alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kesamben dan Tahulu Susul Ajukan Keberatan

TUBAN – Jumlah desa yang mengajukan keberatan atas hasil pemilihan kepala desa (pilakdes) serentak 2019 ternyata lebih dari dua.

Selain Desa Mlangi, Kecamatan Widang dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, dua desa lainnya, Kesamben, Kecamatan Plumpang dan Tahulu, Kecamatan Merakurak.

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluaraga Berencana (DPMD-KB) Tuban Suhut membenarkan bertambahnya dua desa yang mengajukan keberatan atas hasil pilkades tersebut. ‘’Kita menerima laporan setelah hari Senin (15/7). Tapi, keberatannya sudah disampaikan ke panitia,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (18/7).

Di Desa Kesamben, terdapat tidak calon yang bertarung. Yakni, M. Safi’I, M. Taqim, dan Widianto. Suara terbanyak dimenangkan M. Taqim dengan 1.757 suara, disusul Safi’I 1.202 suara, dan Widianto 173 suara. Sedangkan di Tahulu, . dua calon yang bertarung, Waris Eko Priyanto dan Sumariyono. Peraih suara terbanyak Sumariyono 1.522 suara dan lawanny 1.489 suara.

Baca Juga :  Hanya Tiga Desa Gelar Tes Tulis

Praktis, kini jumlah desa yang mengajukan keberatan atas hasil pilkades sebanyak empat desa. Disampaikan Suhut, untuk Desa Kesamben, poin keberatan yang disampaikan adalah terkait tudingan ketidaknetralan panitia dan persoalan daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan untuk Desa Tahulu, poin yang menjadi keberatan adalah tudingan ketidakprofesionalan panitia pilkades dan persoalan DPT.

‘’Nanti akan diagendakan untuk mediasi di tingkat kabupaten,’’ terang pejabat eselon IV jebolan Universitas Kediri itu.

Hanya, lanjut Suhut, hingga kemarin belum ditentukan kapan jadwal mediasi dilakukan. ‘’Baru akan dirapatkan dulu untuk menentukan kapan waktunya,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, perebutan kursi kades di Desa Mlangi berakhir draw. Dua calon yang maju mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1, Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2, Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara. Namun, hasil penghitungan berdasar perolehan suara terbanyak di masing-masing blok atau wilayah dimenangkan calon nomor urut 2, yakni Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok (blok merah, kuning, dan hijau), Siswarin memenangi perolehan suara di dua blok, yakni blok kuning dengan 468 suara berbanding 357 suara. Dan, blok hijau dengan 509 suara berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan, hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara. Namun, calon yang kalah tak terima dan mengajukan keberatan.

Baca Juga :  Cabup Independen Belum Terlihat Muncul

Sementara untuk pilkades di Desa Mulyoagung diikuti tiga calon, dari hasil penghitungan suara, dimenangkan calon incumbent Moh. Muhail dengan perolehan 2.087 suara. Kemudian disusul Ena Sriyatin 1.625 suara dan Mashuri 704 suara.

TUBAN – Jumlah desa yang mengajukan keberatan atas hasil pemilihan kepala desa (pilakdes) serentak 2019 ternyata lebih dari dua.

Selain Desa Mlangi, Kecamatan Widang dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, dua desa lainnya, Kesamben, Kecamatan Plumpang dan Tahulu, Kecamatan Merakurak.

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluaraga Berencana (DPMD-KB) Tuban Suhut membenarkan bertambahnya dua desa yang mengajukan keberatan atas hasil pilkades tersebut. ‘’Kita menerima laporan setelah hari Senin (15/7). Tapi, keberatannya sudah disampaikan ke panitia,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (18/7).

Di Desa Kesamben, terdapat tidak calon yang bertarung. Yakni, M. Safi’I, M. Taqim, dan Widianto. Suara terbanyak dimenangkan M. Taqim dengan 1.757 suara, disusul Safi’I 1.202 suara, dan Widianto 173 suara. Sedangkan di Tahulu, . dua calon yang bertarung, Waris Eko Priyanto dan Sumariyono. Peraih suara terbanyak Sumariyono 1.522 suara dan lawanny 1.489 suara.

Baca Juga :  Tahun Depan, Gelar Pilkades di 162 Desa

Praktis, kini jumlah desa yang mengajukan keberatan atas hasil pilkades sebanyak empat desa. Disampaikan Suhut, untuk Desa Kesamben, poin keberatan yang disampaikan adalah terkait tudingan ketidaknetralan panitia dan persoalan daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan untuk Desa Tahulu, poin yang menjadi keberatan adalah tudingan ketidakprofesionalan panitia pilkades dan persoalan DPT.

‘’Nanti akan diagendakan untuk mediasi di tingkat kabupaten,’’ terang pejabat eselon IV jebolan Universitas Kediri itu.

Hanya, lanjut Suhut, hingga kemarin belum ditentukan kapan jadwal mediasi dilakukan. ‘’Baru akan dirapatkan dulu untuk menentukan kapan waktunya,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, perebutan kursi kades di Desa Mlangi berakhir draw. Dua calon yang maju mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1, Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2, Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara. Namun, hasil penghitungan berdasar perolehan suara terbanyak di masing-masing blok atau wilayah dimenangkan calon nomor urut 2, yakni Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok (blok merah, kuning, dan hijau), Siswarin memenangi perolehan suara di dua blok, yakni blok kuning dengan 468 suara berbanding 357 suara. Dan, blok hijau dengan 509 suara berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan, hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara. Namun, calon yang kalah tak terima dan mengajukan keberatan.

Baca Juga :  Terinspirasi Limbah Pohon Pisang Berserakan

Sementara untuk pilkades di Desa Mulyoagung diikuti tiga calon, dari hasil penghitungan suara, dimenangkan calon incumbent Moh. Muhail dengan perolehan 2.087 suara. Kemudian disusul Ena Sriyatin 1.625 suara dan Mashuri 704 suara.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/