dikirim,’’ ujarnya kemarin (18/7).

Dia mengungkapkan, stok vaksin hingga kemarin, untuk vaksin sinovac sisa dosis di gedung fasilitas kesehatan (GFK) sebanyak 1.820 dosis. Kemudian yang di puskesmas sekitar 13.770 dosis. Sementara untuk jenis astrazeneca sisa di GFK 80 dosis dan puskesmas 300 dosis. Totalnya hanya sekitar 15.970 dosis.

‘’Besok (hari ini, Red) rencananya akan dilakukan vaksinasi dosis II 10.370 dosis atau 1.037 vial (botol kecil),’’ ungkapnya. Wasian mengungkapkan, target vaksinasi tersebut didasarkan pada arahan Gubernur Jatim dalam membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) di Jawa Timur.

Baca Juga :  Desain Trotoar Sama, Sisa Lelang Tiga Titik

Perhitungannya, dengan jumlah penduduk Jatim 40,67 Juta, untuk mencapai herd immunity 70 persennya dibutuhkan waktu sekitar 40 hari. Sedangkan untuk Lamongan, lanjut dia, dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 Juta, untuk mencapai herd immunity 70 Persen atau sebanyak 910.000 orang, target vaksinasinya sebanyak 23 ribu setiap hari.

Menurut dia, tim satgas Covid-19 terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan rencana tersebut. Apalagi dibantu dengan personil TNI/Polri hingga pelosok desa. Tapi semuanya tetap disesuaikan dengan jumlah vaksin yang tersedia dari provinsi/pusat. “Tenaga kesehatan kita siap melakukan vaksinasi. Tapi semua juga disesuaikan dengan stok vaksinnya,” terang dia.

Wasian mengungkapkan, capaian vaksinasi di Lamongan hingga kemarin, untuk sumber daya manusia kesehatan (SDMK) mencapai 7.427 orang, tercapai 96 persen atau sekitar 7.129 orang. Kemudian pelayan publik/pendidik 52.366 orang, tercapai 112 persen atau 58.469 orang. Lansia 78.752 orang, tercapai 36 persen atau 28.350 orang.

Baca Juga :  Pilih Berkarir di Bojonegoro

Selanjutnya masyarakat umum 733.127 orang, baru tercapai 8 persen atau 58.650 orang, Sedangkan remaja 112.246, baru tercapai 1 persen atau 1.122 orang. Vaksinasi remaja termasuk anak usia 12 tahun baru dilakukan bulan ini. Total yang sudah divaksin 153.720 orang. Atau baru tercapai 16,89 Persen. “Capaian ini rekapan satu minggu, sekarang dipastikan ada penambahan yang signifikan karena vaksinasi terus berlanjut,” tukasnya.

Radar Lamongan – Target vaksinasi Covid-19 sebanyak 23 ribu per hari di Lamongan sulit tercapai. Sebab, pasokan vaksin dari provinsi terbatas. Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan, Abdullah Wasian, untuk capaian vaksinasi tidak sampai 23 ribu setiap hari. Karena menyesuaikan dengan jumlah vaksin yang dikirim oleh provinsi. Dan provinsi dari pusat. “Untuk vaksinasi terus dilakukan setiap hari, tapi tetap menyesuaikan dengan stok yang dikirim,’’ ujarnya kemarin (18/7).

Dia mengungkapkan, stok vaksin hingga kemarin, untuk vaksin sinovac sisa dosis di gedung fasilitas kesehatan (GFK) sebanyak 1.820 dosis. Kemudian yang di puskesmas sekitar 13.770 dosis. Sementara untuk jenis astrazeneca sisa di GFK 80 dosis dan puskesmas 300 dosis. Totalnya hanya sekitar 15.970 dosis.

‘’Besok (hari ini, Red) rencananya akan dilakukan vaksinasi dosis II 10.370 dosis atau 1.037 vial (botol kecil),’’ ungkapnya. Wasian mengungkapkan, target vaksinasi tersebut didasarkan pada arahan Gubernur Jatim dalam membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) di Jawa Timur.

Baca Juga :  MAN 2 Lamongan, Madrasah Unggul Kategori Riset Nasional

Perhitungannya, dengan jumlah penduduk Jatim 40,67 Juta, untuk mencapai herd immunity 70 persennya dibutuhkan waktu sekitar 40 hari. Sedangkan untuk Lamongan, lanjut dia, dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 Juta, untuk mencapai herd immunity 70 Persen atau sebanyak 910.000 orang, target vaksinasinya sebanyak 23 ribu setiap hari.

Menurut dia, tim satgas Covid-19 terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan rencana tersebut. Apalagi dibantu dengan personil TNI/Polri hingga pelosok desa. Tapi semuanya tetap disesuaikan dengan jumlah vaksin yang tersedia dari provinsi/pusat. “Tenaga kesehatan kita siap melakukan vaksinasi. Tapi semua juga disesuaikan dengan stok vaksinnya,” terang dia.

Wasian mengungkapkan, capaian vaksinasi di Lamongan hingga kemarin, untuk sumber daya manusia kesehatan (SDMK) mencapai 7.427 orang, tercapai 96 persen atau sekitar 7.129 orang. Kemudian pelayan publik/pendidik 52.366 orang, tercapai 112 persen atau 58.469 orang. Lansia 78.752 orang, tercapai 36 persen atau 28.350 orang.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Tidak Memberatkan Pengusaha

Selanjutnya masyarakat umum 733.127 orang, baru tercapai 8 persen atau 58.650 orang, Sedangkan remaja 112.246, baru tercapai 1 persen atau 1.122 orang. Vaksinasi remaja termasuk anak usia 12 tahun baru dilakukan bulan ini. Total yang sudah divaksin 153.720 orang. Atau baru tercapai 16,89 Persen. “Capaian ini rekapan satu minggu, sekarang dipastikan ada penambahan yang signifikan karena vaksinasi terus berlanjut,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/