alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Modifikasi Akuarium Menjadi Hutan Air

IKAN-ikan hias itu terlihat gesit di sebuah akuarium. Bergeleparan saling mengejar di akuarium berukuran 60x40x40 sentimeter (cm) itu. Melihat akuarium ini sepertinya beda. Akuarium terlihat rimbun dengan bunga dan tanaman.

Ternyata tanaman itu bukan dari plastik. Tapi, tanaman asli dan berakar. Bebatuannya pun demikan bukan kerikil yang dicat. Tapi, bebatuan mirip aslinya. Bahkan, terlihat menyegarkan karena ada air terjun gelembung.

Akuarium ini milik Triyas Yoedhi, warga Kecamatan Jepon. Lelaki berusia 38 tahun ini memiliki lima akuarium. Namun, akuariumnya terlihat beda karena telah dimodifikasi dengan tanaman dan pohon berakar. 

Dia menceritakan, akuarium itu disebut aquascape. Hobi merangkai akuarium ini bukan lagi ikan yang menjadi keunikan. Namun, tanaman-tanaman hidup yang ada di dalamnya menjadi keunikan tersendiri. 

Baca Juga :  Kades Bingung Menyerap ADD

Ketelatenan merangkai akuarium dengan tanaman hidup ini pun semakin memasyarakat. ‘’Saya awalnya belajar dari teman,’’ ujar Yoedi sapaan akrabnya.

Pria alumnus sekolah ilmu pelayaran ini mengaku awalnya kesulitan membuat aquascape. Namun, setelah belajar dan tekun, akhirnya mulai mahir. Bahkan, kini dirinya mulai melakukan budidaya tanaman bisa hidup di dalam air. 

‘’Kalau dulu kan kita beli dari Jakarta ataupun Bandung. Tapi sekarang sudah bisa budidaya sendiri,’’ ujarnya. 

Tema aquascape itu macam-macam. Dia sudah bisa membuat hutan di dalam akuarium. Juga membuat tema-tema lainnya. Agar tanaman bisa bertahan hidup di dalam air, Yoedhi menyiapkan CO2. Agar tanaman bisa bertahan. ‘’Kalau CO2 kita buat sendiri,’’ ujarnya. Selain itu, ada aneka pupuk harus dibeli untuk merawat tanaman di dalamnya.

Baca Juga :  Tidak Ada Kenaikan Okupansi Wisata Desa

IKAN-ikan hias itu terlihat gesit di sebuah akuarium. Bergeleparan saling mengejar di akuarium berukuran 60x40x40 sentimeter (cm) itu. Melihat akuarium ini sepertinya beda. Akuarium terlihat rimbun dengan bunga dan tanaman.

Ternyata tanaman itu bukan dari plastik. Tapi, tanaman asli dan berakar. Bebatuannya pun demikan bukan kerikil yang dicat. Tapi, bebatuan mirip aslinya. Bahkan, terlihat menyegarkan karena ada air terjun gelembung.

Akuarium ini milik Triyas Yoedhi, warga Kecamatan Jepon. Lelaki berusia 38 tahun ini memiliki lima akuarium. Namun, akuariumnya terlihat beda karena telah dimodifikasi dengan tanaman dan pohon berakar. 

Dia menceritakan, akuarium itu disebut aquascape. Hobi merangkai akuarium ini bukan lagi ikan yang menjadi keunikan. Namun, tanaman-tanaman hidup yang ada di dalamnya menjadi keunikan tersendiri. 

Baca Juga :  Kades Bingung Menyerap ADD

Ketelatenan merangkai akuarium dengan tanaman hidup ini pun semakin memasyarakat. ‘’Saya awalnya belajar dari teman,’’ ujar Yoedi sapaan akrabnya.

Pria alumnus sekolah ilmu pelayaran ini mengaku awalnya kesulitan membuat aquascape. Namun, setelah belajar dan tekun, akhirnya mulai mahir. Bahkan, kini dirinya mulai melakukan budidaya tanaman bisa hidup di dalam air. 

‘’Kalau dulu kan kita beli dari Jakarta ataupun Bandung. Tapi sekarang sudah bisa budidaya sendiri,’’ ujarnya. 

Tema aquascape itu macam-macam. Dia sudah bisa membuat hutan di dalam akuarium. Juga membuat tema-tema lainnya. Agar tanaman bisa bertahan hidup di dalam air, Yoedhi menyiapkan CO2. Agar tanaman bisa bertahan. ‘’Kalau CO2 kita buat sendiri,’’ ujarnya. Selain itu, ada aneka pupuk harus dibeli untuk merawat tanaman di dalamnya.

Baca Juga :  Bendung Gerak Butuh Lahan 444 Hektare

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/